Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Psychedelic Frogfish, Ikan Bermotif Sidik Jari dari Indonesia

Ikan kodok psychedelic
Ikan kodok psychedelic (commons.wikimedia.org/Truite agile)
Intinya sih...
  • Psychedelic frogfish hanya ditemukan di Indonesia, terutama di sekitar Pulau Ambon dan Bali
  • Pola tubuhnya unik seperti sidik jari manusia dan berfungsi sebagai kamuflase alami di dasar laut
  • Ikan ini lebih suka berjalan daripada berenang, jarang sekali terlihat berenang seperti ikan pada umumnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Laut Indonesia menyimpan banyak kejutan, tapi tidak semuanya mudah terlihat oleh mata awam. Di antara ribuan spesies ikan yang hidup di perairannya, ada satu makhluk kecil dengan motif tubuh bak sidik jari dan cara bergerak yang lebih mirip amfibi daripada ikan. Namanya psychedelic frogfish (Histiophryne psychedelica), spesies langka yang penampilannya kerap membuat penyelam terpana. Seaneh apa sebenarnya ikan yang satu ini? Berikut lima fakta menarik dari psychedelic frogfish yang wajib kamu tahu!

1. Spesies langka yang hanya ditemukan di Indonesia

Ikan kodok psychedelic
Ikan kodok psychedelic (youtube.com/Marthe Ødegård)

Psychedelic frogfish bukan ikan yang bisa ditemui sembarangan, lho! Spesies ini tergolong ikan endemik dengan sebaran yang sangat terbatas. Bahkan hingga kini hanya diketahui hidup di perairan Indonesia. Habitatnya pun spesifik, terutama di sekitar Pulau Ambon dan Bali, pada perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 5–7 meter.

Sebaran yang sempit membuat psychedelic frogfish tergolong sangat langka dan sulit dipelajari. Banyak aspek kehidupannya masih menjadi tanda tanya bagi ilmuwan, mulai dari perilaku hingga populasinya di alam liar.

Menariknya, ikan ini sebenarnya sudah diamati sejak awal 1990-an, tetapi baru dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 2009. Fakta ini menjadi pengingat bahwa kekayaan laut Indonesia masih menyimpan banyak spesies luar biasa yang baru dikenal sains dalam waktu relatif dekat.

2. Punya pola tubuh unik seperti sidik jari manusia

Ikan kodok psychedelic
Ikan kodok psychedelic (youtube.com/Marthe Ødegård)

Hal pertama yang paling mencuri perhatian dari psychedelic frogfish adalah pola warna tubuhnya yang tak biasa. Garis-garis putih berliku menghiasi tubuhnya yang berwarna peach, kuning kecokelatan, atau oranye. Pola inilah yang kerap disamakan dengan sidik jari manusia, karena setiap individu memiliki motif yang berbeda dan tidak pernah benar-benar sama.

Keunikan tersebut tidak berhenti di situ saja. Berbeda dengan banyak ikan kamuflase lain, pola tubuh psychedelic frogfish tidak berubah mengikuti lingkungan sekitarnya. Sejak kecil hingga dewasa, ia mempertahankan identitas visual yang sama sepanjang hidupnya. Meski terlihat mencolok, pola ini justru berfungsi sebagai kamuflase alami. Motif berliku tersebut membantu psychedelic frogfish menyatu dengan dasar laut yang dipenuhi pecahan karang dan bebatuan, sehingga keberadaannya sulit disadari oleh mangsa maupun predator.

3. Ikan yang lebih suka berjalan daripada berenang

Ikan kodok psychedelic
Ikan kodok psychedelic (youtube.com/Marthe Ødegård)

Meski disebut ikan, psychedelic frogfish jarang sekali terlihat berenang seperti ikan pada umumnya. Ia lebih sering bergerak dengan cara berjalan di dasar laut menggunakan sirip dada dan sirip perutnya. Cara bergeraknya pun tergolong lambat dan terkesan kikuk. Sekilas, psychedelic frogfish justru lebih mirip amfibi kecil yang merayap di dasar perairan daripada seekor ikan laut.

Dalam situasi tertentu, ikan ini bahkan bisa terlihat seperti melompat atau memantul, lho! Hal ini terjadi ketika ia mendorong tubuhnya dari dasar laut sambil menyemburkan air melalui insangnya. Pola gerak yang tidak lazim inilah yang membuat psychedelic frogfish semakin sulit dikenali oleh mangsanya.

4. Pemburu penyergap yang sangat sabar

Ikan kodok psychedelic
Ikan kodok psychedelic (youtube.com/Marthe Ødegård)

Psychedelic frogfish bukan tipe predator yang aktif mengejar mangsa. Ikan ini lebih mengandalkan kesabaran dengan berdiam diri di celah-celah karang atau di antara bebatuan, menunggu mangsanya melintas cukup dekat untuk disergap. Saat momen itu tiba, serangannya berlangsung sangat cepat. Dalam sekejap, psychedelic frogfish membuka mulutnya dan menelan mangsa yang lengah, sebelum sempat bereaksi atau melarikan diri.

Menariknya, berbeda dengan banyak anggota keluarga anglerfish lain, psychedelic frogfish hampir tidak memanfaatkan pancing umpan di kepalanya. Struktur tersebut memang ada, tetapi sangat kecil dan nyaris tidak berfungsi. Sebagai gantinya, ia mengandalkan posisi strategis dan serangan mendadak, sementara kulitnya yang tebal dan berlendir membantu melindungi tubuhnya saat menyusup ke celah-celah sempit untuk berburu.

5. Ibu ikan yang menggendong ratusan telur di tubuhnya

Salah satu fakta paling menarik dari psychedelic frogfish terletak pada cara berkembang biaknya. Meski termasuk ikan ovipar, betina tidak serta-merta meninggalkan telur-telurnya di dasar laut. Sebaliknya, ia membawa dan menjaga telur tersebut menempel di tubuhnya hingga menetas.

Jumlah telur yang digendong ini bisa mencapai ratusan butir. Selama masa inkubasi, sang induk secara aktif mengipasi telur dengan siripnya agar tetap mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Strategi reproduksi ini tergolong langka di dunia ikan. Tingkat perawatan induk yang tinggi menunjukkan bagaimana psychedelic frogfish beradaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan laut terbuka.

Psychedelic frogfish bukan hanya menarik karena penampilannya yang nyentrik, tetapi juga karena perilaku dan strategi hidupnya yang tak biasa. Dari pola tubuh mirip sidik jari, cara berjalan di dasar laut, hingga kebiasaan menggendong telur, ikan ini menjadi contoh nyata bagaimana evolusi mampu menghasilkan makhluk dengan adaptasi yang benar-benar unik. Di balik ukurannya yang kecil, psychedelic frogfish menyimpan cerita besar tentang kekayaan laut Indonesia yang masih menyimpan banyak rahasia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Multicolored Tanager, Burung Cantik Andes yang Terancam Punah

21 Jan 2026, 19:49 WIBScience