Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Mimikri Tanaman, Flora yang Menyamar Jadi Batu dan Hewan

5 Fakta Mimikri Tanaman, Flora yang Menyamar Jadi Batu dan Hewan
ilustrasi keunikan sistem pertahanan dan adaptasi tanaman di alam liar (unsplash.com/Alexey Melechin)
Intinya Sih
  • Beberapa tanaman berevolusi meniru bentuk benda atau makhluk hidup di sekitarnya sebagai strategi bertahan hidup, fenomena ini dikenal sebagai mimikri tanaman.
  • Lithops, Ophrys apifera, dan Boquila trifoliolata menunjukkan kemampuan unik menyamar menyerupai batu, lebah betina, hingga daun inang demi perlindungan atau penyerbukan.
  • Corydalis hemidicentra dan Monotropsis odorata menggunakan perubahan warna serta bentuk untuk berbaur dengan lingkungan pegunungan dan lantai hutan agar terhindar dari predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Selama ini, kita mungkin lebih akrab dengan istilah kamuflase atau mimikri pada dunia hewan, seperti bunglon yang mengubah warna kulitnya atau belalang yang menyerupai daun. Namun, tahukah kamu kalau dunia botani juga memiliki kemampuan manipulasi yang tidak kalah hebat?

Ya, beberapa spesies tanaman berevolusi secara luar biasa hingga mampu meniru bentuk objek di sekitarnya, mulai dari batu kerikil hingga anatomi serangga. Fenomena sains yang disebut sebagai mimikri tanaman ini dilakukan demi bertahan hidup dari predator atau memancing penyerbukan. Penasaran apa saja flora pesulap ini? Yuk, simak fakta sainsnya berikut ini!

1. Lithops, sukulen cerdas yang menyamar menjadi batu kerikil

Foto close-up tanaman sukulen Lithops berbentuk bulat terbelah dua berwarna abu-abu kehijauan yang tumbuh sangat mirip dengan batu kerikil di sekitarnya
potret unik tanaman Lithops yang sering dijuluki sebagai batu hidup (unsplash.com/Sheila C)

Jika kamu melihat tanaman ini di habitat aslinya, yakni di daerah kering Afrika Selatan, kamu mungkin akan mengira mereka hanyalah bongkahan batu kecil biasa. Lithops atau yang populer disebut living stones (batu hidup) sengaja berevolusi membentuk tubuh yang pendek, bulat, dan memiliki corak warna bumi (seperti abu-abu dan cokelat). Taktik mimikri visual ini sangat efektif untuk mengelabui hewan-hewan herbivora yang kelaparan agar tidak memakan mereka.

2. Ophrys apifera, anggrek yang meniru anatomi lebah betina

Tampilan dekat sekuntum bunga anggrek lebah atau Ophrys apifera berwujud kelopak merah muda dengan bagian tengah bermotif menyerupai tubuh serangga lebah madu
Detail kelopak bunga anggrek Ophrys apifera yang menyerupai lebah betina. (unsplash.com/Ulrich Knoll)

Berbeda dengan Lithops yang menyamar untuk bersembunyi, tanaman anggrek Ophrys apifera atau bee orchid menyamar untuk menarik perhatian. Kelopak bunga ini memiliki bentuk, warna, bahkan tekstur berbulu yang sangat mirip dengan lebah betina. Tidak hanya visual, bunga ini juga mengeluarkan aroma senyawa kimia (feromon) yang identik dengan lebah betina. Akibatnya, lebah jantan akan tertipu dan mencoba mengawini bunga tersebut, yang tanpa sengaja membantu proses penyerbukan sang anggrek.

3. Boquila trifoliolata, bunglon dunia tanaman yang bisa meniru daun inangnya

Tampilan dekat tanaman epifit berdaun hijau segar yang tumbuh menumpang di atas dahan pohon tua yang diselimuti lumut tebal di dalam hutan hujan
Karakteristik tanaman merambat Boquila trifoliolata di habitat aslinya. (unsplash.com/Bernd Dittrich)

Ini adalah salah satu penemuan paling menggemparkan di dunia botani. Boquila trifoliolata adalah tanaman merambat asal Chili yang mampu mengubah ukuran, bentuk, bahkan warna daunnya agar sama persis dengan tanaman yang ditumpanginya. Hebatnya lagi, jika ia merambat ke tanaman lain yang berbeda jenis, daunnya akan berubah lagi mengikuti inang yang baru. Sains menduga kemampuan ini dilakukan untuk menghindari infeksi dari kumbang pemakan daun.

4. Corydalis hemidicentra, mengubah warna tubuh demi menyatu dengan bebatuan gunung

Pemandangan jarak dekat bunga-bunga kecil berwarna putih kekuningan yang tumbuh di celah bebatuan gunung gersang abu-abu dengan latar belakang jajaran pegunungan tinggi berkabut
Tampilan Corydalis hemidicentra yang tumbuh di area bebatuan lereng gunung. (unsplash.com/Reden)

Tanaman yang tumbuh di kawasan pegunungan tinggi Tiongkok ini memiliki strategi pertahanan diri yang sangat taktis. Daun Corydalis hemidicentra biasanya berwarna hijau segar, namun populasi tanaman ini yang tumbuh di area longsoran batu (scree) berevolusi mengubah warna daunnya menjadi abu-abu kecokelatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang menyamar dengan warna batu ini jauh lebih jarang ditemukan dan dimakan oleh kambing gunung.

5. Monotropsis odorata, menyamar menjadi daun kering yang mati

Foto close-up sekumpulan lumut kecil berwarna kuning kecokelatan yang tumbuh di sela-sela hamparan daun kering yang gugur berwarna cokelat tua di lantai hutan
Tampilan menyamar dari tanaman Monotropsis odorata di lantai hutan. (unsplash.com/Wolfgang Hasselmann)

Tanaman anggrek langka asal Amerika Utara ini mempraktikkan mimikri yang cukup unik bernama cryptic coloration. Alih-alih pamer kelopak bunga yang berwarna-warni cerah, Monotropsis odorata justru menyelimuti seluruh batangnya dengan kelopak pelindung berwarna cokelat kusam dan kering. Penyamaran ini membuat mereka terlihat seperti tumpukan sampah daun mati di lantai hutan, sehingga hewan herbivora sama sekali tidak tertarik untuk mendekat.

Nah, itulah lima bukti nyata kalau keajaiban sains tidak hanya milik dunia hewan. Tanaman yang selama ini kita anggap pasif ternyata memiliki strategi evolusi yang sangat cerdas dan manipulatif demi mempertahankan kelangsungan hidup jenis mereka di alam liar. Menakjubkan sekali, bukan? From kelima flora "pesulap" di atas, mimikri tanaman mana yang menurutmu paling sukses menipu mata?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More