Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menakjubkan Genus Lampropeltis, Ular Pemakan Sesama

5 Fakta Menakjubkan Genus Lampropeltis, Ular Pemakan Sesama
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)
Intinya Sih
  • Genus Lampropeltis dikenal sebagai ular raja pemakan sesama ular, kebal terhadap bisa, dan mampu memangsa berbagai jenis reptil hingga mamalia kecil.
  • Ular ini tidak berbisa dan relatif aman bagi manusia, namun dapat menggigit jika merasa terancam sehingga perlu dihadapi dengan hati-hati.
  • Dikenal berwarna mencolok dan mudah dipelihara, Lampropeltis sering disalahartikan sebagai ular karang berbisa karena kemiripan corak tubuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kata raja biasanya melekat pada hewan berukuran besar atau spesies ganas yang bisa melumpuhkan apapun. Namun, hewan kecil seperti ular juga menyandang kata tersebut, lho. Salah satunya adalah ular dari genus Lampropeltis yang kerap disebut sebagai king snake atau ular raja. Nama tersebut bukan bualan semata karena mencerminkan kebiasaan hingga makanan reptil ini.

Pertama, ia merupakan spesies ular ganas yang makanan utamanya adalah ular lain. Tiap spesies dari genus Lampropeltis juga memiliki warna yang beragam, mulai dari hijau, cokelat, hingga merah yang mencolok. Mau tahu seluk beluk dan berbagai fakta menakjubkan genus Lampropeltis? Kita ulik di bawah ini, yuk.

1. Spesies ophiophagy yang suka memakan ular lain

genus Lampropeltis
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Petr Brož)

Sebagai spesies ophiophagy, makanan utama genus Lampropeltis adalah ular lain. Mau itu ular kecil, tidak berbisa, sampai berbisa tinggi semuanya bisa ia makan. Saat berburu, genus Lampropeltis mengandalkan tiga hal, yaitu giginya yang tajam, lilitan kuat, dan kecepatan tinggi. Tak cuma itu, ia juga kebal terhadap bisa ular lain seperti rattlesnake dan copperhead. Berbagai sumber juga menjelaskan kalau genus Lampropeltis bisa memakan mamalia sampai unggas. Biasanya, hal tersebut akan dilakukan jika ia tak menemukan ular untuk dimakan.

2. Tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia

genus Lampropeltis
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Dilansir San Diego Zoo Animals & Plants, hewan asli Amerika Utara dan Meksiko ini merupakan ular yang tidak berbisa. Namun, ketika merasa terancam atau terpojok ia akan menyerang dan menggigit manusia. Gigitan dari individu dewasa cukup menyakitkan dan bisa menyebabkan luka yang lebar. Jadi, ketika ular ini sudah mendesis, mengangkat kepala, atau menekuk leher kamu harus mundur secara perlahan agar tidak diserang.

3. Mampu tumbuh hingga sepanjang 2 meter

genus Lampropeltis
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Panjang rata-rata ular dari genus Lampropeltis ada di kisaran 1-1.5 meter. Namun, beberapa spesies seperti Lampropeltis californiae (king snake california) mampu mencapai ukuran yang lebih besar. Dilansir CABI Digital Library, king snake california bisa tumbuh hingga mencapai panjang 2 meter. Tak cuma king snake california, Lampropeltis getula (king snake timur) juga punya panjang yang serupa. Karena itu, genus Lampropeltis menyandang gelar sebagai salah satu ular terbesar dan terpanjang di wilayah Amerika Utara.

4. Sering dipelihara karena warnanya yang mencolok

genus Lampropeltis
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Genus Lampropeltis menjadi salah satu ular yang paling populer sebagai peliharaan. Tak hanya di daerah asalnya, bahkan ular ini kerap diimpor ke luar negeri dan diternak oleh banyak orang. Kepopuleran ular ini tak luput dari warna cerah dan coraknya yang bervariasi. Ia punya berbagai perpaduan warna, seperti hitam, putih, merah, sampai hijau. Selain itu, corak garis, bercak, dan tutul juga hadir di tubuh ular ini.

Dilansir The Spruce Pets, genus Lampropeltis cukup mudah dipelihara. Pertama, kamu harus menyiapkan kandang yang luas dan tertutup rapat agar ular merasa nyaman. Suhu juga harus dijaga di angka 21-28° C di siang hari dan 2-5° C di malam hari. Soal makanan, kamu bisa memberi makanan berupa hewan kecil seperti tikus.

5. Sering dikira sebagai ular berbisa tinggi

genus Lampropeltis
genus Lampropeltis (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Laman A-Z Animals menjelaskan bahwa beberapa spesies Lampropeltis kerap dikira sebagai ular karang yang berbisa tinggi. Pasalnya, beberapa spesies Lampropeltis punya tubuh kecil, corak garis, dan warna merah yang sangat mirip dengan ular karang yang berbisa tinggi.

Namun, kamu bisa membedakan mereka dari beberapa ciri. Contohnya, ular karang lebih kecil, pendek, dan ramping dari Lampropeltis. Ular karang juga tidak bisa melilit dan ia berburu dengan cara menyuntikan bisa ke mangsanya. Terakhir, genus Lampropeltis berasal dari famili Colubridae sementara ular karang masuk ke famili Elapidae.

Berbagai fakta menakjubkan genus Lampropeltis memberikan sedikit gambaran terkait kehidupan hewan liar yang keras. Ular tersebut tak hanya hidup, tapi harus bertahan, memakan apapun yang ada, dan mencoba menghindari berbagai ancaman yang bisa datang kapanpun. Karena itu, berbagai fakta yang ia miliki sebenarnya merupakan adaptasi untuk hidup di alam liar yang keras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More