5 Fakta Menarik Empire State Building, Dibangun Hanya Dalam 410 Hari!

- Empire State Building dibangun dalam waktu 410 hari, memecahkan rekor dunia konstruksi.
- Logistik militer dan kereta api miniatur digunakan untuk manajemen material yang presisi.
- Gedung ini menjadi pelindung Manhattan dari sambaran petir dan memegang rekor tertinggi selama 42 tahun.
Empire State Building tetap berdiri kokoh sebagai ikon Manhattan meski usianya kini hampir satu abad. Kecepatan konstruksinya yang hanya memakan waktu 14 bulan menjadi bukti keajaiban arsitektur yang sulit ditandingi, bahkan oleh teknologi bangunan modern di era sekarang.
Proyek raksasa yang mendominasi langit New York ini berhasil diselesaikan dengan ritme kerja luar biasa cepat, yakni rata-rata mencapai 4,5 lantai per minggu. Manajemen logistik yang sangat presisi memastikan setiap material terpasang tepat waktu tanpa ada celah keterlambatan sedikit pun di lapangan. Penasaran? Berikut lima fakta menarik seputar Empire State Building.
1. Kecepatan konstruksi yang memecahkan rekor dunia

Pembangunan Empire State Building merupakan pembuktian dedikasi ribuan pekerja yang berpacu dengan tenggat waktu sangat ketat. Dilansir laman Construction Kenya, seluruh proses pengerjaan mulai dari penggalian fondasi hingga tahap penyelesaian akhir hanya memakan waktu total 410 hari. Proyek ini bahkan sudah mulai berjalan saat gambar desain bangunannya sendiri masih dalam tahap finalisasi demi mengejar target selesai pada Mei 1931.
Kecepatan yang tidak masuk akal ini dimungkinkan berkat sistem kerja dua sif selama 12 jam tanpa henti yang melibatkan ratusan pekerja di setiap sifnya. Kerja keras tim ini membuahkan hasil luar biasa, di mana kerangka baja gedung berhasil mencapai puncak hanya dalam waktu 23 minggu setelah kolom pertama dipasang.
2. Logistik militer dan penggunaan kereta api miniatur

Keberhasilan membangun gedung setinggi ini dalam waktu singkat membutuhkan manajemen material yang sangat presisi layaknya operasi militer. Masih dari laman Construction Kenya, material bangunan dipesan dalam jumlah yang sangat spesifik untuk dua lantai saja dalam sekali kirim agar tidak menumpuk di lokasi Manhattan yang padat.
Untuk mempercepat distribusi di dalam area proyek, pengembang bahkan menggunakan sistem kereta api miniatur guna memindahkan material antarlantai secara efisien. Selain koordinasi material yang ketat, penggunaan teknologi derrick atau derek pengangkat beban berat menjadi kunci utama dalam menyusun rangka baja setinggi 1.048 kaki.
Sebanyak 38 kelompok pekerja keling bekerja bahu-membahu di belakang mesin derek tersebut untuk memastikan setiap sambungan baja terpasang dengan kuat. Ketangkasan logistik dan teknis inilah yang membuat pengerjaan pipa, plesteran, hingga instalasi listrik bisa mengikuti pemasangan rangka baja dengan sangat rapat.
3. Sang pelindung Manhattan dari amukan petir

Sebagai salah satu struktur tertinggi di pusat kota, gedung ini sering kali menjadi jalur utama bagi luapan energi listrik dari langit saat badai melanda. Dilansir laman NYC Microseasons, Empire State Building rata-rata disambar petir sebanyak 25 kali setiap tahunnya, yang secara tidak langsung melindungi area di sekitarnya.
Arus listrik yang sangat panas tersebut diserap dan dialirkan dengan aman melalui rangka baja gedung menuju tanah. Yang menarik, sebuah penelitian pada pertengahan 1930-an mengungkap bahwa gedung tinggi seperti ini dapat memicu pelepasan kilat ke arah langit.
Fenomena unik ini menghasilkan sambaran petir yang bergerak ke atas, mulai dari gedung menuju awan. Meskipun suhu di sekitar sambaran petir bisa mencapai puluhan ribu derajat fahrenheit, struktur tembaga dan marmer di dalamnya tetap terasa dingin dan stabil bagi orang-orang yang berteduh di dalamnya.
4. Pemegang rekor gedung tertinggi selama 42 tahun

Setelah rampung, gedung ini langsung terlibat dalam persaingan sengit untuk memperebutkan gelar bangunan tertinggi di dunia. Dilansir laman New York Harbor Tours, Empire State Building memenangkan persaingan tersebut dan tetap menyandang status tertinggi selama lebih dari empat dekade. Rekor ini berakhir pada tahun 1970 seiring rampungnya pembangunan menara utara World Trade Center.
Secara teknis, gedung ini memiliki ketinggian yang sangat mengesankan yaitu mencapai 1.454 kaki atau sekitar 443,2 meter jika dihitung hingga ke ujung antenanya. Meski saat ini sudah banyak gedung baru yang lebih tinggi, pencapaiannya bertahan sebagai yang nomor satu selama 42 tahun tetap menjadi catatan sejarah yang fenomenal. Hingga hari ini, gedung tersebut masih masuk dalam daftar 100 bangunan tertinggi di dunia.
5. Desain ikonik yang terinspirasi dari bentuk pensil

Tampilan Empire State Building dirancang oleh firma Shreve, Lamb, and Harmon dengan gaya Art Deco yang kuat. Masih dari laman New York Harbor Tours, William Lamb sebagai arsitek utama terinspirasi dari bentuk pensil, terlihat dari sisi bangunan yang lurus memanjang dan semakin meruncing ke arah puncak.
Arsitekturnya memadukan estetika Art Deco dengan prinsip modernisme yang menekankan fungsi dan inovasi. Garis tegas, pola geometris, serta detail dekoratif membuatnya menjadi ikon budaya yang kerap muncul dalam ratusan film dan acara televisi.
Empire State Building memiliki peran penting dalam sejarah arsitektur dan perkembangan New York. Proses pembangunannya, fungsinya dari masa ke masa, serta kehadirannya dalam budaya populer menjadikannya salah satu bangunan paling dikenal di Manhattan.



















