Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Pahlawan yang Membunuh Monster Berbahaya dalam Mitologi Yunani

4 Pahlawan yang Membunuh Monster Berbahaya dalam Mitologi Yunani
Heracles (commons.wikimedia.org/Bibliothèque numérique de Lyon)
Intinya Sih
  • Heracles, putra Zeus, menjalani tugas Raja Eurystheus untuk menebus dosa dengan membunuh singa Nemea, Hydra Lernaea bersama Lolaus, serta mengusir burung pemakan manusia Stymphalia.
  • Perseus melindungi ibunya dari Raja Polydectes dengan memburu Medusa; berbekal bantuan Athena, ia memakai pantulan perisai untuk memenggal Medusa dan menjadikan Polydectes beserta pengikutnya batu.
  • Bellerophon membunuh Chimera menggunakan Pegasus dan tombak bertimah, sedangkan Theseus menewaskan Minotaur di labirin setelah menyusup dengan benang penanda jalan demi menyelamatkan pemuda Athena.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beragam sekali cerita mengenai mitologi Yunani mulai dari kisah para dewa, makhluk gabungan manusia dan hewan, hanya manusia dan lain sebagainya.

Pembahasan kali ini adalah para pahlawan yang membasmi monster ganas. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tapi juga strategi dan kecerdasannya.

Para pahlawan berikut berasal dari beragam latar belakang, semuanya adalah orang-orang terpandang bahkan sekelas anak dewa. Artikel akan mengulik siapa saja nama monster dan cara mereka dikalahkan. Simak lebih lengkap.

1. Heracles

Heracles dan Athena
Heracles dan Athena (commons.wikimedia.org/Staatliche Antikensammlungen)

Heracles adalah putra dari Dewa Zeus dan seorang wanita manusia biasa bernama Alkmene. Heracles sangat dibenci oleh Dewi Hera karena ia adalah anak Zeus dari wanita biasa. Hera membuat Heracles kehilangan akal, lalu Heracles membunuh keluarganya sendiri.

Heracles meminta nasihat dari Peramal Delphi. Delphi menyarankan Heracles harus mengabdi kepada Raja Eurystheus untuk membersihkannya dari dosa itu.

Untuk menghapus dosanya, Heracles diberi tugas-tugas di mana beberapanya harus membunuh para monster. Pertama, monster singa raksasa, Nema yang menyerang kota Nemea. Heracles berhasil membunuh singa hanya memukul dengan keras menggunakan tangan kosong.

Kedua, Heracles menghadapi Hydra Lernaea berkepala sembilan. Monster ini dikirim oleh Dewi Hera untuk menghancurkan kota asal Heracles. Heracles dibantu oleh Lolaus untuk mengalahkan monster itu. Caranya, mencelupkan panah beracun dalam darah monster itu. Strategi brilian karena Hydra Lernaea dikenal dapat beregenerasi.

Ketiga, terdapat burung-burung pemakan manusia yang biasanya meneror di hutan dekat danau Stymphalia. Heracles mengalahkannya dengan alat musik gemerincing yang diberikan oleh Dewi Athena untuk menakuti burung sebagai kelemahannya. Ia menembak banyak burung dengan busur dan anak panahnya.

2. Perseus

Perseus menaiki Pegasus
Perseus menaiki Pegasus (commons.wikimedia.org/Palazzo Vecchio)

Perseus adalah anak dari Dewa Zeus dan wanita biasa bernama Danae. Akhirnya sampai pada waktu dimana Perseus akan menghadapi monster menakutkan. Ceritanya, Raja Polydectes ingin menikahi Danae, namun Perseus tidak mempercayai Polydectes dan memilih melindungi ibunya.

Perseus mengatakan bahwa ia akan membawakan hadiah apa pun kepada Polydectes. Polydectes kemudian menuntut kepala Medusa. Medusa adalah monster mengerikan karena siapa pun yang menatap matanya akan berubah menjadi batu.

Perseus dibantu oleh Dewi Athena. Ia menyuruh Perseus untuk mencari Hesperides karena memiliki senjata yang kuat. Graeae, saudara dari Medusa dibuat tidak berdaya oleh Perseus. Perseus merebut dan menahan mata Graeae sampai memberitahu di mana Hesperides berada.

