7 Fakta Unik Meller’s Duck, Dikenal Setia Namun Kini Terancam Punah

- Meller's Duck adalah spesies bebek endemik Madagaskar
- Memiliki ukuran tubuh yang besar dan warna bulu sederhana tapi elegan
- Dikenal setia pada satu pasangan, namun populasinya terus menurun akibat ulah manusia
Sekilas, Meller’s Duck (Anas melleri) mungkin tampak seperti bebek biasa dengan warna bulu yang sederhana. Namun di balik penampilannya, bebek endemik Madagaskar ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang disorot. Mulai dari ukuran tubuhnya yang besar hingga sifatnya yang setia pada pasangan, Meller’s Duck menjadi salah satu spesies burung air yang unik dan layak untuk dikenali. Berikut deretan fakta unik Meller’s Duck yang akan membuatmu memandang bebek dengan cara berbeda!
1. Bebek Endemik Madagaskar

Meller's Duck merupakan spesies bebek endemik Madagaskar. Di sana mereka dapat ditemukan di dataran tinggi bagian timur dan utara Madagaskar. Kini mereka hidup dan berkembang biak di lahan basah di sekitar Danau Alaotra. Namun sebelum itu, pada abad ke-18 beberapa populasi hidup di Mauritius, tetapi sekarang telah dianggap punah dialam liar. Habitat yang mereka diami yaitu di rawa air tawar, kolam hutan, danau, dan sungai, terutama didaerah hutan lembap di bagian timur. Mereka juga sering tersebar di daerah yang telah mengalami deforestasi. Selain itu, mereka juga dapat ditemukan hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.
2. Salah Satu yang Terbesar di Genusnya

Meller's Duck memiliki ukuran yang relatif besar dalam dunia bebek, yaitu sekitar 55 hingga 68 cm. Ukuran ini hampir sama besarnya dengan bebek Mallard betina, tetapi ukuran mereka sedikit lebih besar dari bebek Mallard. Dengan ukuran tubuhnya yang besar ini, membuat mereka menjadi salah satu spesies bebek terbesar dalam genusnya yaitu genus Anas.
3. Warna Bulunya Sederhana tapi Elegan

Bulunya didominasi dengan warna cokelat dengan bintik-bintik dan garis-garis berwarna cokelat muda hingga krem. Pada saat terbang, akan terlihat bulu berwarna hijau tua yang dibatasi warna hitam dan putih pada sayap bagian sekunder. Warna ini sangat mencolok dari warna dasarnya. Pada bagian bawah sayapnya berwarna keputihan dengan bulu sayap yang lebih gelap. Selain itu, paruhnya yang berwarna abu-abu kebiruan, mata yang berwarna cokelat tua, serta kaki dan telapak kakinya berwarna cokelat atau oranye, melengkapi betapa elegannya penampilan bebek ini.
Mereka juga mengalami dimorfisme seksual, yang di mana jantan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan betina. Selain itu, dikutip dari Oiseaux-Birds, warna bulu betina sedikit lebih kusam dengan paruh yang lebih pendek, bulu ekor tengah yang tampak lebih pendek dan berujung kekuningan, serta kepala mungkin tampak lebih pucat daripada jantan.
4. Setia pada Satu Pasangan

Meller's Duck dikenal bersifat monogami, yang artinya hubungan antara satu jantan dan satu betina akan bertahan selamanya. Tidak seperti bebek lainnya yang sering meninggalkan betina ketika masa inkubasi, untuk spesies ini, sang pejantan akan selalu setia berada di dekat sarang, sementara betina mengerami telurnya. Pejantan akan sangat teritorial dan agresif pada masa ini, bahkan pejantan akan berkelahi jika ada penyusup ke wilayahnya, walaupun itu spesies yang sama dengannya. Daerah yang menjadi tempat sarang mereka dipertahankan sangat kuat. Maka tak heran jika mereka dikenal sangat setia terhadap pasangannya. Karena sifat kesetiaan yang mereka miliki, jarang sekali kasus perkawinan di luar status pasangan.
5. Asal-usul Nama yang Unik

Tidak hanya penampilan dan perilakunya saja yang unik, asal usul namanya pun tidak kalah uniknya. Nama 'Meller' diambil untuk menghormati seorang ahli botani asal Inggris, yaitu Dr. Charles James Meller (1836-1869). Selain itu, Nama genusnya yaitu 'Anas' berasal dari istilah 'anas, anatis' dalam bahasa Latin yang artinya “bebek”.
6. Mencari Makan Bersama Spesies Lain

Makanan yang mereka makan cukup beragam, dimulai dari biji, tumbuhan air, invertebrata, ikan kecil, lalat chironomid, alga filamen, rumput, hingga padi jika mereka berada di sawah. Seperti kebanyakan spesies bebek, mereka mencari makan dengan mengaduk-aduk lumpur dan membalikkan badan. Selain itu, untuk mencari makan, mereka akan membentuk kelompok mencari makan bersama spesies lain. Dikutip dari Oiseaux-Birds, kelompok campuran spesies ini bisa mencapai 160 hingga 260 ekor bersama di Danau Alaotra. Mereka mencari makan disiang hari. Walaupun dikenal diurnal, tetapi mereka juga mempunyai kebiasaan nokturnal.
7. Populasinya Terus Menurun

Kini mereka telah berstatus terancam punah atau Endangered oleh IUCN, dan populasinya kian menurun. Hal ini bukan tanpa sebab, sebagian habitatnya kini telah hilang dan rusak akibat ulah manusia. Penggundulan hutan secara terus-menerus, alih fungsi rawa menjadi sawah, hingga penurunan kualitas air disungai akibat pencemaran, menjadi faktor utama rusaknya habitat mereka. Selain itu, yang lebih parahnya lagi, mereka banyak diburu untuk kebutuhan manusia. Dilansir dari BirdLife DataZone, dalam wawancara dengan para pemburu di Danau Alaotra menunjukkan sekitar 450 ekor diburu setiap tahun, yang merupakan 18% dari populasi global.
Selain itu, mereka juga sangat rentan terhadap gangguan manusia, apalagi mereka sangat teritorial jika pada saat musim kawin. Setelah kedatangan manusia, mereka akan langsung meninggalkan daerah bersarangnya. Selain akibat manusia, kedatangan beberapa spesies yang menjadi pesaing sumber makanan turut menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup bebek ini.
Kini mereka telah hidup di setidaknya tujuh kawasan lindung. Kawasan ini sangat bermanfaat bagi mereka untuk bisa menaikkan pertumbuhan populasi bebek satu ini. Selain di kawasan lindung, mereka juga hidup di beberapa penangkaran di Eropa dan Amerika Utara. Dan yang perlu kita ketahui bahwa mereka adalah spesies yang diindungi secara nasional.
Meller’s Duck membuktikan bahwa keunikan satwa tidak selalu datang dari warna mencolok atau perilaku ekstrem. Justru lewat kesederhanaan, bebek ini menunjukkan sisi lain dari keanekaragaman hayati Madagaskar. Sayangnya, tekanan dari aktivitas manusia membuat keberadaannya kian terancam. Mengenal fakta unik Meller’s Duck bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk lebih peduli pada satwa yang sering luput dari perhatian.


















