Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Jembatan Oberbaum, Landmark Bersejarah di Berlin
Jembatan Oberbaum (Oberbaumbrücke) di Berlin, Jerman. (unsplash.com/derek braithwaite)
  • Jembatan Oberbaum dibangun tahun 1896 bergaya neo-Gotik karya Otto Stahn, dengan dua menara kembar yang melambangkan gerbang air menuju kota Berlin.
  • Selama Perang Dingin, jembatan ini menjadi batas antara Berlin Barat dan Timur serta difungsikan sebagai pos pemeriksaan pejalan kaki sejak 1963.
  • Setelah runtuhnya Tembok Berlin tahun 1989, jembatan direnovasi besar-besaran dan dibuka kembali pada 1995 sebagai simbol persatuan dan perdamaian Berlin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berlin memang gudangnya sejarah. Dulu kota ini sempat terbelah mencekam era Perang Dingin, tapi sekarang sudah berubah total jadi simbol persatuan yang keren banget. Salah satu spot paling ikonik di sana adalah Jembatan Oberbaum, sebuah jembatan megah dua tingkat yang melintasi Sungai Spree.

Penasaran apa saja cerita menarik di balik keindahan landmark kebanggaan Berlin ini? Yuk, langsung kita bahas!

1. Arti namanya sangat unik

Jembatan Oberbaum (Oberbaumbrücke) di Berlin, Jerman. (pexels.com/Hedi GT)

Dilansir Palacina Berlin, Jembatan Oberbaum, atau dalam bahasa Jerman disebut Oberbaumbrücke, punya sejarah nama yang sangat unik. Dahulu kala, tempat ini dipasangi batang pohon besar penuh paku besi yang dibentangkan di atas sungai setiap malam hari. Tujuannya adalah untuk memblokir jalan agar tidak ada kapal penyelundup yang bisa masuk ke wilayah kota.

Dalam bahasa Jerman, kata Baum memang berarti pohon, tapi di sini maknanya lebih condong sebagai pembatas atau penghalang. Karena lokasinya berada di hulu sungai, makanya jembatan ini dinamai "Penghalang Hulu". Uniknya lagi, dulu Berlin juga punya pembatas serupa di bagian hilir sungai yang dikenal dengan nama Unterbaum.

2. Dibangun dengan gaya arsitektur neo-gotik

Dua menara Jembatan Oberbaum (Oberbaumbrücke) di Berlin, Jerman. (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Jembatan Oberbaum yang megah ini selesai dibangun pada tahun 1896 untuk menggantikan jembatan kayu yang lama. Seorang arsitek sekaligus pejabat pemerintah bernama Otto Stahn mendesainnya dengan gaya neo-Gotik. Hasilnya, jembatan ini terlihat sangat estetik dengan banyak dekorasi seperti lengkungan runcing, kubah silang, dan lambang-lambang kota.

Ciri khas yang paling mencolok dari bangunan ini adalah keberadaan dua menara kembar di bagian tengahnya. Meskipun menara tersebut sekarang hanya berfungsi sebagai hiasan, tampilannya dibuat mirip seperti gerbang kota abad pertengahan. Kehadiran menara ini sengaja dirancang untuk mengingatkan kita bahwa lokasi tersebut dulunya adalah gerbang air atau jalur masuk resmi ke kota Berlin.

3. Jembatan dua tingkat untuk transportasi massal

Jalur pejalan kaki di bawah Jembatan Oberbaum. (pexels.com/0xd1ma)

Sejak awal dibangun, Jembatan Oberbaum memang sudah dirancang cerdas dengan memiliki dua tingkat fungsional yang berbeda. Pada tingkat atas, jembatan ini khusus dilewati oleh jalur kereta bawah tanah U-Bahn Berlin, yaitu rute U1 dan U3. Jalur kereta layang ini melintas dengan menghubungkan stasiun Schlesisches Tor dan stasiun Warschauer Straße.

Sementara itu, bagian tingkat bawah jembatan difungsikan penuh sebagai jalur jalan raya bagi masyarakat lokal. Area ini setiap harinya sangat ramai dilewati oleh kendaraan bermotor, pesepeda, hingga orang-orang yang berjalan kaki. Jalur bawah ini menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah Oberbaum Straße di sisi selatan sungai dengan Warschauer Straße di sisi utara.

4. Saksi bisu perang dingin dan batas pemisah berlin

Pos pemeriksaan di Jembatan Oberbaum di Berlin, yang berfungsi sebagai perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat selama pembagian kota. (commons.wikimedia.org/Rudolf Hesse/German Federal Archives)

Jembatan Oberbaum merupakan saksi bisu sejarah kelam Perang Dingin saat Jerman terpecah belah. Setelah Perang Dunia II berakhir, kota Berlin langsung dibagi menjadi empat sektor pendudukan oleh negara pemenang. Posisi jembatan ini pun otomatis berubah menjadi batas wilayah yang memisahkan sektor Amerika di Berlin Barat dan sektor Uni Soviet di Berlin Timur.

Keadaan menjadi semakin mencekam saat Tembok Berlin resmi dibangun pada tahun 1961 silam. Jembatan ini ditutup total untuk semua jenis kendaraan bermotor dan dijaga sangat ketat oleh militer. Akhirnya sejak tahun 1963, fungsinya diubah menjadi pos pemeriksaan perbatasan khusus pejalan kaki dari Berlin Barat yang ingin menengok keluarga mereka di Berlin Timur.

5. Simbol penyatuan kembali berlin

Pemandangan matahari terbenam yang memukau di Berlin, Jerman, yang juga menampilkan Jembatan Oberbaum yang membentang di atas Sungai Spree. (pexels.com/Sabine Otten)

Saat Tembok Berlin runtuh pada tahun 1989, Jembatan Oberbaum langsung direnovasi secara besar-besaran. Proyek ini sengaja dilakukan demi menyambung kembali jalur transportasi kota yang sudah puluhan tahun terputus. Bagian tengah jembatan yang sempat hancur akibat perang akhirnya diganti dengan struktur baja modern hasil rancangan arsitek ternama, Santiago Calatrava.

Proses perbaikan yang memakan waktu beberapa tahun ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat manis. Pada tahun 1995, jembatan bersejarah ini resmi dibuka kembali sepenuhnya untuk lalu lintas kendaraan umum dan kereta U-Bahn. Kini, struktur megah di atas Sungai Spree tersebut berdiri tegak sebagai simbol persatuan dan perdamaian yang paling kuat di Berlin.

Jembatan Oberbaum membuktikan kalau sebuah bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyeberang jalan. Ketika melihat bangunan bata merahnya yang besar, kita bisa langsung tahu dan belajar tentang masa lalu serta perjuangan hidup warga Berlin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article