Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Penyu Tidak Boleh Diburu? Ketahui Alasannya

4 min read
Kenapa Penyu Tidak Boleh Diburu? Ketahui Alasannya
ilustrasi penyu (pexels.com/Tanguy Sauvin)
  • WNA asal China berinisial WS diamankan terkait dugaan perburuan penyu di perairan Piaynemo, Raja Ampat, pada 14 September 2026.
  • Seluruh penyu di Indonesia berstatus dilindungi; perburuan mengancam populasi karena penyu lambat dewasa, telur dan tukiknya berisiko mati tinggi.
  • Penyu menjaga ekosistem terumbu karang, lamun, dan pesisir; dagingnya juga berpotensi mengandung pencemar yang berisiko bagi kesehatan manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kawasan konservasi Raja Ampat kembali menjadi sorotan setelah seorang warga negara asing (WNA) asal China berinisial WS diamankan karena diduga melakukan perburuan penyu di perairan Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Senin (14/09/2026). Kasus tersebut kembali menyoroti pentingnya perlindungan penyu, terutama di kawasan yang menjadi habitat berbagai biota laut.

Lantas, kenapa penyu tidak boleh diburu? Selain termasuk satwa yang dilindungi, penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak. Untuk mengetahui alasan lengkap serta dampak perburuan penyu, simak penjelasan berikut.

  1. 1. Kenapa penyu tidak boleh diburu?

    Penyu tidak boleh diburu karena seluruh jenis penyu yang ditemukan di Indonesia termasuk satwa dilindungi. Indonesia menjadi habitat bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia, yaitu penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, penyu belimbing, penyu pipih, dan penyu tempayan. Perlindungan tersebut mencakup penyu dalam kondisi hidup maupun bagian tubuh, telur, serta produk turunannya.

    Selain alasan hukum, larangan perburuan juga berkaitan dengan kondisi populasi penyu yang rentan. Penyu membutuhkan waktu lama untuk tumbuh hingga dewasa dan berkembang biak sehingga kehilangan satu individu, terutama penyu dewasa, tidak mudah digantikan dalam waktu singkat. Jika perburuan terus terjadi, jumlah individu yang mampu bertahan hingga usia reproduktif dapat semakin berkurang dan pada akhirnya mengganggu keberlangsungan populasinya.

  2. 2. Penyu punya peran penting bagi ekosistem laut

    kenapa penyu tidak boleh diburu
    ilustrasi penyu (magnific.com/freepik)

    Keberadaan penyu tidak terlepas dari keseimbangan ekosistem laut karena setiap spesies memiliki habitat dan sumber makanan yang berbeda. Penyu belimbing, misalnya, memakan ubur-ubur sehingga turut membantu mengendalikan jumlah organisme tersebut. Sementara itu, penyu hijau banyak memakan lamun dan alga yang berkaitan dengan dinamika ekosistem padang lamun.

    Penyu sisik juga memiliki hubungan erat dengan terumbu karang karena banyak memakan spons dan organisme bentik. Director for Operations Rekam Nusantara Foundation sekaligus peneliti penyu, Wahyu Mulyono, menjelaskan bahwa penyu merupakan bagian dari jejaring ekosistem pesisir yang saling terhubung, mulai dari terumbu karang, padang lamun hingga habitat pantai. Karena itu, berkurangnya populasi penyu secara terus-menerus dapat ikut mengurangi fungsi ekologis yang dijalankan satwa tersebut.

  3. 3. Penyu membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak

    Salah satu alasan penyu sangat rentan terhadap perburuan adalah siklus hidupnya yang panjang. Penyu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kematangan seksual, sementara telur dan tukik juga menghadapi tingkat kematian yang tinggi. Kondisi tersebut membuat keberlangsungan populasi sangat bergantung pada sebagian individu yang berhasil bertahan hidup hingga dewasa dan kemudian berkembang biak.

    Penyu juga melakukan perjalanan jauh antara tempat mencari makan dan lokasi berkembang biak. Bahkan, beberapa spesies dapat bermigrasi hingga ratusan atau ribuan kilometer. Artinya, perlindungan penyu tidak cukup dilakukan di pantai tempat bertelur saja, tetapi juga perlu mencakup habitat laut yang digunakan selama hidupnya. KKP sendiri menyebut Indonesia sebagai jalur migrasi, tempat mencari makan, sekaligus lokasi berkembang biak bagi enam dari tujuh spesies penyu dunia.

  4. 4. Perburuan penyu bisa mengganggu populasi dalam jangka panjang

    Dampak perburuan tidak selalu terlihat secara langsung setelah satu ekor penyu mati. Menurut Wahyu Mulyono, besarnya dampak terhadap populasi perlu dilihat dari berbagai faktor, seperti jenis penyu, usia, jenis kelamin, ukuran populasi setempat, serta tingkat kematian dan reproduksinya. Namun, kematian penyu dewasa tetap memiliki arti penting karena individu tersebut memiliki potensi untuk bereproduksi selama bertahun-tahun.

    Karena itu, satu kasus perburuan tidak bisa langsung disebut menyebabkan penurunan populasi dalam persentase tertentu. Dampak yang lebih serius muncul ketika penangkapan terjadi berulang dan berlangsung dalam waktu lama. Jika jumlah penyu dewasa terus berkurang, regenerasi populasi dapat semakin sulit dan fungsi ekologis penyu di habitatnya juga ikut terdampak.

  5. 5. Mengonsumsi penyu juga berisiko bagi kesehatan

    Larangan terhadap penyu bukan hanya berkaitan dengan statusnya sebagai satwa yang dilindungi. Daging penyu juga berpotensi mengandung zat pencemar yang terakumulasi selama hewan tersebut hidup di laut. Penyu memiliki umur panjang dan berpindah-pindah di berbagai wilayah perairan, sehingga ada kemungkinan terpapar pencemar seperti logam berat dalam waktu yang lama.

    Pakar gizi Universitas Andalas, Dr Masrul, menjelaskan bahwa tidak semua penyu pasti menimbulkan masalah kesehatan, tetapi sebagian dapat mengandung zat yang berbahaya bagi manusia. Karena itu, mengonsumsi daging penyu tidak disarankan dari sisi kesehatan. Dengan mempertimbangkan status perlindungan, peran ekologis, serta potensi risikonya bagi manusia, penyu sebaiknya dibiarkan hidup di habitat alaminya.

    Itulah berbagai alasan kenapa penyu tidak boleh diburu, dari perlindungan hukum, peran ekologis, hingga proses perkembangbiakannya yang membuat populasi penyu rentan. Semoga penjelasan ini membantu, ya.

    Referensi

    "KKP Perkuat Program Konservasi Populasi Penyu". Kementerian Kelautan dan Periklanan Republik Indonesia. Diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More