Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Mencengangkan Mencit, Menjadi Model Organism

5 Fakta Mencengangkan Mencit, Menjadi Model Organism
mencit (inaturalist.org/Dave Boyle)
Intinya Sih
  • Mencit atau Mus musculus adalah hewan pengerat kecil dengan panjang tubuh sekitar 6–11 cm dan tersebar hampir di seluruh dunia kecuali wilayah kutub.
  • Sejak 1950-an, mencit digunakan sebagai model organism dalam penelitian biologi dan medis karena memiliki banyak kesamaan genetik serta fisiologis dengan manusia.
  • Meskipun berukuran mungil, mencit dapat menyebarkan berbagai penyakit berbahaya seperti LCMV, pes, dan leptospirosis melalui kotoran, gigitan, maupun kontak langsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Area pemukiman memang terlihat tenang, bersih, dan aman dari kehadiran hewan liar. Namun, kamu salah besar karena beberapa hewan seperti Mus musculus atau mencit juga berkeliaran di sekitar pemukiman. Hewan pengerat mungil tersebut menjadi musuh bebuyutan manusia karena kerap masuk rumah hingga merusak perabotan.

Gerakannya juga gesit, lincah, dan sulit dibasmi karena bisa bereproduksi dengan sangat cepat. Namun, ternyata mencit menyimpan segudang fakta, lho. Mau tahu apa saja fakta mencengangkan mencit? Simak pembahasan lengkapnya lewat artikel berikut, yuk.

1. Tikus kecil sepanjang 11 centimeter

mencit
mencit (inaturalist.org/David Jeffrey Ringer)

Laman Britannica menjelaskan kalau mencit punya panjang tubuh sekitar 6-11 centimeter. Kemudian, ekornya punya panjang yang sama dengan tubuhnya. Jika ditotal, panjang keseluruhan tikus ini ada di angka sekitar 20 centimeter. Badannya sendiri kecil, membulat, kakinya pendek, kepalanya agak memanjang, bulunya lebat, dan ekornya tanpa bulu. Warna tubuh mencit cukup beragam, tapi kebanyakan individu punya warna yang tak terlalu mencolok seperti cokelat, abu-abu, atau silver.

2. Penyebarannya hampir di seluruh dunia

mencit
mencit (inaturalist.org/Alfie Benbow)

Mencit merupakan spesies kosmpolitan yang penyebarannya hampir merata di seluruh belahan dunia. Satu-satunya daerah yang tidak dihuni oleh mencit adalah wilayah lingkar kutub, seperti Rusia bagian utara, Greenland, Alaska utara, dan Antartika. Di beberapa daerah, hewan dari famili Muridae ini juga menyandang gelar sebagai spesies invasif. Artinya, ia merupakan spesies pendatang yang merusak ekosistem, merugikan manusia, dan mengancam lingkungan. Hal tersebut sangat nampak di Amerika Serikat dan Britania Raya.

3. Mencit sering jadi objek penelitian

mencit
mencit (commons.wikimedia.org/Jensbn~commonswiki)

Artikel di jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience menjelaskan kalau mencit sudah dijadikan objek penelitian sejak dekade 1950an. Karena itu, ia menjadi model organism, yaitu spesies (selain manusia) yang menjadi salah satu objek penelitian utama untuk mempelajari berbagai hal, mulai dari biologi, morfologi, hingga penyakit. Hal tersebut bisa terjadi karena mencit memiliki banyak kesamaan dengan manusia.

Umumnya, mencit yang diteliti memiliki standar khusus yang membuatnya sempurna sebagai objek penelitian. Dalam hal ini, para peneliti menggunakan tikus laboratorium dan tidak menangkap individu liar yang berkeliaran di alam. Hal tersebut dilakukan agar penelitian lebih efisien, valid, dan menghindari berbagai variabel yang bisa mempersulit penelitian.

4. Mencit punya kebiasaan sosial yang kompleks

mencit
mencit (commons.wikimedia.org/Siyaulhaque)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau mencit merupakan hewan sosial yang unik. Sebab, interaksi sosialnya tidak kaku dan cenderung lebih "lepas." Artinya, tidak ada pola spesifik dalam kegiatan sosial. Sebaliknya, kebiasaan sosial hewan ini lebih bergantung pada kondisi lingkungan. Kebiasaan tersebut membuat mencit bisa beradaptasi dengan berbagai lingkungan dengan lebih mudah.

Secara umum, mencit memiliki dua jenis kebiasaan sosial tergantung lingkungannya. Kebiasaan pertama adalah komensal, yaitu bentuk kegiatan sosial di mana satu pihak diuntungan dan pihak lain tidak. Biasanya, kebiasaan tersebut nampak pada populasi di area urban atau pemukiman. Sementara itu, populasi di alam liar cenderung lebih teritorial dan agresif karena keterbatasan sumber daya.

5. Bisa menyebarkan penyakit ke manusia

mencit
mencit (commons.wikimedia.org/Siyaulhaque)

Mencit merupakan salah satu dari banyaknya spesies tikus yang bisa menyebarkan penyakit ke manusia. Dilansir Atlas of Living Australia, beberapa penyakit yang disebarkan oleh mencit adalah Lymphocytic choriomeningitis (LCMV), pes, rickettsialpox, leptospirosis, hingga penyakit lyme. Penyebaran penyakitnya bisa melalui kotoran, sentuhan, gigitan, atau memakan mencit.

Pemicu semua penyakit tersebut juga beragam, mulai dari bakteri hingga virus. Dalam hal ini, bakteri dan virus yang bersarang di tubuh mencit bisa berpindah ke manusia jika terjadi kontak fisik. Selain manusia, mencit juga bisa menyebarkan penyakit ke hewan lain seperti anjing hingga kucing. Jika sudah terserang semua penyakit tersebut, korban harus mendapat perawatan medis.

Di balik ukuran mungilnya, berbagai fakta mencengangkan mencit membuktikan kalau ia merupakan hewan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Eksistensinya berbubungan erat dengan kehidupan manusia, entah dalam konteks negatif atau posifit. Untuk itu, kehati-hatian harus menjadi hal utama jika kamu menjumpai tikus ini di rumah atau tempat lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More