Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Peristiwa Tata Surya yang Diprediksi Terjadi pada Masa Depan

5 Peristiwa Tata Surya yang Diprediksi Terjadi pada Masa Depan
ilustrasi planet di tata surya (unsplash.com/Andrej Sachov)
Intinya Sih
  • Tata Surya akan mengalami perubahan besar, seperti Matahari membesar dan orbit planet berubah.

  • Beberapa fenomena terjadi perlahan, seperti cincin Saturnus menghilang dan Bulan menjauh dari Bumi.

  • Objek luar angkasa dapat masuk dan berpotensi memicu tabrakan yang sulit diprediksi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tata Surya sering dianggap sebagai sistem yang stabil dan tidak banyak berubah. Planet-planet bergerak pada orbit, sementara Matahari menjadi pusat yang tampak konstan. Namun, dalam skala waktu yang sangat panjang, kondisi ini tidak sepenuhnya tetap.

Para ilmuwan menemukan bahwa Tata Surya terus mengalami perubahan, baik secara perlahan maupun dalam bentuk peristiwa besar. Beberapa di antaranya bahkan sudah diprediksi akan terjadi pada masa depan. Lalu, apa saja peristiwa yang diperkirakan akan mengubah wajah Tata Surya suatu hari nanti? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

1. Matahari membesar dan menelan planet yang ada di sekitarnya (±5 miliar tahun lagi)

ilustrasi Matahari
ilustrasi Matahari (pexels.com/Pixabay)

Sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari diprediksi akan mengalami perubahan yang sangat besar. Ia bakal memasuki tahap akhir dalam siklus hidupnya sebagai bintang. Ukurannya akan membesar secara drastis dan memengaruhi planet-planet di sekitarnya.

Mengutip dari NASA, Matahari akan berubah menjadi raksasa merah (red giant), kondisi ketika ukurannya dapat mencapai puluhan hingga ratusan kali lebih besar dari saat ini. Pada fase ini, planet-planet terdekat seperti Merkurius dan Venus diperkirakan akan tertelan. Bumi juga berpotensi mengalami nasib serupa atau setidaknya menjadi terlalu panas untuk menopang kehidupan.

2. Orbit planet berubah dan berisiko tabrakan (miliaran tahun ke depan)

ilustrasi planet di Tata Surya
ilustrasi planet di Tata Surya (unsplash.com/time)

Dalam jangka waktu miliaran tahun ke depan, orbit planet-planet di Tata Surya tidak akan selalu stabil seperti sekarang. Interaksi gravitasi antarplanet dapat menyebabkan perubahan kecil yang terjadi secara perlahan. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada 2022, sistem Tata Surya bersifat dinamis dan cenderung sulit diprediksi dalam jangka panjang.

Artinya, perubahan kecil pada orbit dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih besar seiring waktu. Dalam kondisi tertentu, orbit planet bahkan bisa saling bersilangan. Jika hal ini terjadi, tabrakan antarplanet atau planet yang terlempar keluar dari Tata Surya menjadi kemungkinan yang tidak bisa diabaikan.

3. Cincin Saturnus perlahan menghilang (±100 juta tahun lagi)

ilustrasi Saturnus
ilustrasi Saturnus (unsplash.com/Brano)

Saturnus adalah satu-satunya planet yang memiliki cincin yang tampak jelas di Tata Surya. Cincin ini tersusun dari banyak partikel kecil berupa es dan batuan. Namun, penelitian NASA menunjukkan bahwa partikel-partikel tersebut perlahan “jatuh” ke arah Saturnus.

Proses ini terjadi secara bertahap akibat pengaruh gravitasi planet tersebut. Data dari misi Cassini NASA juga menunjukkan bahwa proses ini memang sedang berlangsung. Jika terus berlanjut, cincin Saturnus diperkirakan akan semakin menipis dan bisa menghilang dalam waktu lebih dari 100 juta tahun ke depan.

4. Bulan semakin menjauh dari Bumi (3,8 cm per tahun)

ilustrasi Bulan
ilustrasi Bulan (pixabay.com/JoanjoCastello)

Bulan ternyata perlahan semakin jauh dari Bumi setiap tahunnya. Mengutip dari Space, jarak Bulan bertambah jauh sekitar 3,8 cm per tahun. Perubahan kecil ini sudah berlangsung selama miliaran tahun.

Prosesnya terjadi karena interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan. Selain itu, efek pasang surut laut di Bumi juga ikut memengaruhi pergerakan orbit Bulan. Jika terus berlanjut, jarak Bulan dan Bumi akan semakin bertambah dalam waktu yang sangat lama.

5. Objek luar masuk ke Tata Surya dan memicu tabrakan besar (tak bisa diprediksi)

ilustrasi asteroid yang berada di luar angkasa
ilustrasi asteroid yang berada di luar angkasa (unsplash.com/Javier Miranda)

Objek luar angkasa seperti asteroid dan komet dapat bergerak masuk ke wilayah Tata Surya bagian dalam. Mengutip dari NASA, benda-benda ini disebut sebagai near-Earth objects (objek dekat Bumi) karena sebagian lintasan mereka bisa mendekati orbit Bumi. Perubahan kecil pada orbit benda-benda ini dapat terjadi akibat pengaruh gravitasi planet-planet besar di sekitar.

Hal ini membuat jalur pergerakan mereka tidak selalu tetap dalam jangka panjang. NASA juga terus memantau ribuan objek tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan risiko tabrakan. Karena sifat mereka yang dinamis, pergerakan objek luar angkasa ini tidak bisa sepenuhnya diprediksi secara pasti untuk masa yang sangat jauh.

Meski sudah diprediksi akan terjadi dalam jutaan hingga miliaran tahun yang akan datang, berbagai peristiwa di Tata Surya ini tetap menunjukkan bahwa alam semesta terus berubah. Proses tersebut memang sangat lambat, tapi tetap berlangsung secara konsisten menurut pengamatan ilmiah. Menurutmu, apakah manusia bisa benar-benar mengantisipasi semua perubahan besar di luar angkasa suatu hari nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More