Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Kura-kura Kolam China, Diternak Secara Masif

5 Fakta Menarik Kura-kura Kolam China, Diternak Secara Masif
kura-kura kolam china (inaturalist.org/Tommy Hui)
Intinya Sih
  • Kura-kura kolam china (Mauremys reevesii) berasal dari Asia Timur, sementara populasi di Timor Leste diduga berasal dari introduksi pendatang China dan telah beradaptasi.
  • Spesies berukuran 10–25 sentimeter ini dapat hidup hingga 45 tahun, berciri tubuh gelap bergaris kekuningan, serta mampu kawin silang dengan sejumlah kura-kura famili Geoemydidae.
  • IUCN mengategorikannya terancam punah akibat perburuan dan red-eared slider, meski penangkaran masif di China telah berlangsung sejak lama dan jumlah peternakannya diperkirakan melampaui survei resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagai salah satu negara terbesar di Asia tentunya China dianugerahi bentang alam yang beragam. Ada pegunungan, gurun, sungai, hingga hutan yang lebat. Semua bentang alam tersebut menjadi habitat berbagai jenis hewan, tak terkecuali kura-kura. Nah, salah satu spesies kura-kura unik yang hidup di Negeri Tirai Bambu tersebut adalah Mauremys reevesii atau kura-kura kolam china.

Ia memang bukan spesies kura-kura berukuran raksasa, tapi kura-kura kolam china punya ciri fisik yang menarik dan kehidupannya sangat dekat dengan manusia. Reptil tersebut juga unik, sebab bisa melakukan perkawinan silang dan ternyata sudah menyebar hingga ke Asia Tenggara, lho. Penasaran dengan seluk beluk dan berbagai fakta menarik kura-kura kolam china? Di bawah ini pembahasannya.

1. Berasal dari China tapi punya populasi di Timor Leste

kura-kura kolam china
kura-kura kolam china (inaturalist.org/matthewkwan)

Dilansir The Reptile Database, wilayah penyebaran alami kura-kura kolam china mencakup daerah Asia Timur seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Menariknya, survey pada 2013 mengungkap fakta bahwa kura-kura kolam china juga menghuni wilayah Timor Leste di Asia Tenggara. Populasi di Timor Leste bukanlah populasi asli. Para ahli bersepkulasi bahwa populasi di Timor Leste awalnya dibawa oleh pendatang dari China dan setelah bertahun-tahun akhirnya berkembang serta beradaptasi di daerah tersebut. Di Timor Leste sendiri kura-kura kolam china hidup berdampingan dengan kura-kura leher ular pulau roti (Chelodina mccordi).

2. Kura-kura kolam china punya tubuh berwarna gelap

kura-kura kolam china
kura-kura kolam china (inaturalist.org/R.J. Adams)

Dikutip Korkeansaari Zoo, panjang kura-kura kolam china sekitar 10-25 centimeter. Ukuran tersebut menjadikannya sebagai kura-kura berukuran kecil hingga sedang. Meski kecil, kura-kura kolam china punya usia yang cukup panjang, yaitu mencapai 45 tahun. Ciri fisiknya tak terlalu berbeda dengan spesies kura-kura lain, yaitu punya tempurung membulat, kaki pendek berselaput, dan leher panjang. Tubuhnya didominasi warna gelap seperti hitam, cokelat tua, dan abu-abu. Kepalanya besar, ekornya pendek, dan ia memiliki corak garis kekuningan di bagian leher hingga kepala.

3. Kura-kura kolam china merupakan hewan terancam punah

kura-kura kolam china
kura-kura kolam china (inaturalist.org/Tse Chung Yi)

IUCN Red List memasukan kura-kura kolam china ke kategori endangered (terancam). Ia terancam oleh dua hal di alam liar, yaitu kehadiran red-eared slider (Trachemys scripta elegans) yang merupakan spesies pendatang dan adanya perburuan liar yang tak kunjung berhenti. Di China sendiri, reptil tersebut diburu untuk dijadikan obat tradisional. Sayangnya, hingga kini tak ada yang tahu ada berapa individu yang masih bertahan hidup di alam liar. Untungnya, kura-kura kolam china kerap ditangkarkan dan penangkarannya terbilang cukup berhasil dalam meningkatkan populasi hewan tersebut.

4. Punya kemampuan untuk melakukan perkawinan silang

kura-kura kolam china
kura-kura kolam china (inaturalist.org/chen_z)

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa kura-kura kolam china memiliki kemampuan unik yang membuatnya bisa melakukan perwakinan silang dengan spesies lain dari famili Geoemydidae. Bahkan, ia bisa melakukan kawin silang dengan spesies yang kekerabatannya cukup jauh. Beberapa spesies yang sering melakukan kawin silang dengan kura-kura kolam china adalah Mauremys mutica, Sacalia quadriocellata, Cuora amboinensis, Ocadia sinensis, Mauremys japonica, dan Mauremys sinensis. Saking seringnya melakukan kawin silang, kura-kura kolam china sampai menciptakan spesies baru bernama Mauremys pritchardi.

5. Kura-kura kolam china diternak secara masif

kura-kura kolam china
kura-kura kolam china (inaturalist.org/shihhaowang)

Para ahli berspekulasi bahwa kura-kura kolam china sudah diternak sejak masa Dinasti Shang sekitar 1600-1000 sebelum masehi. Hingga masa modern kura-kura tersebut juga masih diternak secara masif di beberapa wilayah di China. Survey pada 1998 menemukan 548 peternakan kura-kura di empat provinsi. Survey lanjutan pada 2002 mencatat jumlah yang jauh lebih banyak, yaitu mencapai 684 peternakan. Namun, artikel di Cambridge University Press menekankan bahwa ada banyak peternakan ilegal dan peternakan legal yang tidak berhasil disurvey. Hal tersebut membuat para ahli percaya bahwa jumlah peternakan kura-kura di China jauh lebih banyak dari hasil survey resmi.

Berbagai fakta menarik kura-kura kolam china menjadi cerminan tentang bagaimana kehidupan hewan liar bisa terpengaruh oleh aktivitas manusia. Dalam kasus kura-kura kolam china, kehidupan manusia membuat populasinya menurun dan penyebarannya menjadi tak jelas. Karena itu, kita harus menekan niat untuk memburu, menangkap, atau mengeksploitasi alam agar kehidupan hewan liar tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More