Setelah bertemu dengan Hesperides, Perseus memperoleh kantung kibisis untuk menyimpan kepala Medusa dengan aman. Perseus dengan persiapan matang pergi ke gua tempat Medusa berada.

Untuk menghindari berubah menjadi batu, Perseus hanya melihat pantulan Medusa di perisainya yang berkilau. Medusa yang sebenarnya lagi istirahat, membuat Perseus mendekat dengan hati-hati. Di waktu yang tepat, kepala Medusa berhasil dipenggal.

Perseus menuju Pulau Seriphos untuk membawa kepala Medusa ke hadapan Raja Polydectes. Saat sang Polydectes melihat kepala Medusa, seketika itu ia dan para pengikutnya berubah menjadi batu. Perseus akhirnya berhasil menyelamatkan sang ibu.

3. Bellerophon

Bellerophon melawan Chimera
Bellerophon melawan Chimera (commons.wikimedia.org/National Archaeological Museum of Athens)

Banyak versi tentang siapa orang tua Bellerophon, namun yang lebih populer adalah Bellerophon itu anak dari Dewa Posseidon dan putri Eurynome. Setelah tanpa sengaja membunuh saudaranya sendiri, Alcimenes, Bellerophon mengasingkan diri ke Argos untuk mengabdi kepada Raja Proetus untuk menembus kesalahannya.

Ratu Anteia, istri dari Raja Proetus jatuh cinta pada Bellerophon. Namun Bellerophon menolak rayuan Anteia, membuat ia memberi tuduhan pemerkosaan pada Bellerophon. Raja Proetus mengetahui tuduhan palsu itu melalui surat. Raja geram dan memberi Bellerophon tugas berat yakni membunuh singa Chimera.

Reputasi singa Chimera sangat ganas karena merusak ketentraman kota Anatolia barat. Bellerophon meminta bantuan Polyidus dan menyarankan Bellerophon untuk mencari kuda bersayap, Pegasus. Bellerophon juga perlu mendapatkan kekang ajaib dari Dewi Athena.

Bellerophon berhasil mendapatkan kekang ajaib setelah mengunjungi kuil Athena. Bellerophon pun akhirnya berhasil menaklukkan Pegasus dan memasangkannya kekang. Bellerophon terbang ke Caria dengan mengendarai Pegasus. Awalnya Bellerophon kesulitan karena setiap gerakannya sudah terprediksi oleh Chimera.

Ide cemerlang muncul dengan mengambil sejumlah besar timah dan meletakkannya di atas tombaknya. Saat Chimera menyemburkan api, arah lempar tombak mengarah ke tenggorokan. Ini membuat Chimera tak terbadaya dan timah terbakar itu mencekiknya hingga mati.

4. Theseus

Theseus dan Ariande
Theseus dan Ariande (commons.wikimedia.org/Angelica Kauffman)

Theseus adalah anak dari Raja Aegeus dan Aethra merupakan putri dari pahlawan terkenal bernama Troezen. Posisi Theseus di Athena saat terkait dengan monster Minotaur. Athena saat itu kalah perang dengan Raja Minos di pulau Kreta. Akibatnya, Minos menyuruh pihak Athena mengirimkan 14 pemuda setiap tahun sebagai upeti.

Para pemuda termasuk Theseus akan dikirim ke labirin untuk dikorbankan demi Minotaur. Theseus menyadari ini dan berniat untuk menghabisi Minotaur sebelum menuju labirin.

Theseus melakukan misi penyusupan ke labirin gelap untuk mengurai benang di setiap belokan sebagai peta jalan dalam kegelapan. Theseus selalu menghindari setiap serangan Minotaur. Dalam suatu kesempatan, Theseus menusukkan pedang ke Minotaur hingga mati. Theseus kemudian menjadi pahlawan bagi para pemuda.

Gelar mereka sebagai pahlawan dalam cerita mitologi Yunani ternyata tidak punya motif tulus untuk membasmi para monster. Meskipun begitu, di sisi lain mereka tetap dianggap pahlawan oleh warga kota di mana monster itu berada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More