Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Basilika St.Ignatius Loyola, Gereja Bergaya Barok di Spanyol

Mengenal Basilika St.Ignatius Loyola, Gereja Bergaya Barok di Spanyol
potret Basilika St. Ignatius Loyola yang berada di Distrik Loyola, Kota Azpeitia, wilayah Basque, Spanyol (commons.wikimedia.org/Theklan)
Intinya Sih
  • Basilika St. Ignatius Loyola di Azpeitia, Spanyol, bagian Sanctuary of Loyola yang dibangun dekat tempat kelahiran pendiri Serikat Jesus, Santo Ignatius Loyola.
  • Dirancang Carlo Maria Fontana, basilika Barok ini dibangun 1689–1738 dengan kubah 65 meter, fasad 150 meter, serta ornamen Churrigueresque.
  • Bergelar minor basilica sejak 1921, gereja ini menyimpan altar dan organ bersejarah serta menjadi tujuan ribuan peziarah yang mengenang warisan spiritual Santo Ignatius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Basilika St. Ignatius Loyola adalah sebuah gereja Katolik Roma megah yang berada di Kota Azpeitia, wilayah Basque, Spanyol. Basilika tersebut merupakan bagian dari kompleks religus besar bernama Sanctuary of Loyola yang dibangun di sekitar tempat kelahiran seorang Kudus bernama St. Ignatius Loyola. St. Ignatius Loyola adalah seorang bangsawan Spanyol yang lahir pada tahun 1491, awalnya ia adalah seorang Ksatria militer yang terobsesi pada perang dan ketenaran dunia hingga akhirnya pada tahun 1521, ia mengalami luka parah dalam sebuah pertempuran. Selama masa pemulihannya ia membaca buku tentang Yesus Kristus dan orang-orang Kudus yang akhirnya membawanya pada pertobatan.

Pada tahun 1540, Ia dan sejumlah teman dekatnya mendirikan tarekat religius/Ordo Serikat Jesus (SJ), yang tujuan utamanya untuk membawa orang menjadi lebih dekat dengan Tuhan di kehidupannya. St. Ignatius juga seorang teolog gereja Katolik yang mereformasi gereja Katolik secara internal dengan tetap setia pada tradisi suci gereja Katolik dan otoritas Paus di Roma. Para Imam Ordo SJ atau Jesuit saat ini banyak tersebar di seluruh dunia dan utamanya berkarya dalam dunia pendidikan melalui sekolahnya yang dikenal dengan Kolese. Gereja Katolik memperingati St. Ignatius Loyola setiap tanggal 31 Juli, sebagai peringatan wafatnya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai basilika ikonik yang menjadi pusat peziarahan umat Katolik di Spanyol ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Dibangun pada abad ke-17 dalam gaya Barok

Menurut laman Loyola Sanctuary, bangunan Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol ini dirancang oleh seorang arsitek Italia bernama Carlo Maria Fontana. Dilihat dari eksteriornya, bangunan kubah impresifnya yang megah setinggi 65 m memberikan kesan keseimbangan pada fasad gereja sepanjang 150 m. Batu pertama pembangunan basilika diletakkan pada tanggal 28 Maret 1689 dan basilika tersebut diresmikan pada tanggal 31 Juli 1738 tepat pada peringatan hari raya St. Ignatius Loyola. Seluruh struktur bangunan dikerjakan oleh sekitar 600 orang tukang batu dan basilika ini menggunakan material blok-blok besar batu kapur yang ditambang dari Gunung Izarraitz.

Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol dibangun dengan gaya arsitektur Barok khususnya menampilkan ornamen bergaya Churrigueresque. Menurut laman Britannica, Churrigueresque, adalah gaya arsitektur Barok Spanyol yang rumit dan sangat kompleks yang bercirikan pilar-pilar estipite yang merupakan pilar berbentuk piramida atau obelisk terbalik yang menampilkan dekorasi geometris yang kompleks. Kemudian terdapat dekorasi hiasan dinding (stucco carvings) yang detail. Churrigueresque, dinamakan berdasarkan keluarga arsitek Churriguera, gaya arsitektur tersebut berkembang pesat dari akhir abad ke-17 hingga tahun 1750 di Spanyol dan Amerika Latin.

