Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik dari Batu Bara, Sumber Energi Penting!

5 Fakta Menarik dari Batu Bara, Sumber Energi Penting!
ilustrasi batu bara (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Batu bara terbentuk dari sisa tumbuhan prasejarah selama jutaan tahun dan menjadi sumber energi fosil penting sejak revolusi industri.
  • Sekitar 35–40 persen listrik dunia masih dihasilkan dari batu bara, terutama di negara berkembang meski penggunaannya mulai menurun.
  • Pembakaran batu bara menyumbang hampir 40 persen emisi karbon global, namun cadangannya masih melimpah dan mengandung mineral berharga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Batu bara menjadi salah satu sumber energi yang sudah digunakan sejak revolusi industri dan tentu memiliki peran yang sangat penting dalam menyediakan listrik, serta mendukung berbagai kebutuhan di seluruh dunia. Sumber energi fosil ini memang memiliki sejarah yang cukup panjang dalam pembangunan ekonomi global, serta menimbulkan berbagai tantangan tersendiri untuk lingkungan.

Batu bara mungkin menjadi energi tidak terbarukan yang perlu diantisipasi, sehingga tidak bisa mengambilnya terlalu banyak karena akan menimbulkan krisis tersendiri. Kamu bisa menyimak beberapa fakta berikut ini seputar batu bara agar nantinya bisa kamu kenali dengan lebih dekat.

1. Batu bara terbentuk dari jutaan tahun lalu

ilustrasi batu bara (unsplash.com/Paul Arky)
ilustrasi batu bara (unsplash.com/Paul Arky)

Batu bara mungkin disebut sebagai energi kuno karena hal ini berkaitan dengan sistem pembentukannya yang sudah lama. Batu bara tidak terbentuk secara tiba-tiba, sehingga ada proses panjang yang membuat sumber energi yang satu ini terbentuk dan pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai industri.

Dilansir U.S. Energy Information Administration (EIA), batu bara pada dasarnya terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan prasejarah yang tertimbul di dalam tanah untuk durasi jutaan tahun lamanya. Tentu saja proses ini akan melibatkan tekanan dan suhu yang cukup tinggi, sehingga mengubah material organik menjadi batu bara yang pada dasarnya merupakan karbon terkonsentrasi. Hampir rata-rata batu bara yang digunakan saat ini sudah terbentuk pada periode karbon, yaitu sekitar 300 juta tahun yang lalu.

2. Hampir rata-rata produksi listrik masih menggunakan batu bara

ilustrasi batu bara (pexels.com/Marek Piwnicki)
ilustrasi batu bara (pexels.com/Marek Piwnicki)

Listrik tentu saja menjadi kebutuhan penting bagi banyak orang, sehingga penggunaan dan produksinya sangat diperhatikan dengan seksama. Batu bara menjadi salah satu bahan utama dalam proses produksi listrik, bahkan cukup mendominasi untuk berbagai produk listrik di seluruh dunia.

Dilansir IEA, batu bara masih menjadi salah satu dari sumber utama produksi listrik karena 35 hingga 40 persen listrik global dihasilkan dari listrik bertenaga batu bara. Meski memang penggunaannya sudah mulai berkurang di beberapa negara, namun batu bara masih menjadi sumber energi penting terutama di negara-negara berkembang.

3. Batu bara merupakan kontributor emisi karbon terbesar

ilustrasi batu bara (pexels.com/Daniele La Rosa Messina)
ilustrasi batu bara (pexels.com/Daniele La Rosa Messina)

Penggunaan batu bara memang menjadi bagian yang penting untuk keberlangsungan dunia industri saat ini. Namun, ternyata hal ini juga berkaitan dengan emisi yang dihasilkan batu bara ke udara, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab dari risiko pemanasan global dan juga perubahan iklim yang mungkin terjadi.

Dilansir ClientEarth, pembakaran batu bara bisa menghasilkan emisin karbon dikoksida dalam jumlah besar, sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap risiko pemanasan global dan juga perubahan iklim. Rata-rata industri batu bara menyumbang hampir 40 persen dari total emisi karbon dikoksida, sehingga menjadi salah satu sumber utama dari gas rumah kaca.

4. Batu bara memiliki cadangan yang melimpah

ilustrasi batu bara (pexels.com/Tom Fisk)
ilustrasi batu bara (pexels.com/Tom Fisk)

Keberadaan batu bara sebetulnya merupakan sumber energi tidak terbarukan, namun banyak orang yang masih tetap memanfaatkannya karena tersedia cukup banyak. Walau mungkin batu bara menjadi sumber energi yang tidak terbarukan, namun ternyata cadangannya masih cukup banyak untuk saat ini dan inilah yang memang pemanfaatannya masih terus aktif dilakukan.

Dilansir FutureCoal, batu bara diperkirakan memiliki cadangan yang paling melimpah dibandingkan minyak Bumi atau gas alam, bahkan diperkirakan masih cukup hingga lebih dari 100 tahun ke depan. Inilah yang membuat batu bara masih menjadi sumber energi strategis untuk banyak negara dalam memanfaatkannya.

5. Kandungan mineral berharga

ilustrasi batu bara (pexels.com/Dexter Fernandes)
ilustrasi batu bara (pexels.com/Dexter Fernandes)

Setiap sumber energi mungkin memiliki kandungan yang berbeda-beda, termasuk pula dalam hal ini adalah batu bara. Ada berbagai hal yang bisa kamu temukan pada batu bara dan hal ini ternyata tidak hanya terbatas pada karbon, sehingga membuat keberadaannya menjadi salah satu sumber energi yang cukup penting.

Dilansir MDPI, batu bara bukan hanya mengandung karbon, melainkan juga berbagai elemen penting, seperti belerang, nitrogen, hingga logam berat seperti merkuri dan arsenik. Walau pun sebagian besar dari elemen-elemen ini sebetulnya berbahaya untuk lingkungan jika dilepaskan melalui pembakaran, namun bau bara juga mengandung beberapa mineral berharga yang dapat diekstraksi untuk berbagai keperluan industri.

Berbagai fakta di atas akan membuatmu jadi semakin mengenal keberadaan batu bara. Pada dasarnya batu bara memang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan modern, baik itu dari segi penggunaan energi, ekonomi, hingga tantangan pada lingkungan. Batu bara tetap penting untuk berbagai keperluan industri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More