Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Nicosia, Kota Dua Wajah di Jantung Pulau Siprus

Kota Nicosia di Siprus
kota Nicosia di Siprus (commons.wikimedia.org/A.Savin)
Intinya sih...
  • Nicosia adalah ibu kota Siprus yang terbagi secara politis
  • Kota ini memiliki tembok Venesia megah dan perpaduan budaya Timur dan Barat
  • Nicosia memiliki museum bersejarah dan kehidupan urban yang dinamis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nicosia adalah ibu kota Siprus yang unik dan penuh sejarah, terletak di tengah pulau Mediterania ini dan menjadi pusat pemerintahan serta budaya negara. Kota ini merupakan salah satu yang tertua di kawasan Mediterania, dengan jejak pemukiman manusia yang berlangsung selama ribuan tahun. Kisahnya mencerminkan pergantian kekuasaan dari era kuno hingga zaman modern, membuatnya menjadi kota yang penuh lapisan cerita sejarah.

Namun, Nicosia juga terkenal karena statusnya yang terbagi menjadi dua bagian secara politis, yang membedakan pengalaman pengunjung di setiap sisi kota. Pembagian tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan perbedaan budaya, arsitektur, dan kehidupan masyarakat di setiap wilayah. Berikut 5 fakta menarik yang membuat Nicosia begitu istimewa.

1. Kota terakhir yang terbelah di dunia

Green Line di Nicosia
green line di Nicosia (commons.wikimedia.org/Julian Nyča)

Nicosia dikenal sebagai ibu kota terakhir yang terbagi secara resmi di dunia, dipisahkan oleh zona penyangga Green Line yang dikontrol PBB. Dilansir cyprus.cm, zona penyangga ini terbentang di seluruh pusat kota, memisahkan bagian selatan yang dikuasai Republik Siprus dan bagian utara yang merupakan ibu kota Republik Turki Siprus Utara (diakui hanya oleh Turki).

Green Line sendiri ditetapkan setelah konflik dan invasi Turki pada 1974, dan hingga kini menjadi simbol dari sejarah panjang ketegangan serta upaya rekonsiliasi di pulau itu. Meskipun wilayah ini dibuka di beberapa titik untuk pejalan kaki dan kendaraan, garis pembatas ini tetap menjadi pengingat kuat dari dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

2. Benteng Venesia yang menawan

Tembok Venesia di Nicosia
tembok Venesia di Nicosia (commons.wikimedia.org/Zairon)

Pusat tua Nicosia dilindungi oleh tembok Venesia yang megah, dibangun pada abad ke-16 untuk mempertahankan kota dari ancaman luar. Piedalies menyebutkan bahwa tembok ini membentuk lingkaran besar di sekitar Old Town, lengkap dengan bastion dan gerbang bersejarah seperti Gerbang Famagusta dan Gerbang Kyrenia.

Mengelilingi area bersejarah tersebut, tembok ini kini menjadi tempat bagi pejalan kaki menikmati pemandangan kota, menciptakan latar visual yang kontras antara sejarah kuno dan kehidupan urban modern. Keberadaan tembok Venesia memberi Nicosia identitas kuat sebagai kota lama yang masih hidup.

3. Perpaduan budaya dan arsitektur

Gereja di Nicosia
gereja di Nicosia (commons.wikimedia.org/Denis Apel)

Nicosia adalah pertemuan budaya Timur dan Barat, di mana pengaruh Yunani, Turki, Venesia, dan Ottoman tampak jelas dalam arsitektur dan tradisi kota. Dilansir Cyprus 5, di selatan, pengunjung dapat menemukan gereja-gereja dan bangunan arsitektur Eropa kuno, sementara di utara menonjol masjid-masjid dan bangunan bergaya Ottoman.

Keanekaragaman ini juga tercermin dalam pasar tradisional, makanan lokal, musik, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Jalan-jalan seperti Bandabuliya dan Ledra Street menjadi tempat di mana turis dan penduduk bisa merasakan nuansa budaya yang beragam tersebut.

4. Pusat sejarah dan museum

Museum Siprus di Nicosia
museum Siprus di Nicosia (commons.wikimedia.org/A.Savin)

Nicosia memiliki sejumlah museum dan situs bersejarah penting yang menelusuri warisan wilayah ini dari zaman prasejarah hingga modern. Piedalies menyebutkan bahwa Cyprus Museum menyimpan koleksi artefak terbesar Siprus dari berbagai era, memberi wawasan mendalam tentang peradaban kuno pulau tersebut.

Selain itu, Leventis Municipal Museum mencatat perjalanan kota dari masa kuno hingga era modern, sementara museum lain fokus pada seni dan budaya kontemporer. Tempat-tempat ini menjadikan Nicosia bukan hanya ruang politik yang terbelah, tetapi juga pusat pembelajaran sejarah dan identitas budaya.

5. Kehidupan urban yang dinamis

Jalan Ledra di Nicosia
jalan ledra di Nicosia (commons.wikimedia.org/NicosiaKypros)

Meskipun sejarahnya panjang dan kompleks, Nicosia adalah kota yang hidup dengan kehidupan urban modern yang dinamis. Terdapat kafe, restoran, galeri seni, dan pusat perbelanjaan yang ramai di bagian selatan, sementara kehidupan unik di utara menawarkan pasar lokal serta suasana yang lebih santai dan tradisional.

Di area Green Line sendiri, beberapa proyek bi-komunal dan ruang seni kontemporer telah berupaya menjembatani jurang budaya antara masyarakat di kedua sisi. Inisiatif semacam ini menjadi contoh bagaimana penduduk kota Nicosia terus mencari cara untuk menyatukan masa lalunya yang penuh tantangan dengan masa depan yang inklusif.

Nicosia adalah contoh kota yang menggabungkan sejarah kuno, keragaman budaya, dan realitas geopolitik masa kini menjadi satu kesatuan unik yang penuh daya tarik. Dari tembok Venesia yang berumur ratusan tahun hingga garis pembatas yang terus hidup di pusat kota, setiap sudutnya menceritakan kisah tentang identitas, konflik, dan harapan. Menjelajahi Nicosia berarti menapaki jejak peradaban dan menyaksikan bagaimana masa lalu dan masa kini saling berlomba untuk membentuk masa depan kota ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Tumbler Tahan Panas dan Dingin? Ini Penjelasannya

08 Jan 2026, 18:32 WIBScience