2. Memiliki status kehormatan sebagai gereja basilika

potret interior cupola (kubah) Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol
potret interior cupola (kubah) Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol (commons.wikimedia.org/Txo)

Seturut namanya yang menyandang nama Basilika, gereja ini memiliki status kehormatan sebagai minor basilica atau gereja basilika. Menurut laman Gcatholic, dalam gereja Katolik Roma, minor basilica adalah gelar kehormatan yang diberikan Takhta Suci Vatikan kepada bangunan gereja-gereja Katolik tertentu di seluruh dunia karena signifikansi sejarah, perkembangan umat dan perannya sebagai pusat peribadatan dan peziarahan umat. Gereja dengan status minor basilica memiliki hak istimewa seremonial tertentu seperti memiliki lambang Kepausan yang dipajang di bagian eksterior gerejanya.

Sejumlah sumber informasi menuliskan, Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol ini menerima gelar kehormatan minor basilica pada tahun 1921 pada masa Kepausan Paus Benediktus XV. Paus Benediktus XV menganugerahkan status kehormatan basilika tersebut kepada gereja ini karena signifikansi spiritual, sejarah dan arsiktekturalnya yang mendalam serta untuk menghormati hubungannya yang mendalam dengan tempat kelahiran dan warisan spiritual St. Ignasius dari Loyola, sang pendiri Serikat Jesus.

3. Rumah bagi karya seni religius bernilai tinggi

potret altar utama Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol pada masa Natal
potret altar utama Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol pada masa Natal (commons.wikimedia.org/Josu Goñi Etxabe)

Serupa dengan banyak katedral dan gereja bersejarah di Eropa, Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol ini juga merupakan rumah bagi sejumlah masterpiece karya seni religius Kristen. Dilansir laman Fascinating Spain, salah satu karya seni utama selain kubah basilika adalah panel altar utamanya atau alterpiece (retablo mayor). Panel altar tersebut diukir dengan gaya Churrigueresque yang sangat detail dan rumit oleh Ignacio de Ibero antara tahun 1750 hingga 1757 dengan berbagai macam material, marmer dan logam mulia, termasuk lembaran emas murni (gold leaf). Di tengahnya terdapat patung perak St. Ignatius dari Loyola yang menakjubkan. Patung tersebut didesain oleh pemahat Franscisco de Vergara di Roma pada tahun 1741 dan dipahat oleh Josef Bauer pada sekitar tahun 1750.

Basilika ini juga memiliki instrument pipe organ ikonik dari abad ke-19. Pipe Organ Basilika St. Ignatius Loyola, Spanyol ini dibuat pada tahun 1889 oleh pembuat organ kenamaan Prancis, Cavaillé-Coll. Pipe organ ini merupakan salah satu contoh organ era romantis (era abad ke-19 hingga abad ke-20) yang paling terawat dengan tiga papan tuts (keyboard) dan 2.172 buah pipa. Organ tersebut masih digunakan untuk perayaan liturgi dan beberapa konser yang merupakan bukti dari kualitas dan perawatan instrumen organ tersebut.

4. Menjadi pusat peziarahan ribuan umat Katolik

potret Chapel Conversion yang berada dekat Basilika, tempat St. Ignatius Loyola mengalami pemulihan fisik dan batin hingga bertobat
potret Chapel Conversion yang berada dekat Basilika, tempat St. Ignatius Loyola mengalami pemulihan fisik dan batin hingga bertobat (commons.wikimedia.org/Jose Luis Filpo Cabana)

Menurut laman Aletia, St. Ignatius Loyola yang lahir pada tahun 1491 di Kota Azpeitia, wilayah Basque, Spanyol adalah salah satu Santo atau orang kudus penting dalam agama Katolik Roma, karenanya situs historisnya menjadi salah satu tempat peziarahan yang banyak dikunjungi oleh umat peziarah dan para wisatawan. Para peziarah juga mengenang St. Ignatius atas kontribusinya pada doa kontemplatif yang merupakan serangkaian doa dan meditasi yang dikenal sebagai latihan rohani dan diterbitkan dalam bentuk buku panduan pada tahun 1548.

Meski tak ada catatan pasti jumlah wisatawan yang mengunjungi Basilika St. Ignatius Loyola dan kompleks religiusnya, namun berdasarkan catatan agen-agen turisme di sana, setiap tahunnya Basilika St. Ignatius Loyola dan bangunan-bangunan religius di sekitarnya dikunjungi oleh ribuan umat peziarah. Selain mengunjungi basilika, para peziarah juga mengunjungi lokasi rumah tempat kelahiran St. Ignatius (tower house) yang berada di dekat bangunan basilika. Makam St. Ignatius Loyola sendiri tak berada di Basilika ini, makamnya berada di sebuah gereja induk Jesuit bernama Chiesa del Gesu yang terletak di Kota Roma, Italia.

Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mengunjungi basilika bersejarah ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Spanyol?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More