5 Fakta Nishiyama Onsen Keiunkan, Hotel Tertua Tempat Singgah Samurai

- Nishiyama Onsen Keiunkan didirikan pada tahun 705 Masehi dan diakui Guinness World Records sebagai hotel tertua yang masih beroperasi hingga saat ini.
- Dikelola oleh satu keluarga selama 52 generasi, hotel ini mempertahankan tradisi pelayanan tamu dan penggunaan air panas alami tanpa pompa.
- Hotel ini pernah menjadi tempat singgah samurai dan bangsawan Jepang, terletak di pegunungan dengan tradisi Jepang yang tetap dipertahankan.
Ketika banyak bangunan bersejarah hanya tersisa sebagai peninggalan masa lalu, Nishiyama Onsen Keiunkan justru masih berdiri dan berfungsi hingga hari ini. Hotel yang terletak di Jepang ini telah beroperasi sejak tahun 705 Masehi dan dikenal sebagai hotel tertua di dunia yang masih melayani tamu. Keberadaannya menjadi bukti bahwa tradisi dan keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman.
Lebih dari sekadar tempat menginap, Nishiyama Onsen Keiunkan menyimpan kisah tentang warisan keluarga, budaya Jepang, serta jejak sejarah para samurai dan bangsawan. Keunikan inilah yang membuat hotel ini terus menarik perhatian hingga kini. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Nishiyama Onsen Keiunkan berikut ini.
1. Hotel tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini

Nishiyama Onsen Keiunkan didirikan pada tahun 705 Masehi oleh Fujiwara no Mahito pada masa Era Keiun, sehingga usianya telah mencapai lebih dari 1.300 tahun. Selama lebih dari satu milenium, hotel ini terus digunakan sebagai tempat menginap tanpa pernah berhenti beroperasi.
Pengakuan resmi datang pada tahun 2011, ketika Guinness World Records menetapkan Nishiyama Onsen Keiunkan sebagai hotel tertua di dunia yang masih beroperasi. Hingga saat ini, hotel tersebut tetap berfungsi sebagai ryokan tradisional Jepang, menjadikannya bagian dari sejarah yang masih berjalan, bukan hanya peninggalan masa lalu.
2. Dikelola satu keluarga selama kurang lebih 50 generasi

Sejak pertama kali didirikan, Nishiyama Onsen Keiunkan dikelola secara turun-temurun oleh satu keluarga yang sama selama sekitar 52 generasi, termasuk melalui anggota keluarga yang diadopsi untuk memastikan kelangsungan pengelolaan. Tradisi ini berlangsung lebih dari 1.300 tahun hingga beberapa tahun terakhir kepemimpinan beralih ke pihak di luar keluarga.
Pengelolaan dalam satu garis keluarga ini dipercaya menjadi kunci ketahanan hotel dalam menghadapi perubahan zaman. Nilai-nilai yang dijaga sejak awal, termasuk cara melayani tamu dan mempertahankan tradisi, tetap dipertahankan meskipun hotel mengalami renovasi dan penyesuaian fasilitas. Dengan cara ini, Nishiyama Onsen Keiunkan tidak hanya bertahan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai usaha perhotelan yang terus hidup dan relevan hingga saat ini.
3. Menggunakan air panas alami tanpa pompa

Keunikan Nishiyama Onsen Keiunkan juga terletak pada penggunaan air panas alami yang mengalir langsung dari sumbernya tanpa bantuan pompa atau proses buatan. Mata air ini telah mengalir tanpa henti selama lebih dari 1.300 tahun dan digunakan apa adanya, tanpa dicampur atau diubah suhunya. Cara ini menunjukkan bagaimana hotel menjaga tradisi onsen klasik yang mengandalkan kekuatan alam secara alami.
Air panas tersebut memiliki debit sekitar 1.600 liter per menit dan dialirkan ke seluruh fasilitas hotel, mulai dari pemandian umum hingga pemandian di kamar tamu. Aliran yang melimpah ini memastikan ketersediaan air panas setiap saat, sekaligus menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberlangsungan Nishiyama Onsen Keiunkan hingga saat ini.
4. Pernah menjadi tempat singgah samurai dan bangsawan Jepang

Nishiyama Onsen Keiunkan telah melewati berbagai periode penting dalam sejarah Jepang dan tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Sejak masa lampau, hotel ini dikenal sebagai tempat beristirahat bagi kalangan elite, termasuk samurai dan bangsawan. Salah satu tokoh yang sering disebut dalam catatan sejarah adalah Tokugawa Ieyasu, shogun besar Jepang, yang dikabarkan pernah singgah di Keiunkan dalam perjalanannya.
Selain Tokugawa Ieyasu, nama samurai legendaris seperti Takeda Shingen juga dikaitkan dengan hotel ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nishiyama Onsen Keiunkan memiliki posisi penting sebagai tempat persinggahan para tokoh berpengaruh pada masanya. Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terasa melalui arsitektur, suasana, dan tradisi pelayanan khas Jepang yang terus dipertahankan oleh hotel ini.
5. Berlokasi di pegunungan dengan tradisi yang terus dipertahankan

Terletak di pegunungan Hayakawa, Prefektur Yamanashi, Nishiyama Onsen Keiunkan dikelilingi gunung, sungai, dan lembah yang menenangkan. Lokasinya yang tenang membuat hotel ini menjadi bagian dari lanskap alam yang masih alami dan dijaga selama berabad-abad.
Di tengah alam yang asri, hotel ini mempertahankan tradisi Jepang yang khas. Bangunannya tetap bergaya ryokan dengan lantai tatami, pintu shoji, dan interior kayu, stafnya menerapkan omotenashi, dan hidangan disajikan mengikuti bahan musiman serta cara pembuatan tradisional. Semua elemen ini menjaga nilai budaya Jepang tetap hidup hingga kini.
Dari sejarahnya yang panjang hingga peranannya sebagai tempat singgah samurai, Nishiyama Onsen Keiunkan menunjukkan bagaimana sebuah hotel bisa menjadi bagian penting dari budaya dan tradisi Jepang. Kelima fakta ini memberikan gambaran singkat tentang bagaimana tempat ini tidak hanya bertahan sebagai hotel tertua di dunia, tetapi juga sebagai saksi hidup sejarah dan warisan budaya yang terus dijaga hingga saat ini.


















