Mereka merayap di pohon, masuk ke rumah, menyelinap lewat lubang, dan bersarang di sela-sela batu, siapa lagi kalau bukan serangga? Secara taksonomi, serangga masuk dalam kelas Insecta dan filum Arthropoda. Karena itu, hewan kecil tersebut dikategorikan sebagai invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang.
5 Ciri Khas Serangga yang Membedakannya dengan Hewan Lain

- Serangga adalah invertebrata kelas Insecta dengan exoskeleton sebagai pelindung luar, sehingga tidak memiliki tulang atau kerangka di dalam tubuh.
- Pernapasan serangga memakai spirakel dan jaringan trakea untuk menyalurkan oksigen, sekaligus membantu mengatur keluar-masuk udara serta mencegah kehilangan cairan.
- Ciri utama lain meliputi enam kaki, tubuh bersegmen kepala-thorax-abdomen, serta metamorfosis sempurna atau tidak sempurna sesuai spesiesnya.
Menariknya, serangga tetap bisa terbang, punya warna mencolok, spesiesinya ada banyak, bahkan bisa dibilang kalau serangga merupakan "penguasa bumi" yang sesungguhnya. Serangga juga unik, bahkan kamu bisa membedakannya dari hewan lain karena mereka punya berbagai ciri khas. Mau tahu apa saja ciri khas serangga? Berikut pembahasan lengkapnya.
1. Serangga tidak punya tulang belakang

Sebagai invertebrata, serangga tidak memiliki tulang belakang dan struktur tubuhnya juga sangat unik. Dilansir Jiminy's, serangga justru memiliki kerangka eksternal bernama exoskeleton. Jika dideskripsikan, exoskeleton berfungsi seperti armor atau pelindung luar yang melapisi tubuh serangga. Exoskeleton serangga sangat kuat dan akan berganti kulit secara bekala.
Exoskeleton memiliki struktur tersendiri yang terdiri atas setae, epicuticle, exocuticle, endocuticle, pore canals, lapisan membran, dan epidermis. Karena memiliki exoskeleton, serangga tidak punya struktur tulang atau kerangka di dalam tubuhnya. Justru, bagian dalam tubuh serangga sangat lemah dan lembut.
2. Serangga bernafas dengan trakea

Serangga tidak bernafas menggunakan paru-paru seperti hewan lain. Sebaliknya, ia punya organ khusus bernama trakea. Dilansir ThoughtCo, serangga akan mengambil oksigen menggunakan lubang kecil bernama spirakel yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya. Nantinya, oksigen tersebut akan didistribusikan ke seluruh tubuh lewat jaringan kompleks bernama trakea.
Serangga juga bisa mengontrol sistem pernafasannya dengan cara menutup atau membuka spirakel untuk mengatur keluar masuknya oksigen. Hal tersebut juga bisa digunakan untuk mencegah kehilangan cairan dalam jumlah yang besar. Terkadang, serangga juga bisa memaksa udara untuk masuk ke trakea dalam rangka meningkatkan penerimaan oksigen oleh tubuh.
3. Serangga memiliki enam kaki

Laman Museum of Earth menerangkan kalau salah satu ciri utama serangga adalah kakinya yang berjumlah enam buah, yaitu tiga pasang di kanan dan sisanya di kiri tubuh. Nah, enam kaki tersebut membantu serangga agar bisa lebih seimbang saat berjalan, membuat gerakan serangga lebih cepat, dan bikin serangga makin lincah di berbagai medan. Menariknya, larva atau serangga muda bisa punya lebih dari enam kaki. Lebih spesifiknya, mereka memiliki enam kaki sejati dan beberapa kaki palsu yang nantinya akan menghilang setelah mengalami proses metamorfosis.
4. Serangga memiliki tiga struktur tubuh

Laman Purdue University menjelaskan kalau serangga memiliki tiga struktur utama di tubuhnya, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Kepala berada di bagian depan, thorax di tengah, dan abdomen yang lembut ada di belakang. Tiap bagian tubuh juga memiliki komponennya masing-masing. Kepala terdiri atas mata, antena, dan mandible atau mulut. Thorax menjadi bagian tubuh yang menjadi tempat dari kaki dan sayap. Terakhir, abdomen punya tekstur lembut dan biasanya digunakan untuk kawin, bertelur, atau buang air.
5. Serangga mengalami metamorfosis

Metamorfisis merupakan proses perubahan struktur tubuh secara signifikan yang dialami oleh hewan dalam masa pertumbuhannya. Metamorfosis sendiri nampak pada beberapa hewan, salah satunya adalah amfibi dan serangga. Tergantung spesiesnya, serangga mengalami dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
Dilansir Carniege Museum of Natural History, metamorfosis tidak sempurna terjadi saat serangga melakukan pergantian kulit secara rutin dalam hidupnya. Sementara itu, metamorfosis sempurna terjadi ketika serangga membentuk pupa untuk mencapai kedewasaan. Metamorfosis sempurna terlihat di ngengat dan kupu-kupu. Di sisi lain, metamorfofsis tidak sempurna dilakukan oleh belalang dan capung.
Ciri khas serangga tersebut merupakan bentuk dari keanekaragaman dan keunikan dunia hewan. Ciri khas serangga juga bukan tampilan semata, tapi sebuah adaptasi dan evolusi selama jutaan tahun yang terjadi untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Selain itu, adanya ciri khas juga membuat serangga mudah dikenali dan diidentifikasi.



















