Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan dengan Metabolisme yang Sangat Lambat

ilustrasi kura-kura (pexels.com/@chetanvlad)
ilustrasi kura-kura (pexels.com/@chetanvlad)
Intinya sih...
  • Kura-kura memiliki metabolisme lambat yang memungkinkannya bertahan lama tanpa makanan, menjaga fungsi organ stabil, dan hidup lebih lama.
  • Sloth memiliki metabolisme lambat untuk menghemat energi dari dedaunan, membuatnya bergerak pelan dan bertahan dengan asupan makanan terbatas.
  • Buaya dapat menurunkan metabolisme tubuhnya secara signifikan untuk bertahan hidup berbulan-bulan tanpa makan saat berada di air dingin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa hewan di alam ternyata memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup dengan laju metabolisme yang cenderung sangat lambat. Kondisi ini memungkinkan mereka untuk bisa Menghemat banyak energi dalam waktu yang cukup panjang, terutama pada saat menghadapi lingkungan yang minim makanan atau bersuhu ekstrem.

Metabolisme lambat sebetulnya menjadi strategi adaptasi penting yang membantu hewan-hewan untuk bertahan dalam situasi yang paling tidak bersahabat. Oleh sebab itu, simaklah beberapa hewan dengan metabolisme yang sangat lambat, sehingga mampu bertahan hidup di kondisi yang sangat ekstrem.

1. Kura-kura

ilustrasi kura-kura (unsplash.com/Ray Hennessy)
ilustrasi kura-kura (unsplash.com/Ray Hennessy)

Kura-kura dikenal sebagai salah satu hewan dengan sistem metabolisme paling lambat di dunia, terutama pada spesies yang hidup di darat atau di perairan tawar. Laju metabolisme yang rendah ternyata memungkinkan kura-kura untuk bertahan hidup dalam waktu yang lama tanpa adanya makanan, bahkan pada saat berada di kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Metabolisme lambat ternyata membantu kura-kura untuk mempertahankan fungsi organ tetap stabil selama periode aktivitas yang cenderung rendah. Kemampuan ini juga berkontribusi pada usia kura-kura yang relatif lebih panjang jika dibandingkan dengan kebanyakan hewan lainnya.

2. Sloth

ilustrasi kungkang
ilustrasi kungkang (unsplash.com/Kleber Varejão Filho)

Sloth atau kungkang ternyata memiliki metabolisme yang cenderung sangat lambat sebagai bentuk adaptasi terhadap pola makan yang rendah energi berupa dedaunan. Sistem pencernaan yang bekerja secara perlahan untuk bisa mengekstraksi nutrisi secara maksimal, sehingga sloth atau kungkang dapat menghemat energinya sepanjang waktu.

Metabolisme yang lambat ternyata membuat slot cenderung bergerak sangat pelan dan jarang berpindah tempat. Dengan strategi ini, maka sloth mampu bertahan hidup walau asupan makanannya cenderung terbatas dan kualitas gizinya pun rendah.

3. Buaya

ilustrasi buaya (pexels.com/Bas van Brandwijk)
ilustrasi buaya (pexels.com/Bas van Brandwijk)

Buaya memiliki kemampuan untuk menurunkan metabolisme tubuh secara signifikan, terutama pada saat berpindah atau berada di air dingin. Dalam kondisi tertentu, buaya bisa bertahan hidup sama berbulan-bulan tanpa makan karena tubuhnya mampu memanfaatkan cadangan energi dengan sangat efisien.

Metabolisme lambat ternyata membantu buaya untuk tetap kuat walau aktivitasnya tidak tinggi. Strategi yang ada menjadikan buaya sebagai predator yang mampu menunggu mangsa dalam waktu lama tanpa berpotensi kehilangan terlalu banyak energi.

4. Beruang saat hibernasi

ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Gregory Rogers)
ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Gregory Rogers)

Beruang ternyata mampu memperlambat metabolisme tubuhnya secara signifikan pada saat memasuki fase hibernasi. Selama periode ini, denyut jantung dan kebutuhan energinya akan menurun, sehingga beruang bisa bertahan hidup berbulan-bulan tanpa makan atau minum.

Proses hibernasi memungkinkan beruang untuk mengandalkan cadangan lemak yang tersimpan di dalam tubuhnya. Metabolisme yang sangat lambat selama hibernasi ternyata menjadi kunci utama untuk menunjang keberlangsungan hidup dari beruang pada saat musim dingin tiba.

Metabolisme yang sangat lambat ternyata merupakan salah satu bentuk adaptasi alam yang memungkinkan hewan bertahan hidup di kondisi yang cukup ekstrem. Setiap hewan pasti memiliki mekanisme tersendiri dalam mengatur kebutuhan energi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Keunikan yang ada membuat hewan bisa bertahan dan beradaptasi di lingkungannya dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Menarik Kaki Seribu Tutul Kuning, Bisa Mengeluarkan Siandia

30 Jan 2026, 16:29 WIBScience