Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Djoudj National Bird Sanctuary, Surga Burung Migran di Senegal

5 Fakta Djoudj National Bird Sanctuary, Surga Burung Migran di Senegal
Djoudj National Bird Sanctuary (commons.wikimedia.org/Dioufy01)
Intinya Sih
  • Djoudj National Bird Sanctuary di Delta Sungai Senegal seluas sekitar 16.000 hektare menjadi oase lahan basah penting di tengah wilayah kering Afrika Barat.
  • Setiap musim dingin, jutaan burung dari Eropa singgah di Djoudj setelah melintasi Sahara untuk mendapat air, makanan, dan memulihkan energi.
  • Kawasan ini menampung lebih dari 365 spesies burung, termasuk flamingo, serta pulih dari ancaman tumbuhan invasif hingga keluar dari daftar UNESCO terancam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayangkan kamu baru saja terbang ribuan kilometer melintasi Gurun Sahara, lalu menemukan hamparan air yang luas dan dipenuhi pepohonan hijau. Pemandangan seperti itulah yang menyambut jutaan burung migran saat tiba di Djoudj National Bird Sanctuary. Terletak di Senegal, kawasan lahan basah ini menjadi salah satu tempat persinggahan penting bagi burung migran.

Djoudj bukan sekadar tempat singgah bagi burung migran. Kawasan ini juga menyimpan banyak fakta menarik, mulai dari ratusan spesies burung yang hidup di dalamnya hingga kawanan flamingo yang membuat permukaan air tampak merah muda. Penasaran dengan keunikan Djoudj National Bird Sanctuary? Yuk, simak lima faktanya di bawah ini!

1. Berada di delta Sungai Senegal yang kaya lahan basah

lanskap lahan basah di Djoudj National Bird Sanctuary
lanskap lahan basah di Djoudj National Bird Sanctuary (commons.wikimedia.org/Massowka)

Djoudj National Bird Sanctuary terletak di Delta Sungai Senegal, sekitar 60 kilometer di utara Kota Saint-Louis, Senegal. Kawasan ini memiliki luas sekitar 16.000 hektare dan dikenal sebagai salah satu kawasan lahan basah terpenting di Afrika Barat. Kondisi geografis tersebut membuat Djoudj memiliki sumber air yang melimpah.

Bentang alam Djoudj terdiri dari danau, rawa, aliran sungai kecil, kolam, dan dataran yang tergenang air pada waktu tertentu. Di tengah wilayah yang cenderung kering, kawasan ini menjadi oase alami yang sangat vital dalam menopang kehidupan berbagai tumbuhan dan satwa liar di sekitarnya.

2. Menjadi tempat singgah jutaan burung migran

kawanan burung migran singgah di Djoudj
kawanan burung migran singgah di Djoudj (flickr.com/Sterna999)

Setiap musim dingin, jutaan burung dari Eropa bermigrasi ke Afrika untuk mencari tempat dengan kondisi yang lebih hangat. Perjalanan ini tidak mudah karena mereka harus menempuh ribuan kilometer, termasuk melintasi Gurun Sahara yang luas. Setelah melewati rute yang berat tersebut, Djoudj National Bird Sanctuary menjadi salah satu tempat pertama yang mereka singgahi untuk beristirahat.

Kawasan lahan basah ini menyediakan air dan sumber makanan yang dibutuhkan selama migrasi. Di sinilah burung-burung memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan berikutnya. Peran tersebut menjadikan Djoudj sebagai salah satu tempat persinggahan yang sangat penting bagi burung migran di Afrika Barat.

3. Dihuni ratusan spesies burung

pelikan putih di Djoudj National Bird Sanctuary
pelikan putih di Djoudj National Bird Sanctuary (flickr.com/Drumearn)

Djoudj National Bird Sanctuary dikenal sebagai kawasan yang kaya akan keanekaragaman satwa. Tercatat lebih dari 365 spesies burung hidup di kawasan ini. Beragamnya jenis burung tersebut menunjukkan bahwa Djoudj menjadi habitat penting yang mendukung kehidupan berbagai spesies burung di Afrika Barat.

Salah satu burung yang menjadi ikon kawasan ini adalah pelikan putih besar (Great White Pelican). Selain itu, ada juga burung sendok Afrika (African Spoonbill), cangak ungu (Purple Heron), kuntul besar (Great Egret), dan kormoran. Kehadiran berbagai spesies dengan bentuk, ukuran, dan ciri khas yang berbeda membuat Djoudj menjadi lokasi favorit bagi para pengamat burung dari berbagai negara.

4. Kawanan flamingo membuat permukaan air tampak merah muda

flamingo di perairan Djoudj
flamingo di perairan Djoudj (flickr.com/Drumearn)

Salah satu pemandangan paling ikonik di Djoudj National Bird Sanctuary adalah saat kawanan flamingo kecil (Lesser Flamingo) berkumpul di perairan dangkal. Burung-burung berkaki panjang ini sering terlihat mencari makan bersama dalam jumlah yang sangat besar. Dari kejauhan, permukaan air tampak berwarna merah muda akibat dominasi kawanan flamingo dan pantulan bulu mereka di atas air.

Fenomena tersebut menjadi daya tarik visual di Djoudj National Bird Sanctuary. Perpaduan warna bulu flamingo yang kontras dengan lanskap sekitarnya menciptakan pemandangan alam yang sangat mencolok. Tak heran jika momen ini sering diabadikan dalam fotografi alam dan menjadi salah satu gambaran yang paling identik dengan kawasan tersebut.

5. Sempat masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO yang Terancam

ekosistem Djoudj berhasil dipulihkan melalui upaya konservasi
ekosistem Djoudj berhasil dipulihkan melalui upaya konservasi (commons.wikimedia.org/John Crane from Prague, Czech Republic)

Di balik keindahan alamnya, Djoudj National Bird Sanctuary pernah menghadapi ancaman serius. Perubahan kondisi tata air setelah pembangunan Bendungan Diama memicu penyebaran tumbuhan air invasif, seperti Salvinia molesta, yang mengganggu keseimbangan ekosistem lahan basah. Akibat kondisi tersebut, UNESCO sempat memasukkan Djoudj ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam pada periode 1984–1988 dan 2000–2006.

Untuk memulihkan kawasan ini, pemerintah Senegal bersama pengelola taman nasional dan masyarakat setempat melakukan berbagai upaya konservasi, seperti mengendalikan tumbuhan invasif dan memulihkan tata air kawasan. Berkat pengelolaan yang berkelanjutan, ekosistem Djoudj berangsur pulih sehingga akhirnya berhasil dikeluarkan dari daftar terancam tersebut.

Dengan segala keunikan lanskap, kekayaan satwa, hingga sejarah panjang konservasinya, Djoudj National Bird Sanctuary menjadi salah satu kawasan alam yang berharga di Afrika Barat. Kawasan ini juga menjadi bukti bahwa upaya konservasi yang berkelanjutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More