6 Hewan dengan Jantung Terbesar, Seukuran Mobil!

- Paus biru memiliki jantung terbesar di darat dengan berat mencapai 180 kilogram, bekerja sangat efisien, dan bisa melambat hingga dua kali detakan per menit saat menyelam.
- Gajah semak Afrika memiliki jantung seberat bola basket, bertambah cepat saat tidur karena tekanan tubuh yang berat, dan harus memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen yang cukup.
- Burung kolibri berleher merah memiliki jantung sebesar 2,5 persen dari total berat badannya, sangat krusial karena sayap mereka mengepak hingga ratusan kali per detik.
Jantung manusia umumnya hanya seukuran kepalan tangan dengan berat kurang dari satu kilogram. Namun di kerajaan hewan, organ vital ini bisa memiliki dimensi yang benar-benar di luar nalar. Alam semesta menciptakan berbagai spesies dengan anatomi menakjubkan, termasuk hewan raksasa yang memiliki jantung seberat ratusan kilogram atau setara dengan ukuran mobil kecil untuk memompa darah ke seluruh tubuh masif mereka.
Fakta menariknya, ukuran jantung ini tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya tubuh si hewan secara keseluruhan. Beberapa spesies berukuran kecil justru memiliki proporsi jantung yang sangat besar demi mendukung aktivitas fisik mereka yang ekstrem dan melelahkan. Mulai dari penguasa samudra hingga penerbang ulung yang lincah, berikut deretan hewan dengan karakteristik jantung paling luar biasa di dunia.
1. Paus biru

Sebagai hewan terbesar yang pernah hidup di bumi, wajar jika paus biru memegang rekor pemilik jantung terbesar. Organ vital raksasa ini memiliki berat mencapai 180 kilogram atau setara dengan tiga orang dewasa. Dimensinya pun luar biasa karena bisa mencapai ukuran mobil kecil atau piano, dengan pembuluh darah aorta yang saking besarnya bisa diterobos merangkak oleh anak balita. Meskipun ukurannya masif, jantung paus biru bekerja sangat efisien dan bisa melambat hingga hanya dua kali detakan per menit saat mereka menyelam dalam demi menghemat oksigen.
2. Gajah semak Afrika

Jika paus biru adalah penguasa lautan, maka gajah semak Afrika adalah pemilik jantung terbesar di daratan. Jantung mamalia ini memiliki ukuran sebesar bola basket dengan berat sekitar 12 hingga 20 kilogram, atau kurang lebih seberat anak berusia enam tahun. Fakta uniknya, detak jantung gajah justru akan bertambah cepat saat mereka sedang berbaring tidur. Hal ini terjadi karena bobot tubuh mereka yang sangat berat menekan paru-paru, sehingga jantung harus memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen yang cukup.
3. Burung kolibri berleher merah

Jangan remehkan ukurannya yang mungil, karena burung ini adalah juara dunia jika bicara soal rasio ukuran jantung terhadap berat tubuh. Jantung kolibri menyumbang sekitar 2,5 persen dari total berat badannya. Sebagai perbandingan, jika manusia memiliki rasio yang sama, jantung kamu akan sebesar pemanggang roti. Ukuran jantung yang besar ini sangat krusial karena sayap mereka mengepak hingga ratusan kali per detik, menuntut suplai darah yang sangat cepat hingga 1.200 detakan per menit.
4. Hyena tutul dan serigala abu-abu

Kedua hewan ini dikenal sebagai atlet maraton di alam liar yang sanggup mengejar mangsa dalam jarak jauh tanpa kelelahan. Kemampuan fisik ini didukung oleh ukuran jantung mereka yang besar, mencapai satu persen dari total berat tubuh atau dua kali lipat dari rata-rata mamalia lain. Jantung yang tangguh ini memungkinkan mereka memompa oksigen lebih banyak ke otot-otot kaki saat berlari kencang, memastikan stamina mereka tetap prima meski harus berburu selama berjam-jam.
5. Little brown bat

Spesies kelelawar asal Amerika Selatan ini memiliki jantung yang sangat besar, mencapai 2,2 persen dari berat tubuhnya. Para ilmuwan menduga evolusi ini terjadi karena beban terbang mereka yang unik. Kelelawar ini memiliki telinga yang sangat besar untuk berburu serangga, namun telinga tersebut menciptakan hambatan udara atau drag yang besar saat terbang. Akibatnya, mereka membutuhkan mesin pemompa darah yang ekstra kuat untuk melawan hambatan angin tersebut agar bisa tetap bermanuver di udara.
6. Celurut Etruska

Mamalia terkecil di dunia ini hidup dengan risiko kematian yang konstan akibat hipotermia. Karena tubuhnya sangat kecil, mereka kehilangan panas tubuh dengan sangat cepat. Untuk menyiasatinya, celurut Etruska memiliki jantung yang bekerja keras demi menjaga suhu tubuh tetap hangat. Jantung hewan mungil ini berdetak dengan kecepatan yang tak masuk akal, yakni mencapai 1.500 kali per menit. Tanpa metabolisme super cepat yang didukung jantung kuat ini, mereka tidak akan bisa bertahan hidup lama.
Keberagaman ukuran jantung pada hewan ini menjadi bukti nyata betapa hebatnya adaptasi evolusi dalam mendukung kelangsungan hidup. Mulai dari paus biru yang membutuhkan efisiensi oksigen di kedalaman laut, hingga burung kolibri yang memerlukan energi ekstra untuk terbang cepat. Setiap organ dirancang sempurna sesuai kebutuhan spesiesnya. Unik banget, ya!


















