Kedasih zamrud Afrika (Chrysococcyx cupreus) merupakan spesies burung dari keluarga Cuculidae yang memiliki bulu hijau metalik berkilau bak batu zamrud. Tak hanya cantik, spesies ini juga terkenal karena suara panggilannya yang unik hingga melahirkan berbagai cerita rakyat di banyak negara Afrika. Penasaran apa saja keunikannya? Yuk, kenalan lebih dekat dengan kedasih zamrud Afrika lewat lima fakta berikut!
5 Fakta Kedasih Zamrud Afrika, Suara Panggilannya Punya Banyak Arti

1. Bulu hijau metaliknya membuatnya dijuluki burung zamrud
Alasan burung ini dinamakan kedasih zamrud tentu berasal dari warna bulunya yang berkilau. Dilansir Animalia, burung jantan memiliki kepala dan punggung berwarna hijau metalik mengilap yang tampak berubah-ubah saat terkena sinar matahari. Sementara itu, bagian dada hingga perutnya berwarna kuning cerah sehingga menciptakan perpaduan warna yang sangat kontras.
Berbeda dengan jantan, betina memiliki penampilan yang tidak terlalu mencolok. Bagian punggung betina dipenuhi garis-garis hijau dan cokelat, sedangkan bagian bawah tubuhnya bercorak hijau dan putih. Perbedaan warna antara jantan dan betina ini dikenal sebagai dimorfisme seksual. Perbedaan ini membuat keduanya relatif mudah dibedakan hanya dari penampilannya saja.
2. Hidup hampir di seluruh Afrika Sub-Sahara
Kedasih zamrud Afrika memiliki wilayah persebaran yang sangat luas. Dilansir Birdlife Datazone, burung ini dapat dijumpai di sebagian besar kawasan Afrika Sub-Sahara, mulai dari Senegal dan Gambia di bagian barat hingga Kenya, Tanzania, Uganda, Ethiopia, serta Afrika Selatan di bagian timur dan selatan benua.
Berbicara mengenai habitat, kedasih zamrud Afrika menyukai habitat seperti hutan dataran rendah, hutan riparian di sepanjang sungai, hutan sekunder, hingga kawasan berhutan yang masih memiliki tajuk pohon rapat. Burung ini lebih sering beraktivitas di lapisan tengah hingga bagian atas kanopi sehingga keberadaannya lebih sering diketahui dari suaranya daripada terlihat secara langsung.
3. Suara panggilannya memiliki arti berbeda di setiap daerah
Salah satu hal paling unik dari kedasih zamrud Afrika adalah suara panggilannya. Burung ini mengeluarkan siulan empat nada yang terdengar sangat khas. Menariknya, masyarakat di berbagai wilayah Afrika menafsirkan suara tersebut dengan cara yang berbeda-beda,lho!
Dalam bahasa Zigula, suaranya terdengar seperti kalimat "ayo pergi mandi". Masyarakat Zulu justru mengartikannya sebagai "anak-anak, jangan menikah dulu!", sedangkan dalam bahasa Xhosa, suaranya diibaratkan sedang bertanya, "Di mana para gadis?". Bahkan dalam bahasa Afrikaans, burung ini dijuluki mooimeisie atau "gadis cantik". Keunikan inilah yang membuat kedasih zamrud Afrika begitu lekat dengan cerita rakyat di berbagai daerah.
4. Gemar memakan ulat berbulu yang dihindari burung lain
Kedasih zamrud Afrika biasanya mengonsumsi makanan berupa serangga, mulai dari semut hingga ulat dan sesekali buah-buahan. Berbicara mengenai diet ulatnya, burung ini terbilang berani untuk memakan ulat berbulu yang biasanya dihindari burung lain, lho. Ulat bulu sering dihindari karena bulunya bisa menyebabkan iritasi saat dimakan. Menariknya, kedasih zamrud Afrika punya strategi cerdik untuk menyiasati hal tersebut. Ia tidak langsung menelan ulat berbulu mentah-mentah. Ia akan menghilangkah bulu ulat tersebut sebelum memakannya. Burung ini akan membanting-banting atau menggesek-gesekkan ulat berbulu ke dahan pohon untuk menghilangkan bulu-bulu halus dan kelenjar racun agar aman saat dimakan. Cerdik sekali, bukan?
5. Tidak membangun sarang sendiri
Seperti kebanyakan anggota keluarga kedasih, spesies ini merupakan parasit sarang. Parasit sarang adalah istilah yang diberikan kepada spesies burung yang tidak membangun maupun mengerami sarangnya sendiri. Spesies burung ini justru menitipkan telurnya ke sarang burung lain agar dierami dan dibesarkan oleh induk angkat. Terdengar cukup licik yah.
Kedasih zamrud Afrika diketahui berkembang biak ketika musim hujan tiba, umunya di bulan September hingga Maret. Dalam satu musim berkembang biak, seekor dapat menghasilkan rata-rata 19–25 butir telur. Jumlah yang terbilang cukup banyak untuk satu ekor burung. Betina akan menitipkan telur-telurnya ke banyak sarang burung lain untuk memperbesar peluang hidup keturunannya.
Itulah lima fakta menarik kedasih zamrud Afrika. Mulai dari bulunya yang berkilau seperti batu zamrud, suara panggilan yang memiliki banyak makna dalam budaya Afrika, hingga kebiasaannya menitipkan telur di sarang burung lain, spesies ini menjadi salah satu burung unik yang dimiliki benua Afrika. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu mengenai dunia burung yang begitu luas dan menakjubkan.