Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Zona Subduksi? Penyebab Indonesia Rawan Gempa

Apa Itu Zona Subduksi
Zona subduksi (dok. Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Zona subduksi adalah pertemuan dua lempeng tektonik yang menyebabkan gempa bumi dan aktivitas geologi.
  • Pembentukan zona subduksi melibatkan peregangan, pergeseran lempeng, dan gaya gravitasi yang membuat kerak Bumi tenggelam.
  • Gempa sering terjadi di zona subduksi karena tumbukan lempeng menyebabkan energi menumpuk dan dilepaskan secara tiba-tiba.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia. Letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar membuat wilayah ini rawan gempa, letusan gunung api, hingga tsunami. Banyak dari peristiwa alam tersebut berkaitan erat dengan proses geologi yang terjadi jauh di bawah permukaan Bumi, salah satunya adalah zona subduksi.

Apa itu zona subduksi? Zona ini merupakan pertemuan dua lempeng tektonik yang salah satunya menunjam ke bawah lempeng lain sehingga memicu berbagai aktivitas geologi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Table of Content

1. Apa itu zona subduksi?

1. Apa itu zona subduksi?

Zona subduksi adalah wilayah di Bumi tempat dua lempeng tektonik bertemu dan bertumbukan. Nah, salah satu lempeng itu akan menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses ini umumnya terjadi karena perbedaan massa jenis lempeng, terutama ketika lempeng samudra yang lebih padat bergerak ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain. Zona subduksi dikenal sebagai salah satu sumber utama gempa bumi dan aktivitas geologi karena pergerakan lempeng di area ini menyimpan dan melepaskan energi dalam jumlah besar.

Berdasarkan sumber terjadinya gempa, zona subduksi terbagi menjadi dua lajur utama, yaitu lajur megathrust dan zona Benioff. Lajur megathrust merupakan bagian dangkal zona subduksi dengan sudut penunjaman yang landai dan menjadi lokasi gempa antarlempeng (interplate) berkekuatan besar yang berpotensi memicu tsunami. Sementara itu, zona Benioff adalah bagian lebih dalam dengan sudut penunjaman yang curam, tempat terjadinya gempa intraplate di dalam lempeng yang menunjam. Kedua lajur ini berperan penting dalam tingginya aktivitas gempa di wilayah subduksi.

2. Bagaimana zona subduksi terbentuk?

Bagaimana zona subduksi terbentuk
ilustrasi gempa Bumi (unsplash.com/Jens Aber)

Pembentukan zona subduksi bukanlah proses yang sederhana dan selama ini cukup sulit dipelajari. Alasannya, wilayah ini cenderung “menghancurkan” material kerak Bumi yang masuk ke dalamnya.

Namun, penelitian terbaru membantu ilmuwan memahami proses awalnya. Salah satu studi pada 2021 meneliti zona subduksi yang relatif muda di Palung Puysegur, di selatan Selandia Baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa subduksi dapat dimulai akibat peregangan dan pergeseran lempeng yang sebelumnya tersembunyi, yaitu lempeng Zealandia. Pergerakan tersebut mengubah posisi lempeng sehingga memungkinkan kerak samudra mulai menunjam ke bawahnya.

Selain melalui proses pergeseran lempeng, zona subduksi juga dapat terbentuk secara spontan tanpa adanya tumbukan langsung antarlempeng. Berdasarkan studi lain, subduksi bisa terjadi ketika litosfer menjadi tidak stabil dan tenggelam akibat gaya gravitasi. Seiring waktu, litosfer samudra dapat menjadi semakin tua dan padat, hingga akhirnya runtuh dan membentuk zona subduksi baru.

3. Kenapa gempa sering terjadi di zona subduksi?

Zona subduksi merupakan wilayah tempat dua lempeng tektonik besar saling bertumbukan dan bergerak secara terus-menerus. Proses ini mirip seperti menggosokkan dua lembar amplas di mana permukaan lempeng tidak selalu bergerak mulus, tetapi sering tersangkut di beberapa titik. Saat lempeng terkunci, energi akan terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi. Pelepasan energi inilah yang menyebabkan gempa, termasuk gempa megathrust yang dikenal sebagai gempa terbesar di Bumi.

Frekuensi gempa yang tinggi di zona subduksi juga dipengaruhi oleh ukuran bidang patahannya yang sangat luas. Semakin besar area lempeng yang saling bergesekan, semakin besar pula energi yang dapat tersimpan dan dilepaskan berulang kali. Contohnya, zona subduksi Cascadia telah memicu gempa besar berkali-kali selama ribuan tahun dan diperkirakan akan terus melakukannya di masa depan.

Dengan memahami apa itu zona subduksi, kamu bisa lebih tahu alasan Indonesia termasuk salah satu wilayah rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

FAQ seputar apa itu zona subduksi

Apa yang dimaksud dengan zona subduksi?

Zona subduksi adalah wilayah tempat dua lempeng tektonik bertemu, lalu salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Mengapa zona subduksi sering memicu gempa bumi?

Karena pergerakan lempeng di zona ini sering tersangkut dan menyimpan energi yang dilepaskan tiba-tiba sebagai gempa.

Apakah semua gempa di zona subduksi berskala besar?

Tidak. Selain gempa besar, zona subduksi juga menghasilkan gempa kecil hingga menengah di berbagai kedalaman.

Referensi

"What Is a Subduction Zone?". Live Science. Diakses Februari 2026.
"Pengetahuan Gempa Bumi". BMKG. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Menarik Northern Kakabeak, Bunga Merah Ikonik Selandia Baru

10 Feb 2026, 19:29 WIBScience