Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Maccoa Duck, Bebek Endemik Afrika dengan Paruh Biru Unik

5 Fakta Maccoa Duck, Bebek Endemik Afrika dengan Paruh Biru Unik
maccoa duck (ebird.org/Nathaniel Dargue)
Intinya Sih
  • Maccoa duck adalah bebek penyelam endemik Afrika dengan paruh biru mencolok pada jantan, tubuh kompak, dan ekor kaku yang sering ditegakkan saat berenang.
  • Spesies ini hidup di danau serta rawa dataran tinggi Afrika timur dan selatan, namun populasinya menurun akibat polusi, konversi lahan, dan perubahan iklim.
  • IUCN menetapkan maccoa duck berstatus Endangered; perlindungan lahan basah dan pengelolaan kualitas air jadi kunci menjaga kelestariannya di alam liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Maccoa duck (Oxyura maccoa) adalah salah satu bebek penyelam paling unik yang berasal dari Afrika bagian timur dan selatan. Ciri paling mencoloknya adalah paruh berwarna biru cerah pada jantan saat musim kawin, kontras dengan tubuh cokelat gelap dan ekor kaku yang sering ditegakkan. Penampilannya yang khas membuat spesies ini mudah dikenali, meski populasinya gak sebanyak bebek air tawar pada umumnya.

Sebagai burung air endemik kawasan Afrika, maccoa duck punya adaptasi menarik yang membuatnya mampu bertahan di danau dan rawa dataran tinggi. Sayangnya, tekanan habitat dan pencemaran air membuat keberadaannya semakin rentan di beberapa wilayah. Mengenal fakta-fakta detail tentang spesies ini bisa membuka wawasan soal keanekaragaman hayati Afrika yang luar biasa. Yuk, kenali lebih dekat maccoa duck dan pahami kenapa keberadaannya layak dijaga!

1. Ukuran tubuh kompak dengan ciri fisik yang sangat khas

maccoa duck
maccoa duck (ebird.org/Nathaniel Dargue)

Maccoa duck memiliki ukuran tubuh relatif sedang dengan panjang sekitar 48–53 cm. Bobotnya berkisar antara 500-900 gram, tergantung jenis kelamin dan kondisi musim. Posturnya tampak kompak dengan leher tebal dan ekor kaku yang sering ditegakkan saat berenang.

Jantan dewasa saat musim kawin memiliki kepala hitam legam dengan paruh biru terang yang sangat mencolok. Tubuh bagian atas berwarna cokelat tua, sementara bagian bawah cenderung lebih pucat. Betina dan jantan non-breeding memiliki warna lebih kusam dengan paruh abu-abu gelap, sehingga tampak lebih samar di antara vegetasi air.

2. Habitat dan persebaran terbatas di Afrika

maccoa duck
maccoa duck (ebird.org/Garret Skead)

Maccoa duck tersebar di wilayah Afrika bagian timur dan selatan, termasuk Ethiopia, Kenya, Tanzania, serta Afrika Selatan. Spesies ini lebih sering ditemukan di danau air tawar yang dalam, waduk, dan rawa dengan vegetasi tepi yang lebat. Danau dataran tinggi menjadi habitat favorit karena menyediakan sumber makanan dan perlindungan dari predator.

Sayangnya, degradasi habitat akibat polusi, konversi lahan, dan perubahan iklim menjadi ancaman serius. Pencemaran air dari limbah pertanian dan domestik mengganggu kualitas habitat alaminya. Tekanan ini membuat beberapa populasi lokal mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

3. Perilaku menyelam dan ekologi yang adaptif

maccoa duck
maccoa duck (ebird.org/Luke Goddard - Birding Africa)

Maccoa duck termasuk kelompok bebek penyelam sejati yang mencari makan di bawah permukaan air. Spesies ini mampu menyelam cukup dalam untuk mencari invertebrata air seperti larva serangga, moluska, dan krustasea kecil. Teknik menyelamnya efisien dengan dorongan kaki kuat serta ekor kaku yang membantu stabilitas.

Secara ekologis, maccoa duck berperan dalam menjaga keseimbangan populasi organisme air kecil. Aktivitas makannya membantu mengontrol populasi invertebrata tertentu dalam ekosistem danau. Keberadaannya menjadi indikator kualitas air, karena spesies ini sensitif terhadap pencemaran berat.

4. Pola pembiakan yang bergantung pada kondisi air

maccoa duck
maccoa duck (ebird.org/Regard Van Dyk)

Musim pembiakan maccoa duck biasanya mengikuti ketersediaan air dan kondisi habitat yang stabil. Sarang dibuat di antara vegetasi air yang rapat, tersembunyi dari pandangan predator. Betina bertelur sekitar 5–7 butir telur dalam satu periode reproduksi.

Masa inkubasi berlangsung sekitar 25 hari dan sepenuhnya dikerjakan oleh betina. Anak bebek yang menetas sudah mampu berenang dalam waktu singkat, tetapi tetap bergantung pada induk untuk perlindungan. Keberhasilan reproduksi sangat dipengaruhi oleh stabilitas permukaan air dan gangguan manusia di sekitar habitat.

5. Status konservasi dan ancaman populasi

maccoa duck
maccoa duck (ebird.org/Regard Van Dyk)

Menurut International Union for Conservation of Nature atau IUCN, maccoa duck saat ini berstatus Endangered. Artinya, spesies ini masuk kategori kritis yang menghadapi risiko penurunan populasi jika tekanan lingkungan terus berlangsung. Penurunan kualitas habitat menjadi faktor utama yang memengaruhi tren populasinya.

Selain polusi dan hilangnya lahan basah, gangguan manusia dan perubahan iklim turut memberi tekanan tambahan. Upaya konservasi berbasis perlindungan lahan basah dan pengelolaan kualitas air menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan spesies ini. Tanpa perlindungan habitat yang konsisten, maccoa duck berisiko menghadapi ancaman lebih serius di masa depan.

Maccoa duck bukan sekadar bebek dengan paruh biru mencolok, tetapi bagian penting dari ekosistem perairan Afrika. Ukuran tubuh kompak, perilaku menyelam adaptif, serta peran ekologisnya menunjukkan betapa kompleksnya kehidupan satwa air tawar. Ancaman terhadap habitat menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam sangat bergantung pada tindakan manusia. Mengenal spesies seperti maccoa duck berarti ikut menyadari pentingnya menjaga lahan basah sebagai rumah bagi banyak kehidupan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More