Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Sparkling Violetear, Kolibri Agresif dengan Telinga Ungu Unik

5 Fakta Sparkling Violetear, Kolibri Agresif dengan Telinga Ungu Unik
Kolibri sparkling violetear punya telinga ungu yang unik. (commons.wikimedia.org/Aralcal)
Intinya Sih
  • Sparkling violetear adalah kolibri berukuran mungil dengan bulu hijau metalik dan jumbai ungu di leher yang menyerupai telinga, menjadi ciri khas uniknya di pegunungan Andes.
  • Burung ini hidup di ketinggian 1.700–4.500 meter, memanfaatkan strategi torpor untuk bertahan dari suhu dingin ekstrem dan menjaga energi selama malam hari.
  • Dikenal agresif dalam mempertahankan wilayah nektar, sparkling violetear juga berperan penting sebagai penyerbuk alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan Andes.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kolibri identik dengan burung kecil berbulu metalik yang berkilau indah. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah sparkling violetear (Colibri coruscans), kolibri penghuni pegunungan Andes yang dingin. Burung mungil ini punya ciri unik berupa jumbai bulu di sisi leher yang mirip seperti telinga berwarna violet (ungu). Keunikan ini membuatnya mudah dikenali sekaligus memancing rasa penasaran. Sebenarnya, apa fungsi bulu bak telinga tersebut?

Di balik penampilannya yang menawan, sparkling violetear ini terkenal sebagai spesies agresif, lho! Kolibri ini sering terlibat dalam perkelahian teritorial, bahkan tak segan melawan burung lain yang berukuran lebih besar darinya. Perpaduan antara pesona dan keberanian ini menjadikan kolibri satu ini menarik untuk dibahas. Penasaran dengan pesona si pemberani ini? Yuk, simak lima fakta sparkling violetear selengkapnya di artikel ini!

1. Kilau telinga violet dan bulu hijau metalik menjadi ciri khasnya

Burung sparkling violetear
Burung sparkling violetear (flickr.com/Lip Kee)

Di lereng pegunungan Andes, sparkling violetear tampak seperti perhiasan hidup yang beterbangan di antara bunga-bunga. Seperti kebanyakan kolibri lainnya, spesies ini juga memiliki tubuh mungil dengan panjang tubuh sekitar 13 ‒ 14 cm dengan berat 5 ‒ 8,5 gram pada jantan dan 6 ‒7,5 gram pada betina.

 Sesuai dengan namanya, kolibri ini benar-benar berkilau. Dilansir Birds of the World, tubuhnya didominasi oleh bulu hijau metalik yang memantulkan cahaya matahari dan menghasilkan efek iridesen yang memukau. Selain bulu berkilau, ciri paling ikonik dari spesies ini adalah jumbai bulu violet (ungu) di sisi leher yang menyerupai telinga. Bulu unik ini hadir bukan tanpa alasan, lho! Ketika berhadapan dengan pesaingnya, telinga ini akan ditegakkan yang berguna untuk mengintimidasi lawan.

2. Penghuni pegunungan Andes yang menyukai tepian hutan

Burung sparkling violetear
Burung sparkling violetear (commons.wikimedia.org/Joseloop)

Sparkling violetear memiliki wilayah persebaran yang luas di sepanjang Pegunungan Andes. Dilansir Birds of the World, kolibri ini dapat ditemukan mulai dari Venezuela bagian utara hingga Argentina barat laut, serta populasi terpisah di tepui Venezuela selatan dan wilayah perbatasan Brasil Utara. Mereka menghuni kawasan pegunungan pada ketinggian sekitar 1.700 ‒ 4.500 meter di atas permukaan laut, terutama di ekosistem paramo dan sub paramo yang berhawa sejuk.

Meski hidup di wilayah pegunungan, sparkling violetear tidak selalu memilih hutan lebat. Burung ini justru lebih sering dijumpai di tepi hutan, hutan terbuka, taman berbunga, hingga area perkebunan. Lingkungan yang lebih terbuka ini menyediakan bunga dalam jumlah melimpah, menjadikannya tempat ideal untuk mencari nektar.

3. Mengandalkan strategi torpor untuk menghadapi suhu pegunungan yang dingin

Burung sparkling violetear
Burung sparkling violetear (flickr.com/Félix Uribe)

Hidup di ketinggian hingga 4.500 meter tentu bukan perkara mudah, terutama ketika suhu malam hari turun drastis. Dilansir Animalia, untuk menyiasati dinginnya pegunungan Andes, sparkling violetear memiliki kemampuan luar biasa yang disebut torpor. Torpor merupakan kondisi penurunan aktivitas fisiologis atau semacam mati suri sementara yang dilakukan untuk menghemat energi.

Selama memasuki kondisi torpor, suhu tubuh mereka yang normalnya berada di angka 36°C bisa turun hingga mendekati 8°C. Detak jantung dan laju metabolisme pun melambat secara drastis, sehingga energi tidak cepat terkuras selama malam yang dingin. Strategi ini memungkinkannya bertahan hingga matahari terbit tanpa kehabisan cadangan energi.  

4. Kolibri agresif yang tak segan mengusir pesaingnya dalam mencari makan

Burung sparkling violetear
Burung sparkling violetear (flickr.com/Rudolphous)

Jangan terkecoh oleh tubuhnya yang mungil. Hal ini karena kolibri kecil ini terkenal dengan sifatnya yang sangat teritorial dan agresif, lho! Bahkan, mereka tidak segan-segan mengejar dan mengusir burung lain. Meskipun lawannya memiliki ukuran yang lebih besar sekalipun. Saat berhadapan dengan pesaingnya, burung ini akan menegakkan telinga violetnya sebagai bentuk intimidasi visual sebelum terlibat kejar-kejaran di udara.

Sifat agresif ini muncul bukan tanpa alasan. Kolibri ini melakukannya demi mempertahankan wilayahnya dan memastikannya memiliki akses tunggal terhadap nektar, sumber energi utama mereka. Ketangguhannya dalam menjaga sumber makanan ini membuatnya dikenal sebagai salah satu spesies yang paling disegani di ekosistem Pegunungan Andes.

5. Penyerbuk penting yang menjaga kelestarian ekosistem pegunungan Andes

Burung sparkling violetear
Burung sparkling violetear (commons.wikimedia.org/CLAUDIOLD)

Di balik sifatnya yang dominan dan agresif, sparkling violetear memegang peran ekologis penting sebagai polinator atau penyerbuk di pegunungan Andes. Kolibri ini membantu berbagai tumbuhan berbunga melakukan penyerbukan, terutama bunga berbentuk tabung yang sulit dijangkau oleh burung lain.

Saat mengisap nektar, serbuk sari akan menempel di paruh dan tubuhnya, lalu terbawa dan berpindah ke bunga lain. Proses sederhana ini memungkinkannya terjadi pembuahan dan reproduksi tumbuhan. Tanpa disadari, setiap kepakan sayapnya turut menjaga kelestarian ekosistem Andes secara keseluruhan.

Itulah lima fakta menarik sparkling violetear, si kolibri bertelinga violet dari Pegunungan Andes. Burung ini membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar kolibri cantik dengan bulu berkilau saja, tapi juga berperan penting bagi ekosistem Andes. Ia menunjukkan bagaimana adaptasi, perilaku agresif, dan peran ekologis bisa berjalan beriringan. Kabar baiknya, saat ini populasi burung ini masih tergolong least concern atau tidak terancam punah oleh IUCN. Keberadaan mereka menjadi kunci bagi kelestarian flora di wilayah Andes dan sekitarnya. Semoga kelestarian ini akan tetap terjaga selamanya ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More