Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Sea Apple, Teripang Berwarna Cerah yang Mirip Buah

5 Fakta Sea Apple, Teripang Berwarna Cerah yang Mirip Buah
sea apple (inaturalist.org/Sylvain Le Bris)
Intinya Sih
  • Sea apple, merujuk pada Pseudocolochirus violaceus, adalah teripang bercorak ungu, merah, kuning, putih, dan oranye; warna mencoloknya menjadi peringatan bagi predator.
  • Dengan sekitar sepuluh tentakel bercabang berlendir, sea apple menyaring plankton dan partikel organik dari arus, lalu memasukkan tentakelnya ke mulut untuk dibersihkan.
  • Saat terancam, sea apple dapat melepaskan racun holothurin atau mengeluarkan organ dalam yang kemudian beregenerasi; spesies ini hidup di terumbu karang dangkal Indo-Pasifik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia bawah laut menyimpan banyak biota dengan bentuk dan keunikan yang menarik, salah satunya sea apple. Sea apple merupakan sebutan untuk beberapa spesies teripang laut yang memiliki tubuh menyerupai buah apel. Dalam artikel ini, sea apple yang dimaksud mengacu pada Pseudocolochirus violaceus, salah satu spesies yang paling dikenal.

Meski termasuk teripang, sea apple memiliki berbagai keunikan yang membuatnya berbeda dari kebanyakan kerabatnya. Mulai dari penampilannya yang mencolok hingga cara bertahan hidupnya, hewan laut ini menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui. Yuk, simak 5 fakta uniknya berikut ini!

1. Tubuhnya dipenuhi warna-warna cerah yang mencolok

warna cerah menjadi salah satu ciri khas sea apple
warna cerah menjadi salah satu ciri khas sea apple (inaturalist.org/budak)

Sea apple menjadi salah satu jenis teripang yang paling mudah dikenali berkat warna tubuhnya yang cerah. Berbeda dengan kebanyakan teripang yang didominasi warna gelap, sea apple memiliki perpaduan warna cerah, seperti ungu, merah, kuning, putih, dan oranye.

Warna-warna cerah tersebut bukan hanya membuat sea apple terlihat menarik. Dalam biologi, warna mencolok seperti ini berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi predator agar tidak sembarangan mendekat atau memangsanya. Strategi ini dikenal sebagai pewarnaan aposematik, yaitu penggunaan warna tubuh untuk memberi isyarat bahwa hewan tersebut sebaiknya dihindari.

2. Memiliki tentakel bercabang untuk menangkap makanan

tentakel bercabang membantu sea apple menangkap makanan yang terbawa arus
tentakel bercabang membantu sea apple menangkap makanan yang terbawa arus (inaturalist.org/budak)

Sea apple memiliki sekitar sepuluh tentakel bercabang berwarna kuning yang mengelilingi mulutnya. Bentuk tentakel yang menyerupai ranting pohon ini bukan sekadar menjadi ciri khas penampilannya, melainkan juga berperan penting dalam menangkap makanan. Saat menempel di terumbu karang yang dialiri arus, sea apple akan membuka tentakel-tentakelnya untuk menangkap partikel makanan yang terbawa air.

Tentakel tersebut dilapisi lendir yang membantu menangkap plankton serta partikel organik berukuran sangat kecil. Setelah berhasil mengumpulkan makanan, sea apple akan memasukkan tentakelnya ke dalam mulut satu per satu untuk dibersihkan sebelum kembali dibentangkan. Cara makan seperti ini dikenal sebagai filter-feeding, yaitu menyaring partikel organik yang melayang di dalam air.

3. Dapat mengeluarkan racun sebagai mekanisme pertahanan

sea apple dapat melepaskan racun saat merasa terancam
sea apple dapat melepaskan racun saat merasa terancam (inaturalist.org/Josy Lai)

Meski penampilannya menarik, sea apple ternyata memiliki mekanisme pertahanan yang cukup unik. Saat merasa terancam atau mengalami stres, hewan laut ini dapat melepaskan senyawa beracun bernama holothurin ke perairan di sekitarnya.

Pelepasan holothurin ini bertujuan untuk mengusir predator dan melindungi sea apple dari ancaman. Dengan mekanisme pertahanan kimia ini, peluang sea apple untuk bertahan hidup menjadi lebih besar saat menghadapi bahaya. Oleh karena itu, hewan laut ini sebaiknya tidak disentuh atau diganggu saat berada di habitat alaminya.

4. Mampu mengeluarkan organ dalam dan menumbuhkannya kembali

sea apple mampu meregenerasi organ dalam yang dikeluarkannya
sea apple mampu meregenerasi organ dalam yang dikeluarkannya (inaturalist.org/Sue Churchill)

Saat menghadapi ancaman yang sangat serius, sea apple dapat melakukan evisceration, yaitu mengeluarkan sebagian organ dalamnya sebagai bentuk pertahanan diri. Meski terdengar ekstrem, kemampuan ini merupakan strategi alami yang digunakan sea apple untuk mengalihkan perhatian predator sehingga ia bisa meloloskan diri.

Menariknya, proses tersebut tidak membuat sea apple kehilangan organ dalamnya secara permanen. Setelah kondisi kembali aman, organ yang dikeluarkan dapat tumbuh kembali melalui proses regenerasi. Kemampuan inilah yang membantu sea apple pulih secara utuh setelah menghadapi ancaman bahaya.

5. Hidup di terumbu karang Indo-Pasifik

sea apple umumnya hidup di kawasan terumbu karang Indo-Pasifik
sea apple umumnya hidup di kawasan terumbu karang Indo-Pasifik (inaturalist.org/Mark Rosenstein)

Sea apple merupakan biota laut yang hidup di kawasan tropis Indo-Pasifik. Di alam liar, hewan ini umumnya ditemukan di terumbu karang dangkal dan perairan berbatu (subtidal rocky reef). Habitat tersebut menyediakan permukaan yang kokoh sehingga sea apple dapat menempel erat menggunakan kaki tabungnya dan tidak mudah terbawa arus.

Terumbu karang menjadi habitat yang ideal bagi sea apple karena memiliki arus air yang cukup kuat. Arus ini membawa plankton dan partikel organik melayang di dalam air yang menjadi sumber makanan utamanya. Kondisi inilah yang membuat terumbu karang Indo-Pasifik menjadi tempat yang sangat cocok untuk mendukung kelangsungan hidupnya.

Di balik bentuknya yang menyerupai buah, sea apple ternyata menyimpan berbagai keunikan yang mungkin belum banyak diketahui. Mulai dari warna tubuh hingga kemampuan bertahan hidupnya, hewan laut ini menjadi salah satu penghuni terumbu karang yang menarik untuk dikenal lebih dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More