Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Gila Desa Oymyakon, Hidup di -70°C Tanpa Kedinginan!

Desa Oymyakon
ilustrasi desa Oymyakon (pexels.com/Nadia)
Intinya sih...
  • Memiliki jalan terpanjang yang dijuluki 'jalan tulang' dengan sejarah brutal pembangunannya.
  • Infrastruktur unik, seperti rumah di atas tiang pancang dan pemanas sentral demi bertahan hidup.
  • Suhu dingin ekstrem, mencapai -71,2°C dengan penduduk beraktivitas menggunakan pakaian berlapis-lapis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu membayangkan hidup di desa yang memiliki suhu sangat ekstrem di dunia? Penduduk di Siberia, Rusia, tepatnya di wilayah Yakutsk, desa Oymyakon, telah menjalani kehidupan manusia seperti biasa di tengah alam yang membeku. Ya, kamu tidak salah baca, suhu di sana tidak main-main, bahkan bisa mencapai -50 derajat celcius.

Bagaimana cara mereka bertahan hidup dan keunikan apa yang ada di dalamnya adalah hal-hal yang menarik untuk kita cari tahu. Penasaran bagaimana kehidupan yang ada di desa Oymyakon? Berikut 5 fakta menarik yang bikin kamu takjub!

1. Memiliki jalan terpanjang yang dijuluki 'jalan tulang'

Jalan di Oymyakon
Jalan Tulang di Oymyakon (commons.wikimedia/Ilya Varlamov)

Jalan Tulang merupakan jalan yang seluruhnya dipenuhi kerikil dan lumpur, di sepanjang musim dingin Rusia jalan ini selalu diselimuti es yang membeku. Jalan Tulang membentang lebih dari 2000 km, jalan inilah yang akan membawa seseorang dari kota Magadan di Samudera Pasifik hingga pedalaman Yakutsk.

Yakutsk sendiri merupakan sebuah kota yang terletak di Siberia Timur. Wilayah Siberia pun sangat kecil dan jarang sekali penduduk yang tinggal di sana. Bahkan, jalan raya Kolyma, yang akan ditandai sebagai Jalan Tulang di peta, adalah satu-satunya jalan di daerah tersebut.

Selama pembangunan jalan Kolyma oleh Uni Soviet, penduduk setempat harus menghadapi kerja paksa yang sangat brutal. Ribuan orang meninggal akibat kelelahan dan kedinginan ekstrem, mayat-mayat berserakan dan dikuburkan di sepanjang jalan dengan jarak hanya beberapa meter antar mayat, sehingga disebut sebagai 'Jalan Tulang'. Peristiwa ini berakar dari sistem Gulag yang terkenal kejam pada tahun 1930-1950.

2. Infrastruktur yang unik

ilustrasi infrastruktur di desa Oymyakon
ilustrasi infrastruktur di desa Oymyakon (pexels.com/Jeffry)

Bertahan di suhu dingin ekstrem membuat desa Oymyakon mau tidak mau membangun infrastruktur di luar nalar. Banyaknya rumah yang dibangun di atas tiang pancang tinggi agar tidak menyentuh tanah beku permanen, hal ini dilakukan demi mencegah risiko retaknya pondasi akibat pembekuan.

Umumnya, kayu dijadikan sebagai dinding dan disusun berlapis-lapis hingga membentuk dinding yang kokoh dan tebal demi menjaga suhu panas tetap terperangkap. Sebagian besar rumah memiliki pemanas sentral dan tidak ada sanitasi dalam ruangan.

3. Suhu dingin yang sangat ekstrem

ilustrasi hamparan salju (pexels.com/eberhard grossgasteiger)
ilustrasi hamparan salju (pexels.com/eberhard grossgasteiger)

Oymyakon merupakan desa paling dingin di belahan Bumi Utara. Desa berpenghuni ini memiliki catatan sajarah terkait suhu yang membeku dan tak tertandingi. Suhu rata-rata harian terendah di Oymyakon adalah –46°C, sementar itu suhu terdinginnya tercacat dalam sejarah pada 1921 yang mencapai –71,2°C.

Dilansir Hachette Learning, Oymyakon termasuk kota kecil yang penduduknya berkisar 547 jiwa di Siberia Timur. Kota ini terletak hanya beberapa ratus kilometer di Lingkaran Arktik dan 750 km dari Samudera Pasifik.

Desa ini didominasi udara Akrtik yang dingin di musim dingin ketika wilayah tersebut di bawah pengaruh daerah bertekanan tinggi. Kontinentalitas ini berarti jauh dari pengaruh laut, yang cenderung meredam suhu ekstrem. Iklim kontinental juga dominan kering. Oymyakon rata-rata menerima curah hujan sebanyak 131 mm per tahun.

Kamu bisa membayangkan betapa membekunya tinggal di desa Oymyakon. Bahkan, saking dinginnya bulu mata pun dapat membeku hanya dalam hitungan detik. Dalam kesehariannya penduduk akan beraktivitas dengan pakaian yang berlapis-lapis.

4. Adaptasi kehidupan sehari-hari

ilustrasi kehidupan di desa Oymyakon
ilustrasi kehidupan di desa Oymyakon (pexels.com/Aleksandr)

Tinggal selama bertahun-tahun di desa Oymyakon menjadi tantangan besar bagi penduduk di sana. Salah satunya adalah terkait mata pencaharian, sebagain besar ekonomi penduduk desa Oymyakon bergantung pada peternakan rusa kutub, kuda, dan sapi Yakutsk.

Hewan-hewan tersebut mampu beradaptasi dengan cuaca dingin. Tetapi, saat musim dingin sangat parah, sesekali hewan ini harus dilindungi di kandang berinsulasi ketika suhu turun di bawah -30 °C.

Umumnya penduduk desa Oymyakon mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging rusa, kuda, ikan beku, dan hati hewan. Mereka jarang sekali makan sayur atau buah-buahan karena daratannya yang dipenuhi salju tebal. Mereka menyimpan makanannya secara alami di suhu rendah tanpa bantuan kulkas.

5. Perayaan Festival Kutub Dingin

ilustrasi Perayaan Festival Kutub Dingin
ilustrasi Perayaan Festival Kutub Dingin (pexels.com/Fatih)

Adanya kondisi yang membeku di Oymyakon justru menciptkan peluang unik untuk petualangan wisata. Tepatnya sejak tahun 2001, Festival Kutub Dingin tahunan diadakan di sana. Festival ini menampilkan pameran pakaian nasional, seni terapan, dan makanan nasional masyarakat Utara, tim balapan yang ditarik oleh rusa, hingga memancing di atas dinginnya es.

Acara utama dari festival ini adalah tur mobil dari Yakutsk-Oymyakon, dengan menempuh jarak 1.270 km jalur bersalju termasuk 403 km reli ketepatan waktu. Acara ini merupakan olahraga esktrem, namun mencakup wisata, kunjungan museum, dan tempat-tempat bersejarah lainnya.

Demikian 5 fakta menarik seputar desa Oymyakon. Desa ini dinobatkan sebagai desa paling dingin di Bumi. Rasanya mustahil untuk manusia tinggal di desa tersebut, namun faktanya penduduk Oymyakon telah beradaptasi dengan suhu ekstrem dan tetap hidup di sana dengan segala keterbatasan dan budaya yang melekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Mauritius White Eye, Burung Endemik dengan Ciri Mata Putih

30 Jan 2026, 15:49 WIBScience