Saffron sudah dikenal sejak zaman dahulu dan sering dianggap sebagai simbol kemewahan. Rempah ini digunakan untuk berbagai hal, mulai dari pengobatan, bahan kecantikan, hingga pelengkap makanan. Yuk, simak beberapa fakta menarik tentang saffron berikut ini!
5 Fakta Saffron, Rempah Mahal yang Dulu Dipakai Bangsawan

- Saffron dikenal sebagai rempah termahal di dunia karena proses panennya rumit dan membutuhkan banyak bunga Crocus sativus untuk menghasilkan satu kilogram.
- Sejak zaman kuno, saffron digunakan oleh bangsawan dan kerajaan sebagai simbol kemewahan, bahan kecantikan, serta pelengkap hidangan istimewa.
- Harga tinggi saffron membuatnya sering dipalsukan dengan bahan lain, sehingga pembeli perlu mengenali ciri saffron asli agar tidak tertipu.
Pernahkah kamu membayangkan ada bumbu dapur yang harganya sangat mahal? Itulah saffron, rempah yang dikenal sebagai salah satu yang termahal di dunia. Meski bentuknya kecil dan tipis, saffron memiliki proses panen yang tidak mudah sehingga harganya bisa sangat tinggi.
1. Dijuluki rempah termahal di dunia

Saffron dikenal sebagai rempah termahal di dunia. Harga saffron di pasar internasional bisa mencapai ribuan dolar per kilogram sehingga sering dijuluki sebagai “emas merah”. Bahkan, beberapa helai saffron dalam kemasan kecil pun bisa dijual dengan harga yang cukup mahal dibandingkan bumbu dapur lainnya.
Kelangkaan dan proses produksinya yang rumit membuat saffron tetap memiliki nilai jual yang tinggi hingga sekarang. Karena itulah, bumbu dapur ini tidak hanya dianggap sebagai penyedap masakan, tetapi juga menjadi komoditas eksklusif di pasar global.
2. Dulu dipakai kaum bangsawan dan kerajaan

Sejak zaman dahulu, saffron sudah dikenal sebagai rempah mewah yang sering digunakan oleh kalangan bangsawan dan kerajaan. Bangsa Persia, Yunani, hingga Romawi kuno menganggap saffron sebagai simbol kemewahan dan status sosial. Karena warnanya yang mencolok serta aromanya yang khas, saffron sering digunakan dalam hidangan pesta kerajaan dan acara penting para bangsawan.
Tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, saffron juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain oleh kalangan elit pada masa itu. Cleopatra disebut menggunakan saffron dalam perawatan kecantikannya, sementara masyarakat Persia kuno memakainya sebagai pewarna, parfum, hingga bahan ritual. Nilainya yang tinggi membuat saffron menjadi rempah yang identik dengan kemewahan sejak ribuan tahun lalu.
3. Asalnya dari bunga ungu cantik

Di balik bentuknya yang berupa helai merah kering, saffron sebenarnya berasal dari bunga cantik bernama Crocus sativus. Bunga ini memiliki kelopak berwarna ungu kebiruan dan biasanya mekar pada musim gugur. Bagian yang digunakan sebagai saffron bukanlah kelopaknya, melainkan helaian putik berwarna merah-oranye.
Crocus sativus juga tergolong unik karena tidak bisa berkembang biak secara alami melalui biji. Untuk menanamnya kembali, manusia harus memindahkan bagian umbinya ke tempat lain. Dari bunga ungu yang terlihat sederhana inilah lahir salah satu rempah paling mahal dan terkenal di dunia.
4. Satu kilogram bisa membutuhkan hingga 200 ribu bunga

Salah satu alasan saffron memiliki harga sangat mahal adalah karena proses produksinya yang tidak mudah. Untuk menghasilkan satu kilogram saffron kering, dibutuhkan sekitar 70 ribu hingga 200 ribu bunga Crocus sativus. Setiap bunga hanya menghasilkan tiga helai kecil berwarna merah yang nantinya dijadikan saffron. Selain itu, semua proses pengambilannya masih dilakukan secara manual.
Proses panen saffron juga harus dilakukan pada waktu tertentu agar kualitasnya tetap baik. Bunga biasanya dipetik pada pagi hari saat mekar sempurna. Karena prosesnya memakan waktu dan membutuhkan banyak tenaga kerja, produksi satu kilogram saffron bisa menghabiskan ratusan jam kerja manusia.
5. Sering dipalsukan di pasaran

Karena memiliki harga yang sangat mahal, saffron menjadi salah satu rempah yang sering dipalsukan. Beberapa oknum menggunakan bahan lain seperti rambut jagung, kelopak bunga, hingga serat berwarna merah agar terlihat seperti saffron asli. Ada juga yang mencampurnya dengan gula atau minyak supaya beratnya bertambah. Karena itu, pembeli perlu berhati-hati jika menemukan saffron dengan harga yang terlalu murah.
Untuk membedakan saffron asli dan palsu, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Saffron asli biasanya akan mengeluarkan warna kuning keemasan secara perlahan saat direndam dalam air hangat, sementara helainya tetap berwarna merah. Selain itu, bentuk helai saffron asli juga tidak benar-benar sama antara satu dengan lainnya dan memiliki ujung yang sedikit menyerupai corong kecil.
Meski hanya berupa helai kecil berwarna merah, saffron memiliki cerita panjang yang membuatnya begitu istimewa. Dari bunga ungu yang cantik hingga proses panen yang rumit, semua itu membuat saffron tetap menjadi rempah yang dikenal mewah dan menarik perhatian banyak orang sampai sekarang.


















