Clapper Rail (commons.wikimedia.org/gailhampshire)
Ancaman perburuan langsung oleh mamalia darat ini hampir selalu berujung pada kerusakan fisik yang permanen. Dilansir laman Smithsonian's National Zoo and Conservation Biology Institute, gigitan dan cakaran kucing sering kali merusak struktur otot serta tulang sayap burung ini secara parah hingga membutuhkan prosedur amputasi medis. Burung yang selamat dari perburuan tersebut kehilangan kemampuan alami untuk meloloskan diri di alam bebas.
Kerusakan organ gerak membuat burung yang telah direhabilitasi tidak memungkinan untuk dilepaskan kembali ke habitat aslinya. Kehilangan kemampuan terbang atau berlari cepat menghilangkan satu-satunya mekanisme pertahanan diri yang dimiliki clapper rail saat menghadapi bahaya. Burung yang tidak lagi dapat dilepasliarkan kemudian dirawat secara permanen di fasilitas konservasi atau pusat rehabilitasi.
Berbagai keterbatasan fisik serta kebiasaan hidup di daratan menempatkan clapper rail pada posisi yang rentan terhadap ancaman predator darat di kawasan pesisir. Tingginya risiko predasi oleh kucing liar menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap keberadaan hewan invasif di sekitar habitat rawa asin. Upaya melindungi kawasan muara secara menyeluruh diperlukan untuk menjaga kelangsungan populasi burung rawa ini di alam bebas.