Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Burung yang Memiliki Tarian Kencan Paling Memukau, Bak Penari Balet!

5 Burung yang Memiliki Tarian Kencan Paling Memukau, Bak Penari Balet!
Burung grebe (pexels.com/Yudi)
Intinya Sih
  • Artikel membahas lima spesies burung dengan tarian kawin paling memukau, termasuk Cenderawasih, Grebe, Booby Kaki Biru, Manakin Bertopi Merah, dan Riflebird Victoria.
  • Tiap burung jantan menampilkan gerakan unik seperti mengepakkan sayap, berlari di air, hingga mengangkat kaki berwarna cerah untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.
  • Tarian ini bukan sekadar hiburan visual, tetapi strategi penting menunjukkan kesehatan, kekuatan genetik, dan kelayakan pejantan sebagai pasangan reproduksi yang ideal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ritual kawin adalah momen paling ditunggu oleh burung-burung. Jauh sebelum musimnya tiba, mereka sudah mempersiapkan mental dan fisik untuk tampil di hadapan burung betina. Persis layaknya peserta nari yang akan tampil di depan dewan juri, yang mana betina akan mengamati dengan seksama tarian mana yang paling membuatnya jatuh cinta.

Untuk bisa tampil menari, maka dibutuhkan tenaga, koordinasi, dan bulu yang sehat. Burung yang tubuhnya terllau gemuk atau mengalami stres biasanya gugur dalam seleksi karena dianggap kurang menarik. Burung jantan akan melakukan gerakan berulang, beberapa dari mereka bahkan mempersembahkan ranting sebagai hadiah pada betina. Pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam burung-burung yang tampil memukau di alam liar. Berikut 5 burung yang memiliki tarian paling epik!

1. Burung Cenderawasih

Burung Cenderawasih
Burung Cenderawasih (commons.wikimedia/JJ Harrison)

Burung Cenderawasih menunjukkan gerakan mengangguk, mengepakkan sayap, dan berputar-putar yang tampak begitu menawan. Pertunjukan teatrikal burung ini telah dilakukan oleh lebih dari tiga lusin spesies, yang sebagian besar ditemukan di wilayah hutan hujan Papua Nugini, Indonesia, dan Australia bagian Utara. Tarian yang heboh dan kostum yang rumit adalah bagian dari strategi perkawinan yang digunakan oleh burung jantan berwarna cerah untuk memamerkan kejantanannya kepada betina.

Perilaku yang mencolok ini termasuk ciri khas sebagian besar kelompok burung yang 'poligini', termasuk burung cendrawasih. Poligini berarti bahwa pejantan yang berperilaku promiskuitas mencoba untuk kawin dengan lebih dari satu betina dalam setiap siklus perkawinan. Dan untuk menarik betina, dan mengalahkan pejantan lain, mereka membutuhkan penampilan yang sangat mencolok.

Yang menambah daya tarik burung cendrawasih jantan adalah nyanyiannya. Burung cendrawasih jantan mengeluarkan suara keras untuk membujuk cendrawasih betina agar mendekat. Dan sebagai tambahan dari suara-suara tersebut, mereka juga mengeluarkan suara-suara non-vokal sebagai bentuk rayuan. Menghasilkan suara 'woosh' yang kuat saat mereka membuka sayap, beberapa ahli onitologi menduga bahwa gerakan burung cendrawasih jantan dimaksudkan untuk memperkuat suara

Setelah cendrawasih jantan menyelesaikan pertunjukan dramatisnya, dan ketika burung betina memutuskan bahwa mereka bersedia kawin, burung-burung tersebut sudah mendekati saat-saat terakhir dari masa kawin mereka. Bahkan, sebagian besar burung cendrawasih jantan langsung terbang usai kawin, dan sepenuhnya mengabaikan proses pengasuhan anak. Cenderawasih hidup di lingkungan yang relatif bebas dari predator lain, yang mana menjadi kesempatan bagi burung rumit untuk mengekspresikan tariannya tanpa merasa terancam.

2. Burung Grebe

Burung grebe
Burung grebe (pexels.com/Yudi)

Ketika sepasang burung Grebe Barat memutuskan sudah waktunya untuk kawin, mereka bersuara keras dan saling mendekati. Masing-masing burung melengkung, lalu meluruskan lehernya yang panjang dengan anggun. Kemudian mereka saling berhadapan, leher di permukaan air, paruh mereka mengibaskan tetesan air. Jika ketertarikan menang, mereka bergegas bersama dan meluncur melintasi air, berlari di permukaan berdampingan. Berdiri tegak dengan leher terangkat tinggi dan kaki berputar seperti baling-baling, mereka tidak lagi terlihat seperti burung grebe - lebih seperti peserta balet.

3. Bobby Kaki Biru

Burung Bobby Kaki Biru
ilustrasi burung bobby kaki biru (commons.wikimedia/Ndecam)

Bagian paling mencolok dari burung booby kaki biru adalah bagian kaki yang berwarna biru cerah, ini bukan sekadar daya tarik visual, tetapi juga merupakan sinyal kuat kesehatan dan vitalitas. Warna cerah tersebut berasal dari pigmen yang ditemukan dalam makanan mereka, terutama dari ikan segar seperti sarden. Semakin pekat warna birunya, maka semakin sehat burung tersebut.

