5 Fakta Common Shelduck, Bebek Pesisir yang Pintar Beradaptasi

- Bebek berukuran besar dengan warna kontras
- Penghuni setia wilayah pesisir
- Pola makan spesialis dasar perairan
Common Shelduck (Tadorna tadorna) merupakan salah satu burung air paling mencolok yang hidup di kawasan pesisir Eropa dan Asia Barat. Burung ini mudah dikenali berkat perpaduan warna bulunya yang kontras serta paruh merah terang yang khas. Keberadaannya sering terlihat di laguna, muara sungai, dan rawa asin.
Berbeda dari bebek pada umumnya, Common Shelduck memiliki perilaku dan kebiasaan hidup yang cukup unik. Spesies ini dikenal sangat adaptif terhadap lingkungan pesisir yang dinamis dan ekstrem. Yuk, kita telusuri 5 fakta menarik bebek pesisir yang pintar beradaptasi ini!
1. Bebek berukuran besar dengan warna kontras

Common Shelduck tergolong bebek berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 58-67 cm. Warna tubuhnya didominasi putih, dengan pita cokelat di bagian atas tubuhnya dan kepala berwarna hitam. Kombinasi warna ini membuatnya mudah dikenali bahkan dari kejauhan.
Dilansir Wildlife Vagabond, paruhnya berwarna merah terang dan menjadi semakin mencolok pada jantan saat musim kawin. Jantan dewasa juga memiliki tonjolan di pangkal paruh yang tidak dimiliki betina. Perbedaan ini memudahkan pengamat burung untuk mengenali jenis kelamin shelduck di alam.
2. Penghuni setia wilayah pesisir

Common Shelduck sangat bergantung pada habitat pesisir seperti laguna, teluk dangkal, dan rawa asin. Britannica menyebutkan bahwa lingkungan ini menyediakan sumber makanan melimpah berupa invertebrata kecil dan organisme dasar perairan. Adaptasi terhadap air asin membuatnya jarang ditemukan jauh dari pantai.
Pada musim dingin, banyak populasi shelduck bermigrasi ke wilayah yang lebih hangat. Namun, sebagian populasi tetap menetap jika kondisi lingkungan masih mendukung. Pola migrasi ini menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam menyesuaikan diri dengan perubahan musim.
3. Pola makan spesialis dasar perairan

Common Shelduck dikenal sebagai pemakan organisme kecil yang hidup di dasar perairan dangkal. Royal Society for the Protection of Birds menyebutkan bahwa makanannya meliputi moluska kecil, krustasea, dan serangga air. Paruhnya yang kuat memungkinkan burung ini juga menyaring makanan dari lumpur dan pasir.
Selain hewan kecil, shelduck juga mengonsumsi biji dan bagian tumbuhan air tertentu. Pola makan yang beragam ini membantu mereka bertahan di lingkungan yang sumber makanannya berubah-ubah. Adaptasi tersebut menjadi kunci keberhasilan hidupnya di pesisir.
4. Bersarang di liang tanah

Berbeda dengan banyak bebek lain, Common Shelduck sering bersarang di liang tanah. Dilansir Britannica, mereka memanfaatkan lubang bekas kelinci, rubah, atau celah alami di tebing pasir. Lokasi ini memberikan perlindungan ekstra dari predator.
Betina akan mengerami telur selama sekitar satu bulan sebelum menetas. Setelah menetas, anak-anak shelduck segera dibawa ke perairan terdekat untuk belajar mencari makan. Pola asuh ini menunjukkan strategi reproduksi yang efektif di lingkungan terbuka.
5. Sosial dan pintar beradaptasi

Common Shelduck dikenal sebagai burung yang cukup sosial dan sering terlihat dalam kelompok besar. Dilansir BirdLife International, di beberapa lokasi, ribuan individu dapat berkumpul di satu kawasan pesisir saat musim tertentu. Perilaku ini membantu mereka lebih aman dari predator.
Kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan menjadikan spesies ini relatif stabil populasinya. Meski menghadapi tekanan akibat perubahan habitat, shelduck masih mampu bertahan di banyak wilayah. Hal ini menunjukkan ketangguhan spesies ini sebagai burung pesisir.
Common Shelduck adalah contoh menarik bagaimana burung air dapat beradaptasi dengan lingkungan pesisir yang penuh tantangan. Dari pola makan hingga cara bersarang, setiap aspek kehidupannya menunjukkan strategi bertahan yang efektif. Memahami spesies ini membantu kita melihat pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai rumah bagi beragam satwa liar.
Common Shelduck adalah contoh menarik bagaimana burung air dapat beradaptasi dengan lingkungan pesisir yang penuh tantangan. Dari pola makan hingga cara bersarang, setiap aspek kehidupannya menunjukkan strategi bertahan yang efektif. Memahami spesies ini membantu kita melihat pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai rumah bagi beragam satwa liar.


















