Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Pasque Flower, Bunga Berbulu Indah dari Dataran Eropa
Pasque Flower (commons.wikimedia.org/El Grafo)
  • Pasque flower atau Pulsatilla vulgaris tumbuh alami dari Inggris hingga Ukraina, terutama di padang rumput terbuka, tanah kapur dangkal, dan lereng berbatu yang mendapat sinar matahari penuh.

  • Bunga ungu ini memiliki bulu halus keperakan pada batang, daun, dan kuncup, yang membantu menghadapi angin serta suhu dingin saat awal musim semi.

  • Mekar sekitar Maret–April dekat Paskah, pasque flower terkait cerita rakyat Eropa; populasinya di Cambridgeshire sempat hilang akibat alih fungsi padang rumput sebelum dipelihara di area lindung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasque flower (Pulsatilla vulgaris) mulai bermekaran pada awal musim semi di sejumlah wilayah Eropa. Bunga berwarna ungu ini tumbuh di padang rumput, tanah kapur, dan lereng berbatu yang mendapat banyak sinar matahari. Bagian batang, daun, hingga kuncupnya juga ditutupi bulu-bulu halus berwarna keperakan yang menjadi ciri khas tanaman ini.

Waktu berbunga yang berdekatan dengan Paskah turut memengaruhi nama pasque flower. Tanaman ini juga memiliki cerita rakyat yang berkembang di Eropa serta sejarah populasi yang cukup panjang, terutama di Inggris. Seperti apa fakta lain dari bunga yang satu ini? Simak ulasannya berikut.

1. Tumbuh di padang rumput Eropa

Pasque Flower (commons.wikimedia.org/M J Richardson)

Pasque flower memiliki wilayah persebaran alami di sejumlah bagian Eropa, mulai dari Inggris hingga Ukraina. Dilansir laman Monticello, tanaman ini tumbuh di padang rumput terbuka, padang rumput kapur, serta lereng berbatu yang mendapat paparan sinar matahari penuh. Area dengan kondisi tersebut biasanya memiliki tanah yang relatif terbuka dan tidak terlalu banyak dinaungi pepohonan.

Tanaman tersebut dapat tumbuh di tanah kapur yang dangkal dan relatif kering. Kondisi seperti ini banyak ditemukan di padang rumput Eropa yang terbuka. Pasque flower membutuhkan sinar matahari dalam jumlah cukup untuk tumbuh dan berbunga pada awal musim semi. Tanaman ini juga dapat ditemukan di kawasan perbukitan yang memiliki kondisi tanah sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya.

2. Batangnya ditutupi bulu-bulu halus

Pasque Flower (commons.wikimedia.org/Robert Flogaus-Faust)

Salah satu ciri khas pasque flower terdapat pada permukaan batang, daun, dan kuncupnya yang ditutupi bulu-bulu halus. Dilansir laman Game & Wildlife Conservation Trust, bagian tanaman tersebut memiliki lapisan rambut halus berwarna keperakan yang membuat permukaannya terlihat seperti diselimuti bulu. Bulu tersebut juga dapat ditemukan pada bagian yang mengelilingi bunga ketika tanaman mulai berkembang.

Lapisan tersebut berkaitan dengan kemampuan tanaman menghadapi kondisi dingin pada awal musim semi. Bulu-bulu halus dapat membantu mengurangi paparan langsung angin dan suhu rendah pada permukaan tanaman. Adaptasi tersebut penting karena pasque flower mulai tumbuh ketika cuaca di Eropa masih cukup dingin.

3. Mekar di sekitar waktu Paskah

Pasque Flower (commons.wikimedia.org/Topi Pigula)

Waktu berbunga menjadi alasan di balik nama pasque flower. Dilansir laman Flora Queen, kata pasque berasal dari istilah pasakh yang berkaitan dengan perayaan Paskah. Tanaman ini biasanya mulai berbunga pada awal musim semi, sekitar Maret hingga April. Periode tersebut bertepatan dengan waktu Paskah pada sejumlah tahun.

Waktu mekarnya yang berdekatan dengan Paskah membuat bunga tersebut memiliki hubungan dengan tradisi di sejumlah wilayah Eropa. Pada masa lalu, bunga pasque flower juga pernah digunakan sebagai pewarna alami untuk telur Paskah. Warna ungunya membuat tanaman ini mudah dikenali ketika mulai bermekaran.

4. Punya cerita rakyat tentang darah dan air mata

Pasque Flower (commons.wikimedia.org/Raita Futo)

Pasque flower juga muncul dalam sejumlah cerita rakyat di Eropa. Masih dari laman Flora Queen, salah satu legenda menyebutkan bahwa bunga ini tumbuh di tanah yang terkena darah prajurit Romawi dan Denmark. Cerita tersebut berkaitan dengan kebiasaan menemukan tanaman ini di sekitar gundukan tanah dan lokasi bersejarah. Karena itu, keberadaan bunga tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah cerita dari masa lalu.

Cerita lain menghubungkan pasque flower dengan mitologi Yunani. Bunga ini disebut berasal dari air mata Dewi Aphrodite setelah kematian pasangannya. Berbagai kisah tersebut berkembang di masyarakat dan kemudian menjadi bagian dari cerita rakyat yang berkaitan dengan tanaman ini. Legenda mengenai asal-usulnya pun berbeda-beda menurut wilayah dan tradisi yang berkembang di masyarakat Eropa.

5. Populasinya pernah hilang dari Cambridgeshire

Pasque Flower (commons.wikimedia.org/Nádudvari Nóra)

Keberadaan pasque flower di Inggris pernah mengalami penurunan akibat perubahan penggunaan lahan. Dilansir laman Corpus Christi College Cambridge, para peneliti di Universitas Cambridge telah mencatat dan mengoleksi spesimen tanaman ini sejak abad ke-18 di kawasan Gog Magog Hills. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi tempat pasque flower tumbuh secara alami di Cambridgeshire.

Populasi alami pasque flower di Cambridgeshire kemudian hilang pada pertengahan abad ke-20 setelah sebagian padang rumput kapur berubah menjadi kawasan permukiman dan lapangan golf. Kini tanaman tersebut masih dipelihara di sejumlah area lindung di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan populasinya.

Pasque flower memiliki ciri yang cukup khas, terutama bunga berwarna ungu dan lapisan bulu halus pada bagian tubuhnya. Waktu berbunga yang berdekatan dengan Paskah serta cerita rakyat yang berkembang di Eropa juga membuat tanaman ini memiliki sejarah yang cukup panjang di wilayah asalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article