Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Burung Pleci, Burung Berkacamata dengan Telur Kebiruan

5 Fakta Burung Pleci, Burung Berkacamata dengan Telur Kebiruan
Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Yudi Ding)
  • Pleci adalah burung dari marga Zosterops, dikenal lewat lingkaran mata menyerupai kacamata. Tubuhnya kecil, sekitar 8–11 cm, berwarna beragam, dan mampu menirukan suara.
  • Indonesia memiliki setidaknya 30 spesies Zosterops yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Pleci hidup berkelompok di hutan, perkebunan, serta taman kota, dan memakan serangga, buah, serta nektar.
  • Pleci bertelur 2–5 butir berwarna biru pucat antara Januari–Oktober. Populasinya di alam menurun akibat perburuan, perdagangan, kerusakan hutan, dan predator baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia dikenal sebagai tempat yang memiliki keanekaragaman hayati termasuk burung. Mulai yang super besar hingga yang kecil dan lucu bersarang di hutan-hutan di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian karena corak matanya yang unik adalah Burung Pleci.

Burung dengan corak mata mirip kacamata ini, juga memiliki keindahan suara yang membuat betina bertekuk lutut. Itu baru satu fakta Burung Pleci yang menarik pecinta burung. Selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya tentang Burung Pleci yang bisa diketahui lewat artikel ini.

  1. 1. Kenalan dengan Burung Pleci

    Ilustrasi burung pleci
    Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Rajesh S Balouria)

    Bagi pecinta burung, pasti kenal dengan Burung Pleci. Burung satu ini punya ciri khusus di bagian mata yang mirip dengan kacamata sehingga dinamakan Burung Pleci. Pleci sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya kacamata.

    Namun, perlu diingat kalau nama pleci bukan nama ilmiah. Dalam klasifikasi biologinya, pleci merupakan marga Zosterops. Untuk lengkapnya, pleci masuk dalam Kerajaan Animalia, Filum Chordata, Kelas Aves, Bangsa Passeriformes, Famili Zosteropidae dan Marga Zosterops.

  2. 2. Spesies Zosterops di Indonesia

    Ilustrasi burung pleci
    Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Klub Boks)

    Berdasarkan Bird of Colombia, genus Zosterops dibagi lagi menjadi 105 species. Di Indonesia, ada puluhan spesies, berdasarkan Avibase, setidaknya ada 30 spesies Zosterops. Spesies tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Berikut ini wilayah persebarannya berdasarkan Avibase:

    • Sumatra, Kalimantan, Kawasan Sunda: Zosterops atricapilla, Zosterops simplex, Zosterops auriventer, Zosterops melanurus, Zosterops everetti, Zosterops meratusensis, Zosterops flavus.
    • Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya: Zosterops chloris, Zosterops flavissimus, Zosterops atrifrons, Zosterops nehrkorni, Zosterops somadikartai, Zosterops consobrinorum, Zosterops anomalus, Zosterops paruhbesar.
    • Maluku: Zosterops dehaani, Zosterops atriceps, Zosterops buruensis, Zosterops stalkeri, Zosterops kuehni.
    • Nusa Tenggara dan Kepulauan Kai: Zosterops citrinella, Zosterops grayi, Zosterops uropygialis.
    • Papua dan sekitarnya: Zosterops minor, Zosterops fuscicapilla, Zosterops mysorensis, Zosterops novaeguineae.

  3. 3. Ciri-ciri dan keunikannya

    Ilustrasi burung pleci
    Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Sameer Gupta)

    Walaupun Burung Pleci banyak jenisnya, ciri-ciri khusus yang mencolok adalah lingkaran pada bagian mata. Lingkaran seperti kacamata tersebut kebanyakan berwarna merah dengan warna tubuh yang beragam. Umumnya, warna tubuh Burung Pleci kehijauan, hijau kekuningan dengan variasi kuning, putih keabuan dan lain sebagainya.

    Ukuran tubuhnya kecil dengan panjang sekitar 8-11 cm. Burung ini juga dikenal memiliki suara bagus dan bisa menirukan berbagai suara. Oleh karena itu, tak jarang suara Burung Pleci dilombakan oleh penggemar burung.

  4. 4. Habitat, makan dan reproduksi

    Ilustrasi burung pleci
    Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Rajesh S Balouria)

    Selain di Indonesia, Burung Pleci ditemukan di bagian Asia Tropis mulai dari Timur India hingga China. Burung ini hidup dan berkembangbiak di hutan hijau, perkebunan hingga di taman-taman kota. Mereka hidup di ketinggian 1.600-2.700 mdpl secara berkelompok, walaupun saat terbang tak selalu sejenis.

    Burung kecil ini merupakan pemakan serangga kecil, buah-buahan dan nektar sehingga disebut insektivora. Sedangkan perkembangbiakannya, burung ini mulai bertelur dari Januari hingga Oktober. Sekali bertelur berjumlah 2-5 butir dengan ciri khas berwarna biru pucat.

  5. 5. Status konservasi

    Ilustrasi burung pleci
    Ilustrasi burung pleci (pexels.com/Petr Ganaj)

    Sayangnya, jumlah Burung Pleci di alam liar mengalami penurunan kuantitas. Penyebabnya adalah burung ini kerap diburu dan diperdagangkan oleh manusia. Selain itu, kerusakan hutan untuk hidup Burung Pleci juga membuat mendukung status Burung Pleci terancam punah.

    Selain itu masuknya predator baru di habitat Burung Pleci juga berpengaruh terhadap status konservasinya. Beberapa predator yang memangsa Burung Pleci adalah Elang Cuckoo, Burung Fiskal dan burung drongo berekor cabang. Biasanya, saat bahaya mendekat, Burung Pleci akan bersuara untuk memberikan peringatan.

    Dengan mengetahui fakta Burung Pleci, bisa sadar bahwa ada burung-burung unik yang tinggal di Indonesia. Untuk itu, yuk jaga dan rawat hutan Indonesia agar Burung Pleci bisa hidup dan berkembang biak. Sayang, kan kalau burung kecil lucu ini harus punah karena kebakaran hutan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More