Referensi
"Shout Out for Women in Science". Museum of Natural History. Diakses Februari 2026.
"Jane Goodall". National Geographic. Diakses Februari 2026.
"Caroline Herschel: The First Paid Female Astronomer". Royal Museums Greenwich. Diakses Februari 2026.
"Lise Meitner". Atomic Heritage Foundation. Diakses Februari 2026.
"Elizabeth Garrett Anderson (1836 - 1917)". BBC. Diakses Februari 2026.
"Grace Hopper". National Women's History Museum. Diakses Februari 2026.
"First Woman In Space: Valentina". The European Space Agency. Diakses Februari 2026.
13 Perempuan dengan Kontribusi Besar di Sains, Menginspirasi!

- Perempuan dengan kontribusi besar di sains telah melahirkan berbagai terobosan ilmiah penting di berbagai bidang.
- Tokoh seperti Jane Goodall, Barbara McClintock, dan Mary Anning memberi kontribusi besar di biologi, genetika, dan paleontologi.
- Grace Hopper, Caroline Herschel, dan Valentina Tereshkova turut membentuk perkembangan teknologi dan eksplorasi sains.
International Day of Women and Girls in Science yang diperingati setiap 11 Februari menjadi momen penting untuk menyoroti peran perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa perkembangan sains tidak lepas dari kontribusi perempuan yang selama ini kerap kurang mendapat sorotan.
Dalam berbagai bidang seperti kimia, astronomi, hingga ilmu komputer, banyak perempuan yang berhasil menghadirkan perubahan nyata melalui karya dan penelitiannya. Mengutip berbagai sumber, berikut ini deretan perempuan dengan kontribusi besar di sains yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Table of Content
1. Caroline Herschel (1750—1848)

Ketertarikan Caroline Herschel pada langit malam membawanya menjadi perempuan pertama yang menemukan komet sekaligus mencatat 14 nebula, 8 komet, dan lebih dari 500 bintang. Ia bekerja sama dengan kakaknya, Sir William Herschel, mengembangkan katalog bintang dan nebula sendiri yang menjadi referensi astronomi hingga sekarang.
2. Mary Anning (1799—1847)

Sejak kecil, Mary Anning sudah tertarik mengumpulkan fosil di pesisir Dorset, Inggris, yang membawanya menemukan plesiosaurus lengkap, ichthyosaurus, dan pterosaurus sebagian. Walaupun sering tidak mendapat pengakuan resmi dari komunitas ilmiah karena gendernya, penemuannya menjadi kunci utama dalam perkembangan ilmu paleontologi dan studi makhluk purba.
3. Lise Meitner (1878—1968)

Lise Meitner adalah fisikawan jenius yang memberikan penjelasan teoretis pertama tentang fisi nuklir, sebuah penemuan yang menjadi dasar energi nuklir. Meskipun ia harus melarikan diri dari Nazi Jerman pada 1938, kontribusinya sangat krusial sehingga namanya diabadikan sebagai elemen kimia Meitnerium (109) untuk menghormati dedikasinya pada sains.
4. Barbara McClintock (1902—1992)

Barbara McClintock merevolusi genetika dengan menemukan "gen loncat", yaitu elemen DNA yang bisa berpindah posisi di dalam kromosom. Meski awalnya teori ini dianggap mustahil oleh ilmuwan lain, ketekunannya mempelajari tanaman jagung selama puluhan tahun akhirnya membuahkan Nobel pada 1983 dan menjadi landasan penting bagi biologi molekuler modern.
5. Dorothy Hodgkin (1910—1994)

Lewat bidikan sinar-X dan ketekunan luar biasa, Dorothy Hodgkin berhasil memetakan struktur atom yang sangat rumit dari penisilin, vitamin B12, hingga insulin. Prestasi ini menjadikannya satu-satunya perempuan Inggris pemenang Nobel Kimia di mana hasil karyanya memungkinkan para ilmuwan medis menciptakan obat-obatan yang efektif untuk menyembuhkan penyakit mematikan secara global.
6. Mary the Jewess (tengah abad pertama dan tiga)

Mary diakui sebagai salah satu pionir ilmu kimia yang berhasil menciptakan berbagai peralatan laboratorium dasar seperti alat distilasi. Selain menemukan asam hidroklorida, ia juga menciptakan teknik pemandian air bertingkat yang dikenal sebagai Bain-Marie, sebuah metode pemanasan lembut yang masih digunakan di laboratorium kimia dan dapur modern hingga saat ini.
7. Elizabeth Garrett Anderson (1836—1917)