Saat musim kawin tiba, burung jantan biasanya mengangkat dan memamerkan kakinya seolah-olah mengumumkan bahwa dirinya kuat, cukup makan, dan pasangan yang baik. Kemudian betina akan mengamati dengan seksama, di mana betina-betina ini sangat selektif dalam memilih pasangan. Kaki birunya menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang kuat dan akses terhadap makanan berkualitas, yang mana ini adalah ciri-ciri penting untuk bertahan hidup dan reproduksi yang sukses.

Di Kepulauan Galapagos, tarian pacaran burung booby berkaki biru adalah pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan, pertunjukan yang disusun dengan cermat, di mana setiap gerakannya mengandung tujuan. Selama musim kawin, pejantan harus memikat, terkadang bersaing ketat dengan pejantan lain, untuk mendapatkan perhatian betina.

Tarian diawali dengan kaki yang melangkah tinggi. Jantan mengangkat satu kaki biru cerahnya secara bergantian, dengan sengaja dan perlahan, memastikan ciri khasnya yang mencolok tak terlewatkan. Ia sering berhenti sejenak untuk mengarahkan paruhnya ke langit sembari mengepakkan sayap, menciptakan pose dramatos yang persis seperti patung. Ditambah siulan dan panggilan lembut mengiringi gerakan tersebut, membantu menarik perhatian betina di dekatnya.

Sebagai tanda awal komitmen, jantan kemudian memberikan hadiah kepada booby betina berupa ranting sebagai bentuk persembahan. Jika si betina tidak yakin, pertunjukan berlanjut. Si jantan meningkatkan pertunjukannya dengan mengangkat sayap, menatap langit, dan memperlihatkan kaki birunya lagi dalam upaya baru untuk membuktikan kebugarannya. Selanjutnya, jika si betina tertarik, maka ia akan meniru beberapa gerakan tersebut, mengangkat sayap, dan merespons secara vokal. Pertukaran timbal balik ini memungkinkan kedua burung untuk menilai kecocokan sebelum kawin.

4. Burung Manakin Bertopi Merah

Manakin Baertopi Merah
Manakin Bertopi Merah (commons.wikimedia/Dominic)

Burng manakin bertopi merah (Ceratopipra mentalis) paling mudah dikenal dari kepalanya yang berwarna merah. Namun, yang paling mengesankan dari burung ini adalah kemampuannya dalam hal menari. Burung itu menari dimulai dengan berdiri di dahan sebelum memutar tubuh untuk memamerkan bulu hitamnya yang ramping dan kaki kuningnya. Dalam hitungan milidetik, bulu ekornya bergerak naik turun saat bergerak.

Burung manakin bertopi merah akan menari untuk menarik pasangan. Mereka akan berkumpul di sebuah lek untuk berjalan mundur, menari, dan mengepakkan sayapnya di dahan, yang berfungsi sebagai panggung sementara. Semua itu dilakukan untuk mencoba menarik perhatian betina dan menemukan pasangan. Mereka bahkan akan menambahkan efek suara untuk lebih memikat para betina. Jika betina menyukai apa yang dilihatnya, ia akan bergabung dengan jantan untuk menari lebih lanjut.

Menariknya, manakin jantan bertopi merah juga menarik pasangan dengan bulunya. Manakin betina sebagian besar berwarna hijau zaitun, tanpa bulu merah di kepala atau warna kuning di paha. Dengan penampilan menawan dan gerakan tarian bak bintang pop, manakin jantan membuat betina sulit untuk menolak.

5. Burung riflebird Victoria

Burung riflebird Victoria
Burung riflebird Victoria (commons.wikimedia/charles)

Burung riflebird victoria biasanya ditemukan di Australia, di bagian timur laut Queensland. Selain itu, mereka tidak bermigrasi selama musim dingin seperti beberapa burung dan hewan lainnya. Burung ini termasuk dalam spesies burung cendrawasih. Bulu burung jantan dewasa dicirikan dengan warna hitam dan bulu dadanya berwarna biru kehijauan. Bagian bawah tubuhnya juga memiliki kilau perunggu dan kuning. Riflebird victoria biasanya memakan serangga kecil, seperti laba-laba, atau bahkan buah.

Musim kawin berlangsung dari bulan Juli hingga Desember, dan burung jantan bernyanyi dan memamerkan diri sembari mempertahankan wilayahnya dari saingan jantan lainnya. Untuk memanggil perhatian pasangan, riflebird jantan mengeluarkan suara tinggi dan mengeram. Sesekali mereka juga mencoba menarik lawan jenis dengan menari.

Tarian ini dimulai dengan posisi burung yang tidak bergerak dan diikuti oleh gerakan lain yang menandakan niat kawinnya kepada burung betina. Mereka memutar sayap dan mengayunkan kepala. Kemudian, burung jantan mendekati burung betina dan melakukan gerakan tepukan agresif yang hampir mengenai burung betina.

Demikian 5 burung dengan tarian paling memukau di alam liar. Tarian ini bukan sekadar ajang pamer siapa yang paling keren, tapi untuk menunjukkan pada betina bahwa si jantan sehat, gen bagus, dan bisa menjadi pasangan yang baik. Burung-burung ini mengandalkan pesona sayap, kaki, warna bulu, siulan, dan tarian yang eksotis demi memikat burung betina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More