Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Jantar Mantar, Observatorium Raksasa yang Dibangun Tanpa Teleskop
Jantar Mantar (commons.wikimedia.org/Saranya Ghosh)
  • Jantar Mantar dibangun pada abad ke-18 oleh Maharaja Sawai Jai Singh II untuk meningkatkan akurasi pengamatan astronomi dan mendukung kebutuhan kerajaan seperti kalender serta prediksi cuaca.
  • Observatorium ini unik karena seluruh instrumennya dibuat dari batu dan marmer tanpa teleskop, termasuk Samrat Yantra yang menjadi jam matahari batu terbesar di dunia dengan ketelitian tinggi.
  • Dengan arsitektur geometris futuristis dan nilai ilmiah bersejarah, Jantar Mantar diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2010 sebagai bukti kemajuan astronomi kuno India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu membayangkan sebuah observatorium yang dibangun tanpa teleskop? Meski terdengar tidak biasa, konsep itulah yang diterapkan di Jantar Mantar, sebuah observatorium kuno di India yang digunakan untuk mengamati dan mempelajari pergerakan benda-benda langit.

Dibangun pada abad ke-18, Jantar Mantar memiliki berbagai instrumen astronomi berukuran besar yang masih berdiri hingga kini. Selain berperan penting dalam perkembangan astronomi pada masanya, kompleks ini juga dikenal karena bentuk bangunannya yang unik dan tampak futuristis. Yuk, simak 5 fakta unik Jantar Mantar berikut ini.

1. Dibangun oleh maharaja yang terobsesi dengan astronomi

Jantar Mantar dibangun atas prakarsa Maharaja Sawai Jai Singh II. (commons.wikimedia.org/Gerd Eichmann)

Jantar Mantar dibangun oleh Maharaja Sawai Jai Singh II, seorang penguasa Rajputana yang memerintah pada awal abad ke-18. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu astronomi. Di tengah kesibukannya memimpin kerajaan, Jai Singh II tetap meluangkan waktu untuk mempelajari pergerakan benda langit dan berbagai fenomena yang terjadi di langit malam.

Pada masa itu, ilmu astronomi sebetulnya sudah berkembang, tetapi hasil pengamatan yang ada belum selalu akurat. Karena alasan itulah Jai Singh II membangun Jantar Mantar demi menghasilkan perhitungan astronomi yang lebih tepat. Observatorium ini kemudian digunakan untuk mendukung penyusunan kalender, memprediksi cuaca, serta berbagai kebutuhan kerajaan lainnya.

2. Dibangun tanpa teleskop

Instrumen batu di Jantar Mantar digunakan untuk pengamatan tanpa teleskop. (commons.wikimedia.org/Blue cab)

Salah satu hal yang membuat Jantar Mantar begitu unik adalah karena seluruh kompleks ini dibangun tanpa menggunakan teleskop. Padahal, pada masa itu teleskop sudah mulai populer digunakan di berbagai belahan dunia untuk mengamati luar angkasa. Sebagai gantinya, Jantar Mantar mengandalkan instrumen pengamatan raksasa yang dibangun secara permanen menggunakan batu dan marmer.

Instrumen-instrumen tersebut dirancang untuk mengamati posisi Matahari, Bulan, dan bintang secara langsung dengan mata telanjang. Berbeda dengan observatorium modern yang mengandalkan lensa optik dan teknologi digital, metode fisik yang diterapkan di Jantar Mantar tergolong sangat maju pada zamannya dan mampu menghasilkan data yang cukup akurat.

3. Memiliki jam matahari terbesar di dunia

Samrat Yantra, jam matahari terbesar di dunia. (commons.wikimedia.org/Shibnaths2)

Salah satu instrumen paling terkenal di Jantar Mantar adalah Samrat Yantra. Hebatnya, struktur raksasa ini memegang rekor sebagai jam matahari batu terbesar di dunia. Menjadi ikon utama kompleks Jantar Mantar karena ukurannya yang besar, Samrat Yantra memang sengaja dirancang untuk memberikan hasil pengukuran waktu yang jauh lebih presisi daripada jam matahari pada umumnya.

Cara kerjanya memanfaatkan bayangan yang dihasilkan oleh sinar Matahari. Saat Matahari bergerak, bayangannya akan bergeser dan jatuh tepat di atas skala angka yang terpahat di permukaan batu. Meskipun hanya mengandalkan bayangan, Samrat Yantra mampu mengukur waktu lokal dengan tingkat ketelitian hingga sekitar dua detik. Sebuah pencapaian ilmiah yang luar biasa untuk instrumen yang telah berusia ratusan tahun.

4. Bentuk bangunannya tampak futuristis meski berusia ratusan tahun

Bentuk geometris Jantar Mantar membuatnya tampak modern. (commons.wikimedia.org/Prof Ranga Sai)

Jantar Mantar tidak hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga karena arsitekturnya yang unik. Kompleks ini terdiri dari berbagai bangunan dengan bentuk-bentuk geometris, sudut tajam, dan tangga menjulang yang tidak biasa. Sekilas, bentuknya sama sekali tidak mirip dengan observatorium konvensional yang kita kenal sekarang.

Jika bangunan kuno abad ke-18 umumnya memiliki desain tradisional yang penuh ukiran rumit, Jantar Mantar justru menampilkan bentuk yang minimalis, tegas, dan tidak lazim. Tampilannya yang sangat modern membuat tidak sedikit pengunjung yang mengira bahwa kompleks bangunan ini berasal dari zaman masa kini atau merupakan sebuah instalasi seni modern raksasa.

5. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Jantar Mantar diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2010. (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Atas nilai sejarah dan sainsnya yang tak ternilai, Jantar Mantar resmi diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2010. Pengakuan ini diberikan karena kompleks tersebut dinilai sebagai salah satu contoh terbaik dan paling terawat dari tradisi pengamatan astronomi kuno yang berkembang di India.

Keberadaan Jantar Mantar menjadi bukti nyata bagaimana manusia di masa lalu mampu membaca kondisi semesta sebelum hadirnya teknologi modern. Karena nilai sejarah dan pengetahuannya yang penting, Jantar Mantar tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat India, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi dunia ilmiah internasional.

Melalui sejarah, metode pengamatan, hingga berbagai instrumen yang dimilikinya, Jantar Mantar menunjukkan betapa majunya pemahaman astronomi pada masanya. Tak heran jika observatorium ini dikenal sebagai salah satu peninggalan astronomi paling unik di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article