Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Meller's Duck, Bebek Endemik Madagaskar dengan Ukuran Besar

5 Fakta Meller's Duck, Bebek Endemik Madagaskar dengan Ukuran Besar
Meller's duck (ebird.org/Bradley Hacker 🦜)

Madagaskar dikenal sebagai pulau dengan tingkat endemisitas tinggi dan lanskap alam yang unik. Di antara sekian banyak satwa khasnya, ada satu bebek berukuran besar yang sering luput dari sorotan, yakni meller's duck (Anas melleri). Spesies ini bukan sekadar bebek biasa, tetapi representasi penting dari ekosistem perairan tawar Madagaskar yang rapuh.

Keberadaan meller's duck semakin menarik perhatian karena status konservasinya yang mengkhawatirkan. Ukurannya yang besar, perilakunya yang relatif tenang, serta keterikatannya pada habitat alami membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Mengenal fakta-fakta tentang spesies ini membantu memahami betapa berharganya kekayaan fauna pulau tersebut. Yuk, telusuri lebih dalam tentang bebek endemik yang satu ini dan kenali alasan mengapa keberadaannya begitu penting!

1. Ukuran tubuh besar dengan ciri fisik khas

Meller's duck
Meller's duck (ebird.org/Howard Laidlaw)

Meller's duck dikenal sebagai salah satu bebek liar terbesar di kawasan Afrika timur dan Madagaskar. Panjang tubuhnya berkisar antara 55-65 cm dengan rentang sayap yang cukup lebar, sementara beratnya bisa mencapai sekitar 1-1,5 kg. Ukuran ini membuatnya tampak lebih kokoh dibanding banyak spesies bebek lain di habitat yang sama.

Secara visual, meller's duck memiliki bulu cokelat gelap bercorak halus dengan tampilan relatif seragam. Paruhnya berwarna abu-abu kebiruan, dan kakinya oranye kusam, memberi kesan kuat dan adaptif terhadap lingkungan perairan. Tidak seperti beberapa bebek lain yang memiliki perbedaan warna mencolok antara jantan dan betina, spesies ini menunjukkan dimorfisme seksual yang sangat minimal sehingga keduanya tampak hampir serupa.

2. Habitat terbatas di perairan tawar Madagaskar

Meller's duck
Meller's duck (ebird.org/Nigel Voaden)

Sebagai spesies endemik, meller's duck hanya ditemukan secara alami di Madagaskar. Habitat utamanya meliputi danau, rawa, sungai lambat, serta lahan basah dengan vegetasi lebat. Lingkungan tersebut menyediakan sumber makanan dan perlindungan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Namun, tekanan terhadap lahan basah Madagaskar meningkat akibat konversi lahan menjadi pertanian dan pemukiman. Kerusakan habitat ini mengurangi area bersarang dan mencari makan bagi meller's duck. Ketergantungan pada ekosistem perairan tawar membuat spesies ini sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air dan gangguan manusia.

3. Perilaku tenang dan ekologi yang adaptif

Meller's duck
Meller's duck (ebird.org/Dubi Shapiro)

Meller's duck dikenal memiliki perilaku relatif tenang dibanding beberapa spesies bebek lain. Spesies ini cenderung membentuk kelompok kecil atau pasangan, terutama di luar musim kawin. Aktivitas hariannya didominasi oleh mencari makan di perairan dangkal dan area berlumpur.

Dari sisi ekologi, meller's duck memakan tumbuhan air, biji-bijian, serta invertebrata kecil seperti serangga dan moluska. Pola makan ini membantu menjaga keseimbangan populasi organisme air dan berkontribusi pada dinamika ekosistem rawa. Perannya dalam rantai makanan menunjukkan bahwa hilangnya spesies ini dapat berdampak luas pada stabilitas lingkungan setempat.

4. Pola pembiakan yang bergantung pada kondisi lingkungan

Meller's duck
Meller's duck (ebird.org/Cédric Mroczko)

Musim berkembang biak meller's duck umumnya berlangsung pada periode hujan ketika ketersediaan air melimpah. Betina biasanya membangun sarang tersembunyi di vegetasi dekat perairan untuk melindungi telur dari predator. Dalam satu siklus, betina dapat menghasilkan sekitar 5-10 butir telur.

Keberhasilan reproduksi sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat yang stabil dan minim gangguan. Gangguan manusia atau predator invasif dapat menurunkan tingkat keberhasilan penetasan. Ketergantungan pada kondisi alam yang spesifik membuat populasi sulit pulih dengan cepat ketika terjadi penurunan drastis.

5. Status konservasi dan ancaman utama

Meller's duck
Meller's duck (ebird.org/Holger Teichmann)

Meller's duck saat ini dikategorikan sebagai spesies terancam punah menurut daftar IUCN Red List dengan status Endangered. Populasinya diperkirakan terus menurun akibat perburuan, degradasi habitat, dan gangguan manusia. Tekanan ini semakin berat karena distribusinya yang terbatas hanya pada satu pulau.

Upaya konservasi telah dilakukan melalui perlindungan kawasan lahan basah dan pemantauan populasi. Meski begitu, tantangan masih besar karena perubahan lingkungan berlangsung cepat. Tanpa perlindungan habitat yang konsisten dan pengawasan ketat, masa depan meller's duck tetap berada dalam kondisi rentan.

Meller's duck bukan sekadar bebek berukuran besar, tetapi simbol penting keanekaragaman hayati Madagaskar. Ukuran tubuhnya yang kokoh, perilaku yang unik, serta ketergantungannya pada lahan basah menjadikannya indikator kesehatan ekosistem. Memahami fakta-fakta ini membuka perspektif tentang pentingnya pelestarian spesies endemik. Melindungi meller's duck berarti menjaga keseimbangan alam Madagaskar yang luar biasa dan tak tergantikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Meller's Duck, Bebek Endemik Madagaskar dengan Ukuran Besar

22 Feb 2026, 21:28 WIBScience