Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Beruang Kungkang, Beruang dengan Ekor Terpanjang di Dunia

5 Fakta Beruang Kungkang, Beruang dengan Ekor Terpanjang di Dunia
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/Harsha Jayaramaiah/CC BY-SA 4.0)
Intinya Sih
  • Beruang kungkang adalah spesies beruang Asia Selatan yang dikenal sebagai pemakan serangga, terutama rayap, dengan gigi depan ompong yang membantu mereka menghisap mangsa secara efisien.
  • Spesies ini unik karena induknya menggendong anak di punggung untuk melindungi dari predator, berbeda dari perilaku pengasuhan beruang lain.
  • Beruang kungkang memiliki ekor terpanjang di antara semua beruang dan jejak kakinya sering disalahartikan sebagai jejak manusia tanpa alas kaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Beruang adalah salah satu predator puncak yang memiliki banyak spesies di dunia ini. Tubuh yang besar, kekuatan super, dan sambaran cakarnya menjadi identitas paling ikonik yang dimiliki oleh beruang. Di kawasan Asia Selatan terdapat salah satu spesies beruang, namanya adalah beruang kungkang. Beruang kungkang atau sloth bear (Melursus ursinus) adalah beruang berbulu hitam yang tersebar di wilayah India, Nepal, Sri Lanka, hingga sebagian kecil Bhutan. Secara tampilan, mereka memiliki bulu yang tampak berantakan, dengan corak putih kotor berbentuk "V" atau "Y" di dadanya.

Selain itu, beruang kungkang juga memiliki beberapa perilaku lainnya yang mungkin tidak umum dilakukan oleh spesies beruang lainnya. Nah, penasaran ada apa saja hal yang dimiliki oleh beruang yang satu ini? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Spesialis pemakan serangga

beruang kungkang
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/ZeWrestler)

Dilansir dari laman Natural Habitat Adventure, beruang kungkang adalah salah satu dari sedikit beruang yang insektivora, yaitu pemakan serangga. Mereka suka sekali memakan serangga kecil, yang utamanya adalah rayap. Beruang kungkang dibekali dengan gigi seri depan bagian atas yang sudah hilang permanen sejak lahir.

Tenang dulu, ini bukan cacat yang dialami oleh mereka, karena ini memang menjadi sebuah keuntungan beruang kungkang ketika memakan serangga. Mereka dapat gunakan celah lubang ini seperti ujung pipa penyedot debu, memungkinkan mereka menghisap ribuan rayap atau semut sekaligus tanpa adanya hambatan atau gangguan.

2. Suara yang sangat berisik

beruang kungkang
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp/CC BY-SA 4.0)

Masih dalam perilaku makannya yang unik, selain pemakan serangga mereka juga memiliki suara sangat berisik ketika memakannya, lho. Hal ini disebabkan karena adanya kekuatan hisapan yang begitu kuat, sehingga ada suara keras yang dihasilkan oleh si beruang kungkang itu sendiri. Bunyi ini juga disebut sebagai bunyi slurping atau sedotan, bahkan tercatat dapat terdengar hingga jarak 100 meter.

Sebenarnya suaranya ini masih sangat erat hubungannya dengan gigi ompong mereka yang menciptakan celah, sehingga udara yang masuk menghasilkan suara melengking. Bagi para peneliti dan pemandu yang bertugas seperti di hutan India, mudah untuk mengenali suara ini dan menandakan bahwa di hutan tersebut ada spesies beruang kungkang.

3. Beruang yang gendong anaknya di belakang

beruang kungkang
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/Rohit Sharma/CC BY-SA 4.0)

Dalam lingkup dunia beruang, kungkang adalah satu-satunya yang memiliki tradisi mengasuh anak yang tidak biasa. Beruang lain mungkin akan lebih terbiasa dengan membiarkan anak-anaknya beraktivitas di samping induknya, namun beruang kungkang memiliki cara lain yang jauh berbeda. Mereka akan rutin sekali menggendong anak-anak mereka di atas punggung, dan dilakukan hingga anak mereka berumur cukup untuk berjalan sendiri. Fakta ini telah dibenarkan oleh banyak sumber, termasuk San Diego Zoo Animals & Plants yang sangat akurat memberikan fakta dan perilaku unik satwa.

Alasan utamanya jelas dan tak jauh berbeda, yaitu tetap ingin melindungi anaknya meskipun dengan cara yang berbeda. Beruang kungkang ingin memastikan anaknya aman meskipun nanti mereka harus berhadapan dengan predator besar seperti macan tutul atau harimau.

4. Pemilik ekor terpanjang

beruang kungkang
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/Saumitra Newalkar/CC BY-SA 4.0)

Lagi dan lagi, beruang kungkang selalu menjadi pembeda bagi spesies beruang lainnya. Pasalnya, beruang lain jarang sekali memiliki ekor yang panjang bahkan jarang sekali dapat terlihat. Beruang kungkang adalah pengecualian dalam semua beruang di keluarga Ursidae, bahkan ekor mereka dapat tumbuh sekitar 15 hingga 18 sentimeter. Berkat ini, beruang kungkang mendapat rekor dari Guinness World Records sebagai beruang dengan ekor terpanjang.

Secara umum, ekor biasanya berfungsi sebagai alat penyeimbang ketika berjalan. Namun, hal ini masih sangat diperdebatkan oleh penelitian, ada yang mengatakan mungkin saja itu adalah salah satu alat yang digunakan untuk komunikasi dengan individu lainnya.

5. Jejak kaki yang sangat mirip dengan manusia

beruang kungkang
beruang kungkang (commons.wikimedia.org/Harsha Jayaramaiah/CC BY-SA 4.0)

Satu fakta yang harus diterima lagi dan sering membuat bingung para peneliti adalah bentuk kakinya. Tak bisa dipungkiri memang hampir semua spesies beruang memiliki bentuk kaki yang sama, salah satunya adalah spesies yang satu ini. Beruang kungkang memiliki struktur tulang kaki belakang yang memungkinkan tumitnya menyentuh tanah sepenuhnya saat berjalan. Alhasil, kaki mereka akan membekas di tanah seperti jejak kaki manusia yang tidak menggunakan alas kaki.

Hal ini juga sering kali membuat penduduk desa sekitar hutan kebingungan ketika melihat jejak kaki ini. Meskipun tak bisa dipungkiri, bahwa jejak kaki beruang selalu diikuti oleh cakarnya yang tajam itu.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh beruang kungkang. Gimana, seru kan? Beruang kungkang membuktikan bahwa perbedaan yang mencolok justru dapat menjadi identitas yang dikenal banyak orang di penjuru dunia. Mulai dari spesialis pemakan serangga hingga memiliki jejak kaki yang sangat mirip dengan manusia. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More