Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Marseille, Kota Pelabuhan dengan Identitas Multikultural Kuat

Marseille, Prancis
Marseille, Prancis (unsplash.com/Elisa Schmidt)
Intinya sih...
  • Marseille adalah kota pelabuhan tertua di Prancis, berdiri sejak 600 SM dan menjadi pusat perdagangan penting.
  • Kota ini memiliki identitas multikultural dari perpaduan budaya Eropa, Afrika, dan Timur Tengah yang terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kuliner Marseille mencerminkan keragaman budayanya, dari hidangan ikonik hingga makanan imigran yang mudah ditemukan di pasar lokal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Marseille adalah kota pelabuhan tertua di Prancis yang punya karakter keras, jujur, dan apa adanya. Letaknya di pesisir selatan menghadap Laut Mediterranean membuat kota ini sejak lama jadi titik temu berbagai bangsa. Sejarah panjang perdagangan, migrasi, dan pergerakan manusia membentuk wajah Marseille yang jauh dari kesan kota Prancis yang homogen.

Di balik reputasinya yang kasar dan penuh kontras, Marseille justru menyimpan identitas multikultural yang kuat dan autentik. Kota ini hidup dari percampuran budaya, bahasa, aroma makanan, dan ritme jalanan yang dinamis. Marseille gak berusaha tampil sempurna, tapi justru menarik karena keberagamannya yang nyata dan apa adanya. Yuk, kenali Marseille lebih dekat dan rasakan denyut multikulturalnya lewat fakta-fakta berikut!

1. Kota pelabuhan tertua di Prancis

Marseille, Prancis
Marseille, Prancis (unsplash.com/Carnet de Voyage d'Alex)

Marseille berdiri sejak sekitar 600 SM, saat bangsa Yunani dari Phocaea mendirikan pemukiman bernama Massalia. Sejak awal, kota ini memang dirancang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan penting. Posisi strategis di Laut Mediterranean membuat Marseille cepat berkembang sebagai gerbang masuk Eropa selatan.

Sebagai kota pelabuhan, Marseille terbiasa menerima pendatang dari berbagai wilayah. Pedagang, pelaut, dan imigran datang silih berganti membawa budaya, bahasa, serta tradisi masing-masing. Dari sinilah identitas Marseille terbentuk, sebagai kota yang terbuka, keras, tapi juga sangat hidup.

2. Perpaduan budaya Eropa, Afrika, dan Timur Tengah

Marseille, Prancis
Marseille, Prancis (unsplash.com/Jane Ackerley)

Identitas multikultural Marseille terlihat jelas dari komposisi penduduknya. Kota ini dihuni komunitas besar keturunan Italia, Aljazair, Tunisia, Maroko, Armenia, hingga Komoro. Perpaduan ini terasa nyata di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar label pariwisata.

Di satu jalan, bisa terdengar bahasa Prancis bercampur dialek Arab dan Italia. Di sudut lain, toko roti khas Prancis berdampingan dengan kedai rempah Afrika Utara. Marseille tumbuh sebagai kota yang terbentuk dari migrasi, bukan penyeragaman.

3. Kuliner sebagai cermin identitas multikultural

ilustrasi bouillabaisse
ilustrasi bouillabaisse (commons.wikimedia.org/Sergey A. Demidov)

Marseille punya kuliner yang mencerminkan sejarah dan keragaman budayanya. Hidangan ikonik seperti bouillabaisse lahir dari tradisi nelayan lokal yang memanfaatkan hasil laut segar. Aroma laut, rempah, dan rasa gurih berpadu jadi ciri khas kota pelabuhan ini.

Selain makanan khas Prancis selatan, Marseille juga kaya dengan kuliner imigran. Couscous, falafel, dan roti pipih Timur Tengah mudah ditemukan di pasar lokal. Dari satu piring ke piring lain, identitas multikultural Marseille terasa hidup dan membumi.

4. Wajah kota yang kontras dan autentik

Marseille, Prancis
Marseille, Prancis (unsplash.com/Najib Chari)

Marseille bukan kota yang rapi dan seragam seperti Paris. Gedung tua, pelabuhan sibuk, pasar tradisional, dan kawasan modern berdiri berdampingan tanpa banyak kompromi. Kontras ini justru menjadi ciri khas visual kota.

Beberapa area terlihat keras dan penuh grafiti, sementara kawasan lain menampilkan pantai, museum, dan kafe terbuka. Marseille gak menyembunyikan sisi gelap maupun terangnya. Kejujuran visual ini membuat kota terasa autentik dan penuh karakter.

5. Identitas lokal yang kuat dan penuh kebanggaan

Marseille, Prancis
Marseille, Prancis (unsplash.com/Bananna Wintour)

Warga Marseille dikenal punya rasa bangga yang tinggi terhadap kotanya. Identitas sebagai orang Marseille sering terasa lebih kuat dibanding identitas nasional. Hal ini terlihat dari kecintaan terhadap klub sepak bola Olympique de Marseille dan solidaritas antarwarga.

Semangat lokal ini juga lahir dari sejarah panjang marginalisasi dan perjuangan ekonomi. Marseille membentuk identitas sendiri, terpisah dari stereotip Prancis yang glamor. Kota ini berdiri dengan kepribadiannya sendiri, keras tapi hangat bagi yang mau mengenal lebih dekat.

Marseille adalah kota yang tumbuh dari pertemuan banyak dunia. Identitas multikulturalnya bukan hasil tren, tapi buah sejarah panjang dan kehidupan sehari-hari. Dari pelabuhan, makanan, hingga warganya, Marseille menawarkan pengalaman kota yang jujur dan penuh warna. Kota ini mengingatkan bahwa keberagaman bukan sekadar konsep, tapi denyut hidup yang nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Hewan dengan Organ Sensorik Tambahan yang Jarang Diketahui

14 Jan 2026, 18:15 WIBScience