Elizabeth Garrett Anderson adalah dokter perempuan pertama di Inggris yang memperoleh sertifikat dari Society of Apothecaries pada 1865. mandiri. Ia mendirikan rumah sakit pertama yang seluruh stafnya adalah perempuan dan berperan penting dalam pengesahan undang-undang yang mengizinkan perempuan masuk ke profesi kedokteran, sekaligus menjadi walikota perempuan pertama di Inggris.
8. Grace Hopper (1906—1992)

Grace Hopper adalah visioner yang menciptakan compiler pertama, alat yang memungkinkan bahasa manusia diterjemahkan menjadi kode komputer. Berkat pengembangan bahasa COBOL olehnya, teknologi komputer yang tadinya hanya bisa diakses militer kini bisa digunakan oleh masyarakat luas menggunakan instruksi kata-kata, bukan sekadar deretan angka yang rumit.
9. Valentina Tereshkova (1937—sekarang)

Valentina mencatat sejarah sebagai perempuan pertama di luar angkasa dengan misi Vostok 6 pada 1963. Dia mengorbit Bumi sebanyak 48 kali sendirian. Dengan latar belakang sebagai warga sipil dan penerjun payung, keberhasilannya membuktikan ketangguhan fisik perempuan di antariksa dan mematahkan batasan bahwa eksplorasi bintang hanya milik kaum pria.
10. Jane Goodall (1934—sekarang)

Melalui penelitian puluhan tahun di Gombe, Jane mendefinisikan ulang arti "manusia" setelah menemukan bahwa simpanse bisa membuat dan menggunakan alat, serta memiliki kepribadian dan emosi. Dedikasinya tidak hanya berhenti pada sains, tetapi juga berkembang menjadi gerakan konservasi global untuk melindungi habitat primata dan menginspirasi generasi muda melalui Jane Goodall Institute.
11. Jeannette Villepreux-Power (1794—1871)

Jeannette adalah penemu akuarium modern yang ia ciptakan khusus untuk mempelajari perilaku makhluk laut secara langsung tanpa harus membunuh mereka. Penelitiannya yang paling terkenal berhasil memecahkan misteri berabad-abad tentang bagaimana gurita Argonaut memproduksi cangkangnya sendiri.
12. Alice Ball (1892—1916)

Pada usianya yang sangat muda, Alice Ball mengembangkan metode suntik pertama yang efektif untuk mengobati penyakit kusta menggunakan ekstrak minyak chaulmoogra. Penemuannya yang disebut "Ball Method" telah menyelamatkan ribuan orang dari pengasingan sebelum adanya antibiotik, menjadikannya pahlawan medis yang kontribusinya sempat terlupakan tapi kini sangat dihormati.
13. Joan Murrell Owens (1933—2011)

Joan Murrell Owens adalah perempuan Afrika-Amerika pertama yang meraih gelar PhD di bidang geologi. Hal itu ditempuhnya untuk mewujudkan impian masa kecilnya meneliti ekosistem laut. Meski tidak bisa menyelam karena kondisi kesehatan, ia berhasil menemukan genus dan spesies karang kancing baru melalui analisis mendalam terhadap spesimen museum.
Itulah deretan perempuan dengan kontribusi besar di sains. Tentu saja, nama ini hanyalah sebagian kecil dari ribuan srikandi hebat lainnya. Menurutmu, siapa lagi sosok ilmuwan perempuan yang karyanya sangat berdampak dan wajib diketahui dunia? Yuk, bagikan saranmu di kolom komentar!
FAQ seputar perempuan dengan kontribusi besar di sains
| Mengapa kontribusi perempuan di sains sering kurang dikenal? | Karena faktor budaya, diskriminasi gender, dan minimnya pencatatan sejarah terhadap karya ilmuwan perempuan. |
| Bidang sains apa saja yang banyak diisi oleh ilmuwan perempuan? | Perempuan berkontribusi besar di berbagai bidang seperti kimia, biologi, astronomi, kedokteran, hingga ilmu komputer. |
| Apakah ada ilmuwan perempuan yang memenangkan Nobel? | Ada, beberapa di antaranya Marie Curie, Dorothy Hodgkin, dan Barbara McClintock. |


















