- Pengharum Ruangan: Kamper sering kali diformulasikan dengan aroma tertentu seperti wewangian bunga sehinngga efektif mengharumkan ruangan sekaligus menghilangkan bau tak sedap, terutama di area yang lembap seperti kamar mandi.
- Mencegah Jamur di Lemari: Kandungan zat aktif pada kamper dapat menguap pada suhu ruangan. Hal ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur sekaligus menjaga pakaian tetap segar dan bebas dari bau apek.
- Mengusir Serangga: Kamper memiliki aroma tajam yang sangat tidak disukai oleh berbagai jenis hama, mulai dari kecoak, ngengat, hingga tikus, sehingga sangat ampuh diandalkan untuk melindungi rumah.
- Menghilangkan Bau Sepatu: Tak hanya untuk ruangan, kamper juga bisa diletakkan di dalam sepatu semalaman untuk membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab bau tak sedap.
- Melindungi Barang dari Karat: Penggunaan kamper dapat membantu melindungi berbagai barang yang disimpan dalam kotak tertutup agar terhindar dari risiko berkarat.
Mengenal Kamper: Manfaat, Bahaya, dan Cara Aman Pakai

Kamper atau kapur barus kini umumnya berbahan sintetis seperti naftalena atau paradichlorobenzene, digunakan untuk mengusir hama, mengurangi bau apek, mencegah jamur, dan melindungi barang dari karat.
Paparan berlebihan atau tertelan dapat memicu iritasi hidung, mata, dan kulit, pusing, mual, kejang, anemia hemolitik, hingga kematian dalam kasus tertentu.
Penggunaan aman mencakup menyimpan jauh dari anak-anak, menjaga ventilasi, menghindari kamar tidur serta lemari anak, mencegah kontak dengan pakaian, dan tidak memakai di ruang tertutup.
Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan aksi seorang penumpang wanita yang kedapatan marah-marah sambil menghirup kamper atau kapur barus di dalam KRL rute Manggarai–Bogor. Perilaku tak biasa ini sontak mencuri perhatian publik dan memunculkan pertanyaan, seberapa aman sebenarnya aroma kamper jika dihirup secara langsung dalam waktu lama?
Sebelum mengulas risikonya lebih jauh, penting bagi kita untuk mengenal apa itu kamper, apa saja manfaatnya, bagaimana dampaknya bagi kesehatan, serta cara aman menggunakannya. Yuk, simak pembahasannya!
Table of Content
1. Apa itu Kamper atau Kapur Barus?

ilustrasi kapur barus (pexels.com/David Peterson) Kamper atau yang lebih dikenal sebagai kapur barus adalah produk padat yang umum digunakan untuk membasmi serangga seperti kecoak dan ngengat, sekaligus mencegah bau apek di dalam lemari.
Pada mulanya, bahan baku utama kapur barus berasal dari getah pohon kamper (Dryobalanops camphora) yang tergolong aman bagi manusia. Namun seiring berjalannya waktu, sebagian besar kapur barus yang beredar di pasaran kini terbuat dari hasil pengolahan minyak bumi atau batu bara, yang mengandung zat kimia sintetis seperti naftalena atau paradichlorobenzene.
2. Manfaat dan Kegunaan Kamper

ilustrasi kapur barus (freepik.com/Azerbaijian) Meskipun harus digunakan secara hati-hati, kamper ternyata menyimpan banyak manfaat praktis untuk kebutuhan rumah tangga. Berikut adalah beberapa kegunaannya:
3. Bahaya Kamper bagi Kesehatan

ilustrasi dokter memeriksa pasien (pexels.com/Pavel Danilyuk) Selain memiliki banyak kegunaan, kamper atau kapur barus ternyata dapat memicu beragam masalah kesehatan apabila terhirup secara berlebihan atau tertelan. Melansir Alodokter, paparan kapur barus yang mengandung zat kimia seperti naftalena atau paradichlorobenzene dapat menjadi sangat beracun bagi tubuh.
Beberapa ancaman bahaya kesehatan yang perlu diwaspadai meliputi:
- Iritasi hidung dan mata: Paparan gas yang terhirup dalam jumlah banyak dapat memicu respons iritasi pada saluran pernapasan atas dan mata.
- Pusing dan mual: Aroma yang terlalu menyengat disertai kandungan bahan kimia beracun dapat menyebabkan pusing serta mual.
- Iritasi kulit: Sentuhan langsung pada kulit sensitif atau kulit yang sedang terluka dapat memicu kemerahan dan memperburuk kondisi kulit.
- Kejang: Risiko ini dapat timbul apabila kapur barus tidak sengaja tertelan, biasanya muncul dalam kurun waktu 90 menit setelah tertelan.
- Anemia hemolitik: Paparan naftalena dalam skala besar bisa merusak sel darah merah, dengan gejala seperti kelelahan, mual, muntah, hingga kulit menjadi pucat atau kekuningan.
- Kematian: Dalam kasus terburuk, jika kapur barus sampai tertelan dalam jumlah tertentu dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.
4. Cara Aman Menggunakan Kamper

ilustrasi kapur barus (freepik.com/freepik) Meskipun menyimpan sejumlah risiko kesehatan, kamper atau kapur barus tetap dapat dimanfaatkan secara aman. Karena tampilannya yang menyerupai permen dan kerap menarik perhatian, beberapa langkah pencegahan berikut perlu dicermati sebelum menggunakannya di lingkungan rumah.
- Simpan kamper atau kabur barus di lokasi yang aman dan tidak terjangkau oleh anak-anak.
- Hindari ruang tertutup tanpa ventilasi agar uap sublimasi kapur barus tidak mengendap di dalam ruangan.
- Hindari penggunaan di ruang terbuka demi mencegah pencemaran pada tanah dan air.
- Jangan gunakan produk ini apabila terdapat anggota keluarga yang mengidap kelainan darah genetik.
- Jangan menaruh kapur barus di ruang tidur, kamar mandi, maupun lemari pakaian anak.
- Berikan jarak agar kapur barus di lemari tidak bersentuhan langsung dengan pakaian.
- Simpan di area yang tinggi pada kamar mandi yang memiliki ventilasi udara memadai.
Meskipun memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan rumah tangga, penggunaan kamper atau kapur barus tetap harus dilakukan secara bijak dan berhati-hati. Selalu perhatikan keamanan keluarga di rumah agar berbagai kegunaannya bisa dirasakan tanpa memicu risiko kesehatan yang tidak diinginkan.



















