5 Fakta Vijayanagara, Ibu Kota Terkaya India yang Kini Jadi Reruntuhan

- Vijayanagara pernah menjadi ibu kota kerajaan Hindu besar di India Selatan antara abad ke-14 hingga ke-16, dikenal karena kemakmuran, tata kota megah, dan peran pentingnya dalam kebudayaan regional.
- Kawasan Hampi menampilkan perpaduan unik antara lanskap alam Sungai Tungabhadra dengan arsitektur Dravida yang megah, menjadikannya Situs Warisan Dunia UNESCO yang mencerminkan harmoni manusia dan alam.
- Lebih dari 1.600 peninggalan bersejarah masih tersisa di Hampi, menggambarkan kejayaan ekonomi dan politik Vijayanagara sebelum hancur akibat penaklukan pada tahun 1565 setelah Pertempuran Talikota.
Vijayanagara pernah menjadi salah satu kota terbesar dan paling makmur di India pada masa abad keempat belas hingga keenam belas. Kota ini berdiri di kawasan yang kini dikenal sebagai Hampi di negara bagian Karnataka. Sisa peninggalannya masih memperlihatkan jejak sebuah pusat kekuasaan yang pernah memiliki pengaruh besar di India Selatan.
Kejayaan Vijayanagara tidak hanya tercermin dari ukuran kotanya, tetapi juga dari kemegahan bangunan, tata kota, dan kekayaan para penguasanya. Menurut UNESCO, para pangeran Vijayanagara yang sangat kaya membangun kuil dan istana yang mengagumkan para pelancong pada masanya. Kini, sebagian besar kejayaan tersebut hanya dapat disaksikan melalui reruntuhan yang menyimpan banyak kisah menarik.
1. Pernah menjadi ibu kota kerajaan besar Hindu

Menurut UNESCO, Hampi merupakan lokasi bekas ibu kota Kekaisaran Vijayanagara yang berkembang antara abad keempat belas hingga keenam belas. Kota ini menjadi pusat pemerintahan dari kerajaan Hindu besar terakhir di kawasan tersebut. Keberadaannya menunjukkan tingkat perkembangan politik dan sosial yang tinggi pada masanya.
Dilansir dari Government of India Ministry of Culture, Vijayanagara dikenal melalui kuil-kuil Dravida yang megah, istana-istana kerajaan, dan kawasan pasar yang ramai. Kemakmuran kota ini menjadikannya salah satu pusat kebudayaan dan kekuasaan paling menonjol di India Selatan. Jejak kejayaan tersebut masih terlihat melalui berbagai struktur yang tersisa hingga sekarang.
2. Dibangun di lanskap alam yang unik

Menurut UNESCO, kawasan Hampi berada di lembah Sungai Tungabhadra yang dikelilingi perbukitan batu dan hamparan dataran terbuka. Lanskap alam ini menjadi bagian penting dari karakter kota kuno tersebut. Tata ruang kota dirancang selaras dengan kondisi lingkungan sekitarnya.
Perpaduan antara elemen alam dan bangunan buatan mampu memberikan pemandangan yang sangat khas. Berbagai kompleks keagamaan, kawasan kerajaan, dan sistem pertahanan dibangun menyatu dengan bentang alam yang ada. Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan Hampi diakui sebagai Situs Warisan Dunia.
3. Menyimpan lebih dari 1.600 sisa bangunan bersejarah

Menurut UNESCO, lebih dari 1.600 peninggalan masih bertahan di kawasan bekas ibu kota Vijayanagara. Peninggalan itu mencakup benteng, kuil, aula berpilar, gerbang, kandang, bangunan peringatan, serta berbagai struktur pengelolaan air. Jumlah tersebut menunjukkan skala kota yang sangat besar dan kompleks pada masa kejayaannya.
Dilansir dari UNESCO, temuan arkeologi di lokasi ini juga memperlihatkan tingkat kemakmuran ekonomi dan kedudukan politik yang pernah dimiliki kerajaan tersebut. Sisa bangunan yang tersebar membantu para peneliti memahami bagaimana kehidupan perkotaan berlangsung berabad abad lalu. Banyak struktur itu masih menjadi objek penelitian hingga kini.
4. Menampilkan puncak arsitektur Vijayanagara

Menurut UNESCO, arsitektur Dravida berkembang pesat di bawah pemerintahan Vijayanagara. Gaya ini ditandai oleh bangunan berukuran besar, kompleks tertutup, serta menara tinggi di pintu masuk yang dihiasi pilar dekoratif. Pengaruhnya masih dapat ditemukan di berbagai wilayah India Selatan.
UNESCO menjelaskan bahwa Kompleks Kuil Vitthala dianggap sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Vijayanagara. Kompleks tersebut memiliki jalan lebar untuk arak arakan kereta upacara, bangunan upacara, tangga air, dan jaringan saluran air. Keberadaan unsur unsur tersebut menunjukkan tingkat perencanaan dan keterampilan konstruksi yang sangat maju.
5. Hancur setelah penaklukan tahun 1565

Menurut UNESCO, nasib Vijayanagara berubah drastis setelah Pertempuran Talikota pada tahun 1565. Kota ini ditaklukkan oleh konfederasi Muslim dari wilayah Dekkan. Setelah itu, kawasan tersebut mengalami penghancuran besar yang mengakhiri masa kejayaannya.
Melansir National Geographic, kota tersebut dijarah selama berbulan bulan sebelum akhirnya ditinggalkan. UNESCO juga mencatat bahwa penjarahan berlangsung sekitar enam bulan sebelum kawasan itu terbengkalai. Peristiwa tersebut menjadikan Vijayanagara sebagai salah satu contoh penting mengenai runtuhnya sebuah pusat peradaban besar yang pernah sangat makmur.
Reruntuhan Vijayanagara di Hampi memperlihatkan bagaimana sebuah kota dapat tumbuh menjadi pusat kekuasaan, kebudayaan, dan kemakmuran sebelum akhirnya mengalami kehancuran. Lanskap alam yang khas, ribuan peninggalan arkeologi, serta pencapaian arsitekturnya masih menjadi saksi kejayaan masa lalu. Hingga kini, kawasan tersebut tetap menjadi sumber penting untuk memahami sejarah dan warisan budaya India Selatan.















![[QUIZ] Dari Sel Tubuh yang Paling Menarik Menurutmu, Ini Pola Kerjamu](https://image.idntimes.com/post/20210807/cells-1872666-1280-008bf56d4636606c21fed4532f76cea5.jpg)




