Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Bagian Tubuh Kucing yang Gak Boleh Dipotong Sembarangan

3 min read
3 Bagian Tubuh Kucing yang Gak Boleh Dipotong Sembarangan
ilustrasi kucing (pexels.com/Patrick Dunn)
  • Kumis kucing berfungsi sebagai sensor untuk memperkirakan celah dan mendeteksi perubahan sekitar; memotongnya dapat mengurangi informasi sensorik sehingga kucing lebih bingung saat bernavigasi.
  • Saat memotong kuku, hindari quick atau jaringan hidup berisi pembuluh darah dan saraf. Potong ujung kuku melengkung sedikit demi sedikit agar tidak memicu nyeri dan perdarahan.
  • Bulu halus di dalam telinga membantu mekanisme alami mengeluarkan kotoran. Jangan memotong, mencabut, atau memasukkan benda terlalu dalam; konsultasikan dokter hewan bila telinga kotor, berbau, atau iritasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buat kamu yang punya kucing di rumah, mungkin pernah kepikiran untuk merapikan beberapa bagian tubuh anabul agar terlihat lebih bersih dan rapi. Namun ternyata, gak semua bagian tubuh kucing boleh dipotong atau dicukur sembarangan. Beberapa di antaranya justru punya fungsi penting untuk membantu kucing beraktivitas dan mengenali lingkungan di sekitarnya.

Kalau dipotong tanpa tahu caranya, hal tersebut bisa membuat kucing merasa tidak nyaman atau bahkan mengalami luka. Oleh arena itu, sebelum mengambil gunting atau alat cukur, ada baiknya kenali dulu bagian tubuh kucing yang sebaiknya gak dipotong sembarangan. Lalu, bagian tubuh apa saja yang perlu diperhatikan? Yuk, kita cek di bawah ini!


  1. 1. Kumis kucing

    ilustrasi kucing
    ilustrasi kucing (unsplash.com/engin ekyurt)

    Kumis kucing atau whiskers bukan sekadar bulu panjang yang membuat wajah anabul terlihat menggemaskan. Bagian ini merupakan rambut sensorik yang sangat peka dan membantu kucing mendapatkan informasi tentang lingkungan di sekitarnya. Dilansir Merck Veterinary Manual, kumis membantu kucing memperkirakan ukuran celah sehingga mereka bisa mengetahui apakah tubuhnya dapat melewati ruang yang sempit.

    Selain itu, kumis juga dapat membantu kucing mendeteksi perubahan kecil di sekitar tubuhnya, termasuk saat bergerak atau mencari sesuatu dalam kondisi minim cahaya. Karena punya fungsi sensorik, kumis kucing sebaiknya gak dipotong atau dicabut sembarangan. Pemotongan kumis tidak merusak sarafnya secara langsung, tetapi dapat mengurangi informasi sensorik yang biasanya diterima kucing dan membuatnya lebih bingung saat bernavigasi.

  2. 2. Kuku bagian dalam

    ilustrasi kucing
    ilustrasi kucing (pexels.com/Engin Akyurt)

    Selain kumis, bagian kuku kucing juga gak boleh dipotong sembarangan, terutama bagian dalam yang disebut quick. Bagian ini merupakan jaringan hidup yang di dalamnya terdapat pembuluh darah dan saraf. Mengutip dari Washington State University Veterinary Teaching Hospital, memotong kuku terlalu pendek hingga mengenai quick dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan pada kucing.

    Oleh sebab itu, saat memotong kuku anabul, cukup potong bagian ujung kuku yang melengkung dan hindari bagian quick. Pada kuku yang berwarna terang, bagian quick biasanya dapat terlihat sebagai area berwarna merah muda di dalam kuku. Kalau kuku kucing berwarna gelap dan bagian tersebut sulit terlihat, sebaiknya potong sedikit demi sedikit agar gak mengenai jaringan hidup.


  3. 3. Bulu di dalam telinga

    ilustrasi kucing
    ilustrasi kucing (pexels.com/Emine)

    Bulu-bulu halus yang tumbuh di dalam telinga kucing juga sebaiknya gak dipotong atau dicabut sembarangan. Dilansir PetMD, telinga kucing memiliki rambut dan mekanisme alami yang membantu membawa kotoran serta partikel keluar dari saluran telinga. Karena itu, keberadaan sedikit bulu di telinga sebenarnya merupakan bagian normal dari anatomi telinga kucing.

    Memotong atau mengutak-atik bagian dalam telinga tanpa alasan medis justru bisa membuat area tersebut mengalami iritasi atau luka. VCA Animal Hospitals juga menyarankan agar pemilik tidak memasukkan benda terlalu dalam saat membersihkan telinga kucing karena dapat melukai saluran telinga atau gendang telinga. Jadi, kalau telinga anabul terlihat kotor, berbau, atau menunjukkan tanda iritasi, sebaiknya jangan langsung mengambil gunting dan konsultasikan dengan dokter hewan.

    Jadi, gak semua bagian tubuh kucing boleh dirapikan sesuka hati karena beberapa di antaranya punya fungsi penting bagi anabul. Sebelum memotong kumis, kuku, atau bulu di dalam telinga, pastikan kamu tahu bagian mana yang aman dan cara merawatnya dengan benar. Setelah tahu hal ini, masih yakin mau asal potong bagian tubuh kucing?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More