Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Burung Millerbird Nihoa, Spesies yang Hanya Ada di Hawaii

5 Fakta Burung Millerbird Nihoa, Spesies yang Hanya Ada di Hawaii
Millerbird nihoa (commons.wikimedia.org/R Kohley)
Intinya Sih
  • Millerbird nihoa (Acrocephalus familiaris) adalah burung endemik Pulau Nihoa di Hawaii Barat Laut, dengan habitat terbatas yang membuatnya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
  • Spesies pemakan serangga dan larva ini berstatus sangat terancam punah; ancamannya mencakup spesies invasif, sementara kerabatnya, Millerbird laysan, telah punah akibat kerusakan vegetasi.
  • Pada 2011 dan 2012, konservasionis memindahkan Millerbird nihoa ke Pulau Laysan untuk membentuk populasi kedua, sehingga kelangsungan spesies tidak bergantung pada satu pulau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Burung Millerbird nihoa merupakan salah satu burung paling langka yang hidup di Kepulauan Hawaii bagian barat laut. Burung kecil ini memiliki nama ilmiah Acrocephalus familiaris. Keberadaannya menarik perhatian para peneliti karena wilayah hidupnya sangat terbatas dibandingkan banyak spesies burung lain.

Keunikan Millerbird nihoa tidak hanya terletak pada statusnya yang langka, tetapi juga pada sejarah konservasinya yang panjang. Spesies ini pernah menghadapi risiko kepunahan yang tinggi akibat jumlah populasi yang kecil dan habitat yang terbatas. Berikut lima fakta menarik tentang Millerbird nihoa yang membuatnya menjadi salah satu burung paling istimewa di Hawaii.

1. Hanya berasal dari Pulau Nihoa

Millerbird nihoa
Millerbird nihoa (flickr.com/Papahānaumokuākea Marine National Monument)

Menurut Division of Forestry and Wildlife Hawaii, Millerbird nihoa merupakan spesies endemik Pulau Nihoa yang berada di Kepulauan Hawaii Barat Laut. Status endemik berarti spesies ini secara alami ditemukan di wilayah tersebut dan tidak hidup secara alami di tempat lain. Pulau Nihoa sendiri termasuk bagian dari kawasan konservasi Papahānaumokuākea Marine National Monument.

Dilansir dari Papahānaumokuākea Marine National Monument, Pulau Nihoa juga menjadi rumah bagi burung endemik lain yaitu Nihoa finch. Keberadaan dua burung darat endemik tersebut menunjukkan betapa uniknya ekosistem pulau kecil ini. Karena habitatnya sangat terbatas, perubahan lingkungan dapat memberikan dampak besar terhadap kelangsungan hidup spesies tersebut.

2. Termasuk burung yang sangat terancam

Millerbird nihoa
Millerbird nihoa (commons.wikimedia.org/R Kohley)

Millerbird nihoa berstatus terancam punah secara federal maupun negara bagian Hawaii. Spesies ini juga dikategorikan sebagai Critically Endangered atau sangat terancam oleh International Union for Conservation of Nature. Status tersebut menunjukkan bahwa risiko kepunahannya sangat tinggi di alam liar.

Berdasarkan laporan NOAA tentang kondisi Papahānaumokuākea, salah satu ancaman bagi burung endemik di kawasan tersebut adalah masuknya spesies invasif. Populasi yang hanya berada di wilayah terbatas membuat spesies seperti Millerbird nihoa lebih rentan terhadap gangguan lingkungan. Oleh karena itu, berbagai upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungannya.

3. Memiliki pola makan khusus berupa serangga

Millerbird nihoa
Millerbird nihoa (flickr.com/Papahānaumokuākea Marine National Monument)

Millerbird nihoa merupakan burung pemakan serangga dan larva yang bergantung pada sumber makanan tersebut untuk bertahan hidup. Burung ini mencari mangsa di antara semak-semak dan vegetasi yang tumbuh di habitatnya. Kebiasaan tersebut menjadikannya bagian penting dari ekosistem daratan Pulau Nihoa.

Dilansir dari Papahānaumokuākea Marine National Monument, burung ini sering terlihat berada di bawah kanopi semak-semak di nihoa. Lingkungan vegetasi tersebut menyediakan tempat mencari makan sekaligus berlindung. Hubungan yang erat dengan habitat alami membuat keberadaan tumbuhan sangat penting bagi kelangsungan hidup spesies ini.

4. Berkerabat dengan Millerbird laysan yang telah punah

Millerbird nihoa
Millerbird nihoa (flickr.com/Papahānaumokuākea Marine National Monument)

Menurut Division of Forestry and Wildlife Hawaii, spesies Acrocephalus familiaris memiliki dua subspesies yang dikenal sebagai Millerbird nihoa dan Millerbird laysan. Kedua burung tersebut merupakan bagian dari kelompok burung pengicau asal Asia-Afrika yang berhasil mencapai Kepulauan Hawaii. Namun, nasib keduanya tidak sama.

Subspesies Millerbird Laysan dinyatakan punah setelah kerusakan vegetasi di Pulau laysan akibat introduksi kelinci Eropa. Sementara itu, Millerbird nihoa berhasil bertahan hingga sekarang. Kisah tersebut menunjukkan bagaimana perubahan habitat dapat memengaruhi kelangsungan hidup spesies yang hidup di pulau terpencil.

5. Pernah dipindahkan ke Pulau Laysan untuk mengurangi risiko kepunahan

Millerbird nihoa
Millerbird nihoa (commons.wikimedia.org/R Kohley)

Melansir Papahānaumokuākea Marine National Monument, sebanyak 24 Millerbird nihoa dilepasliarkan di Pulau Laysan pada tahun 2011. Program ini merupakan hasil dari penelitian bertahun-tahun oleh para ahli konservasi. Tujuannya adalah membangun populasi kedua agar spesies tersebut tidak hanya bergantung pada satu pulau.

Pemindahan tersebut berhasil mengurangi risiko kepunahan jangka pendek karena spesies ini tidak lagi terbatas pada satu lokasi saja. Division of Forestry and Wildlife Hawaii menjelaskan bahwa pemindahan lanjutan dilakukan pada tahun 2012. Keberhasilan pembentukan populasi baru di Laysan menjadi salah satu langkah konservasi penting bagi masa depan burung langka ini.

Millerbird nihoa merupakan contoh bagaimana spesies pulau dapat berkembang secara unik sekaligus menjadi sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Berkat upaya konservasi berupa pembentukan populasi baru di Pulau Laysan, peluang bertahannya spesies langka ini menjadi lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More