7 Fakta Unik Makaka Jepang, Ikatan Ibu dan Anak hingga Seumur Hidup!

Makaka Jepang (Macaca fuscata) adalah satu-satunya primata nonmanusia yang hidup paling utara dan mampu beradaptasi dari daerah bersalju hingga hutan tropis.
Warna merah di wajah dan pantat mereka berkaitan dengan pembuluh darah, kondisi fisik, emosi, dan status sosial.
Ikatan ibu dan anak berlangsung seumur hidup dengan dukungan pengasuhan dari anggota kelompok lain.
Kamu tahu makaka jepang? Kamu mungkin lebih mengenal mereka dengan nama monyet salju atau monyet jepang. Primata ini populer karena kebiasaan unik mereka berendam di kolam air panas. Mereka juga satu-satunya primata bukan manusia yang hidup jauh di utara.
Makaka jepang atau Japanese macaque merupakan jenis monyet makaka yang hidup di pulau-pulau utama Jepang. Primata ini sangat ahli beradaptasi di berbagai jenis habitat. Tahukah kamu kalau layaknya manusia, hubungan induk dan anak makaka jepang berlangsung seumur hidup? Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik makaka jepang atau Japanese macaque berikut ini!
1. Apa itu makaka jepang?

Makaka jepang atau Japanese macaque (Macaca fuscata) adalah jenis monyet atau makaka yang tinggal di Jepang. Makaka sendiri merupakan jenis monyet yang hidup di wilayah tropis dan beriklim hangat Dunia Lama. Indonesia punya beberapa jenis makaka asli, seperti monyet dige (M. hecki) dan yaki (M. nigra) asli Sulawesi serta bokoi (M. pagensis) dari Kepulauan Mentawai.
2. Kenapa wajah dan pantat makaka jepang merah?

Salah satu ciri khas makaka jepang adalah kulit wajah dan pantat mereka yang berwarna merah muda. Menurut laman New England Primate Conservancy, warna merah ini berkat pembuluh darah kapiler yang terlihat tepat di bawah kulit. Warna khas ini gak cuma menunjukkan kondisi fisik dan emosi yang dialami makaka jepang, tapi juga status sosial mereka di dalam kelompok. Makin merah wajah mereka, makin tinggi status sosial mereka. Unik banget, ya?
3. Ada yang tinggal di tempat bersalju, ada yang di tempat hangat

Makaka jepang jadi satu-satunya primata bukan manusia yang hidup paling utara di Bumi. Di utara Jepang, makaka jepang hidup di wilayah pegunungan beriklim subarktik. Di wilayah ini, salju bisa setebal satu meter dan suhu mencapai minus 20 derajat celsius. Oleh karena itu, makaka jepang di wilayah ini senang berendam di kolam air panas.
Namun, habitat bersalju bukan satu-satunya habitat makaka jepang. Monyet ini juga tersebar sampai ke ujung selatan Jepang, tepatnya Pulau Yakushima. Habitat di pulau ini berupa hutam tropis beriklim hangat dengan curah hujan tinggi, sangat berbeda dengan populasi yang hidup di utara. Ini jadi bukti kemampuan adaptasi makaka jepang yang luar biasa.
4. Asli Jepang, tapi ada yang tinggal di Texas

Ya, kamu gak salah baca. Ada populasi makaka jepang yang tinggal di Texas. Menurut informasi dari laman resmi Texas Tech University, populasi itu diperkenalkan ke Texas pada 1972 lalu. Habitat semak belukar yang kering di Texas sangat berbeda dari habitat asli makaka jepang. Namun, makaka jepang bisa bertahan hidup hingga saat ini di Texas. Kini, kamu bisa menjumpai populasi makaka jepang di Born Free USA Primate Conservancy. Tertarik berkunjung?
5. Gak pilih-pilih makanan jadi kunci kesuksesan

Tahukah kamu kalau sifat gak pilih-pilih makanan bikin makaka jepang pandai beradaptasi? Ya, makaka jepang merupakan pemakan segala. Makanan dari tumbuhan maupun hewan akan disantap. Menu makanan mereka meliputi apa saja yang tersedia di alam sesuai musim. Kalau tumbuhan lagi langka, makaka jepang gak masalah kalau harus makan fungi atau kulit pohon. Kemampuan menyesuaikan pola makan dengan sumber makanan yang tersedia jadi kunci kelangsungan hidup mereka.
6. Senang tidur di pohon agar aman dari predator
Makaka jepang itu hidup di tanah atau di pohon, ya? Satu hal yang menarik dari makaka jepang ialah monyet ini bisa hidup di tanah dan di pohon. Namun, makaka jepang memang paling sering terlihat beraktivitas di tanah. Pepohonan jadi pilihan tempat beristirahat pada malam hari, apalagi bagi populasi makaka jepang yang satu habitat dengan predator. Makaka jepang paling suka tidur di pohon peluruh supaya terlindungi dari timpaan salju.
7. Ikatan ibu dan anak berlangsung seumur hidup

Layaknya manusia, ikatan ibu dan anak pada makaka jepang berlangsung seumur hidup. Asuhan induk sangat vital bagi keselamatan hidup bayi makaka jepang. Bayi sepenuhnya bergantung pada induk selama 2 tahun kehidupan mereka.
Menurut laman Animal Diversity Web, tingkat kematian bayi makaka jepang terbilang sangat tinggi hingga sebesar 28,4 persen. Namun, kamu gak perlu khawatir. Makaka jepang menunjukkan perilaku alloparenting, anggota kelompok lain turut membantu mengasuh bayi. Bahkan, gak cuma betina, jantan pun kadang terlihat turut menggendong dan melindungi bayi makaka jepang.
Sungguh primata yang menarik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang makaka jepang atau Japanese macaque? Apa kamu tertarik untuk mengamati monyet ini secara langsung di habitat asli mereka?


















