Referensi:
"Can You Really Smell Rain? The Connection Between Your Nose and Weather" ENT&Allergy Associates. Diakses pada Februari 2026
"Can you smell rain? Here's the science behind that earthy scent." News19. Diakses pada Februari 2026
"Did You Know You Can Smell Rain Before It Falls?" Examtice. Diakses pada Februari 2026
Kenapa Bau Hujan Bisa Tercium Sebelum Air Turun? Ini Faktanya

- Bau hujan muncul sebelum air turun karena hidung manusia sensitif terhadap molekul geosmin yang dilepaskan bakteri tanah saat kelembapan meningkat menjelang hujan.
- Tetes air awal dan tekanan udara rendah membantu partikel tanah serta senyawa organik seperti geosmin dan minyak tumbuhan menyebar ke udara, menciptakan aroma khas petrichor.
- Petir menghasilkan ozon beraroma tajam yang bercampur dengan petrichor, membuat bau hujan terasa lebih kuat dan kompleks sebelum hujan benar-benar turun.
Banyak orang bisa langsung mengenali bau hujan bahkan saat langit baru terlihat mendung, seolah ada tanda tak terlihat yang muncul lebih dulu sebelum air benar-benar jatuh. Aroma khas ini bukan sekadar efek tanah basah, melainkan hasil reaksi kimia dan proses fisik yang sudah mulai berlangsung sejak kondisi udara berubah.
Indera penciuman manusia ternyata cukup sensitif menangkap molekul tertentu yang muncul menjelang hujan. Karena itulah, bau hujan sering muncul lebih cepat daripada suara atau tetesan airnya sendiri. Berikut penjelasannya!
1. Bakteri tanah melepaskan senyawa geosmin

Bau hujan paling khas berasal dari senyawa bernama geosmin, yaitu molekul alami yang diproduksi bakteri tanah jenis actinomycetes, kelompok mikroorganisme berbentuk filamen yang hidup di lapisan tanah kering. Bakteri ini membentuk spora sebagai cara bertahan saat kondisi lingkungan tidak ideal. Ketika kelembapan udara meningkat menjelang hujan, spora tersebut pecah dan melepaskan geosmin ke udara sekitar. Senyawa ini sebenarnya tidak berwarna, tetapi memiliki aroma tanah basah yang sangat mudah dikenali.
Hidung manusia sangat sensitif terhadap geosmin karena molekulnya mampu terdeteksi dalam jumlah sangat kecil. Bahkan konsentrasi beberapa bagian per triliun sudah cukup untuk memicu respons penciuman. Itulah sebabnya aroma hujan sering muncul sebelum air benar-benar turun. Udara lembap membantu molekul ini bertahan lebih lama dan menyebar lebih jauh di sekitar permukaan tanah.
2. Tetes air memicu pelepasan partikel tanah

Sebelum hujan terlihat jelas, awan sebenarnya sudah melepaskan butiran air sangat halus yang jatuh lebih dulu ke permukaan. Ketika butiran kecil ini menyentuh tanah kering, udara yang terperangkap di pori-pori tanah membentuk gelembung mikroskopis. Gelembung tersebut lalu pecah dan menyemburkan partikel tanah ke udara. Proses ini dikenal sebagai pelepasan aerosol tanah.
Partikel yang terangkat membawa campuran senyawa organik, termasuk geosmin serta zat lain dari sisa tumbuhan. Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut mudah terbawa aliran udara. Akibatnya, aroma hujan dapat menyebar cepat bahkan sebelum hujan terlihat. Proses ini berlangsung sangat singkat, tetapi efeknya cukup kuat untuk tercium jelas.
3. Minyak tumbuhan kering menghasilkan aroma petrichor

Selain bakteri, bau hujan juga dipengaruhi minyak alami yang dihasilkan tanaman selama periode kering. Minyak ini tersimpan di permukaan batu, tanah, dan daun yang telah mengering. Ketika kelembapan meningkat, minyak tersebut terlepas dan bercampur dengan partikel tanah yang terangkat ke udara. Campuran inilah yang memberi nuansa aroma lebih kompleks.
Gabungan bau minyak tumbuhan dan geosmin disebut petrichor, istilah yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “cairan dari batu”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aroma khas yang muncul setelah hujan pertama. Aroma petrichor terasa segar karena terdiri dari molekul organik ringan yang mudah menguap. Perpaduan berbagai molekul tersebut membuat bau hujan terasa kaya dan berlapis.
4. Perubahan tekanan udara membantu penyebaran bau

Menjelang hujan, tekanan udara biasanya menurun secara perlahan. Kondisi ini membuat udara menjadi lebih lembap dan padat. Molekul aroma yang dilepaskan dari tanah pun tidak cepat naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Akibatnya, bau hujan lebih terkonsentrasi di dekat permukaan.
Tekanan udara rendah juga membuat pergerakan angin cenderung lebih pelan. Situasi ini membantu molekul geosmin dan petrichor bertahan lebih lama di udara sekitar. Itulah sebabnya aroma hujan sering terasa kuat saat langit mendung tebal. Setelah hujan turun deras, bau biasanya memudar karena molekul tersapu air.
5. Petir menghasilkan ozon beraroma tajam

Pada kondisi badai, bau hujan juga dipengaruhi gas ozon, yaitu molekul yang terbentuk dari tiga atom oksigen. Ketika petir menyambar, energi listriknya memecah molekul oksigen di udara. Atom oksigen bebas kemudian bergabung kembali membentuk ozon. Proses ini terjadi sangat cepat di sekitar jalur petir.
Ozon memiliki aroma tajam yang sering digambarkan mirip bau logam atau udara setelah alat listrik dinyalakan. Gas ini dapat terbawa angin dari awan menuju permukaan sebelum hujan turun. Karena itu, bau hujan terkadang terasa lebih menusuk saat disertai petir. Campuran ozon dengan petrichor menciptakan sensasi aroma yang lebih kuat dan berbeda.
Bau hujan bukan sekadar sensasi nostalgia, melainkan hasil perpaduan proses kimia, mikrobiologi, serta perubahan atmosfer yang terjadi hampir bersamaan. Kepekaan hidung manusia membuat sinyal ini bisa terdeteksi lebih dulu sebelum air benar-benar turun. Fenomena sederhana tersebut menunjukkan betapa banyak peristiwa tak terlihat yang terjadi di sekitar setiap kali hujan datang.








![[QUIZ] Tradisi Bulan Puasa Ramadan di Indonesia, Ada yang Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20240829/wz28fpjt-217-b772c5a959c6c17749eb29905ac42cde.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)







![[QUIZ] Tebak Fenomena Alam yang Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah di Bumi](https://image.idntimes.com/post/20250604/1000098864-5a4e3a860dbf6ff604dfd0b178ae4525-d39c80742e988e03877cb34582d9bfe6.jpg)