Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Long Pink Disa, Anggrek Cantik Penghuni Pegunungan Afrika
anggrek disa crassicornis (commons.wikimedia.org/Hlengiwe Mtshali)
  • Long Pink Disa atau Disa crassicornis adalah anggrek darat berumbi dari Afrika bagian selatan, dengan siklus hidup yang didukung organ penyimpan bawah tanah.

  • Spesies ini tumbuh di Cape Provinces, KwaZulu-Natal, dan Lesotho, pada padang rumput, hutan tepi sungai, tepian batu, hingga rawa di ketinggian 600–2.700 meter.

  • Bunganya dapat berwarna merah muda, berukuran sekitar lima sentimeter, tersusun dalam perbungaan 10–30 sentimeter, serta Disa crassicornis kini menjadi nama ilmiah sahnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Long Pink Disa (Disa crassicornis) merupakan anggrek darat yang berasal dari Afrika bagian selatan. Spesies ini termasuk geofit berumbi, sehingga sebagian penting dari siklus hidupnya berlangsung melalui organ bawah tanah yang membantu tanaman bertahan pada kondisi lingkungan tertentu. Persebaran alaminya mencakup Cape Provinces, KwaZulu-Natal, dan Lesotho, membuatnya menjadi salah satu anggota genus Disa yang menghuni kawasan pegunungan Afrika bagian selatan.

Anggrek ini dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari padang rumput dan hutan tepi sungai hingga tepian batu dan kawasan rawa. Beberapa sumber botani mencatat keberadaannya pada ketinggian sekitar 600 hingga 2.700 meter, sehingga spesies ini mampu hidup pada lingkungan pegunungan yang cukup beragam. Berikut lima fakta menarik Long Pink Disa, anggrek cantik penghuni pegunungan Afrika.

1. Merupakan anggrek darat yang tumbuh dari umbi

anggrek disa crassicornis (inaturalist.org/Brendan Cole)

Long Pink Disa termasuk kelompok anggrek darat yang memiliki organ penyimpan di bawah tanah. Dilansir Plants of the World Online, Long Pink Disa digolongkan sebagai tuberous geophyte, yaitu tumbuhan yang memiliki struktur seperti umbi dan menjalani sebagian siklus hidupnya melalui organ tersebut. Adaptasi ini menjadi bagian penting dari cara spesies tersebut bertahan dan kembali tumbuh ketika kondisi lingkungan mendukung.

Berbeda dengan banyak anggrek tropis yang sering dibayangkan hidup menempel pada pepohonan, Long Pink Disa tumbuh langsung dari tanah. Batangnya dapat memiliki beberapa daun berbentuk sempit dan meruncing yang tersusun di sepanjang bagian bawah hingga pertengahan batang. Kebiasaan tumbuh tersebut membuatnya lebih tepat disebut sebagai anggrek terestrial atau anggrek tanah.

2. Bunganya dapat berwarna merah muda

anggrek disa crassicornis (inaturalist.org/desiredarling)

Salah satu daya tarik Long Pink Disa adalah bunga yang dapat muncul dalam bentuk berwarna merah muda. Mengutip The Journal of the International Association for Plant Taxonomy, adanya pink flower form pada Long Pink Disa, dengan bunga berukuran sekitar lima sentimeter. Warna tersebut memberikan tampilan kontras terhadap lingkungan hijau padang rumput atau kawasan pegunungan tempat tanaman ini tumbuh.

Bunga-bunganya tersusun dalam perbungaan yang dapat mencapai panjang sekitar 10 hingga 30 sentimeter. Dalam satu perbungaan dapat muncul beberapa hingga banyak bunga, sehingga ketika sedang mekar tanaman ini terlihat cukup mencolok dibandingkan vegetasi di sekitarnya. Spesies ini juga dilaporkan memiliki bunga yang beraroma, menambah karakter menarik dari struktur reproduktifnya.

3. Dapat hidup di ketinggian hingga 2.700 meter

anggrek disa crassicornis (inaturalist.org/Brendan Cole)

Long Pink Disa memiliki rentang habitat yang cukup luas untuk ukuran sebuah anggrek darat. Pacific Bulb Society menyebutkan bahwa spesies ini dapat ditemukan pada ketinggian sekitar 600 hingga 2.700 meter, termasuk di kawasan pegunungan Afrika bagian selatan. Kemampuan hidup pada rentang elevasi tersebut membuatnya dapat ditemukan dari wilayah dataran tinggi yang relatif rendah hingga lingkungan pegunungan yang jauh lebih tinggi.

Habitatnya juga tidak terbatas pada satu tipe lingkungan saja. Long Pink Disa tercatat tumbuh di padang rumput, hutan tepi sungai, tepian batu, dan kawasan rawa di Lesotho serta Afrika Selatan. Keragaman habitat tersebut menunjukkan bahwa spesies ini mampu memanfaatkan sejumlah lingkungan lembap maupun terbuka di kawasan pegunungan.

4. Memiliki beberapa nama ilmiah yang pernah digunakan

anggrek disa crassicornis (inaturalist.org/Brendan Cole)

Sejarah penamaan Long Pink Disa ternyata cukup menarik karena Disa crassicornis memiliki beberapa nama ilmiah yang pernah digunakan sebagai sinonim. Dilansir Plants of the World Online, Disa jacottetiae, Disa megaceras, dan Disa oliveriana sebagai sinonim heterotipik yang berkaitan dengan spesies ini. Keberadaan nama-nama tersebut menunjukkan bahwa pemahaman ilmiah mengenai suatu spesies dapat berubah seiring penelitian dan peninjauan taksonomi.

Nama Disa crassicornis sendiri pertama kali dipublikasikan oleh John Lindley pada 1838. Saat ini, Disa crassicornis sebagai nama spesies yang sah, sementara nama-nama lain ditempatkan sebagai sinonim. Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa identitas ilmiah tanaman dapat memiliki perjalanan panjang sebelum batas taksonominya menjadi lebih jelas.

5. Tumbuh di Afrika Selatan dan Lesotho

anggrek disa crassicornis (inaturalist.org/Brendan Cole)

Persebaran alami Long Pink Disa berada di kawasan Afrika bagian selatan. Spesies ini berasal dari Cape Provinces dan KwaZulu-Natal di Afrika Selatan serta Lesotho. Wilayah persebaran tersebut mencakup sejumlah kawasan pegunungan yang memiliki padang rumput, lereng berbatu, lembah, dan habitat lembap yang sesuai bagi anggrek darat.

Keberadaannya di beberapa wilayah dengan kondisi lingkungan yang berbeda menunjukkan bahwa Long Pink Disa memiliki hubungan kuat dengan lanskap pegunungan Afrika bagian selatan. Meski begitu, nama umumnya tidak selalu seragam karena spesies ini juga dikenal sebagai Thick Horned Disa dalam sejumlah sumber botani. Perbedaan nama umum tersebut tidak mengubah identitas ilmiahnya sebagai Disa crassicornis.

Long Pink Disa menunjukkan bahwa anggrek tidak selalu identik dengan tanaman yang hidup menempel di pepohonan atau berasal dari hutan tropis. Sebagai anggrek darat berumbi, spesies ini justru menghuni beragam lingkungan pegunungan Afrika bagian selatan dan dapat tumbuh hingga ketinggian 2.700 meter. Bunga merah mudanya, habitat yang beragam, serta sejarah taksonominya membuat Long Pink Disa menjadi salah satu anggrek liar yang menarik untuk dikenal lebih jauh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article