Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Taman Nasional Purnululu, Situs Alam Sakral bagi Suku Aborigin
Taman Nasional Purnululu (commons.wikimedia.org/W. Bulach)
  • Taman Nasional Purnululu di Australia Barat dikenal karena formasi batu Bungle Bungle yang unik, menyerupai sarang lebah raksasa dan diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 2003.
  • Bagi Suku Aborigin, Purnululu adalah tempat suci dengan nilai budaya tinggi, menyimpan seni cadas kuno serta menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual mereka selama lebih dari 20.000 tahun.
  • Terletak di wilayah terpencil dengan akses sulit, Purnululu menjadi rumah bagi ratusan spesies flora dan fauna yang mampu bertahan di lingkungan semi-kering ekstrem khas Australia Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat formasi batu yang bentuknya menyerupai sarang lebah raksasa? Pemandangan unik tersebut dapat ditemukan di Taman Nasional Purnululu, sebuah kawasan alam ikonik di Australia Barat yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di balik lanskapnya yang memukau, Purnululu juga menyimpan sejumlah fakta menarik, mulai dari sejarahnya hingga perannya bagi masyarakat Aborigin. Yuk, simak lima fakta Taman Nasional Purnululu berikut ini.

1. Baru dikenal luas oleh dunia pada akhir abad ke-20

Pemandangan udara Purnululu yang membantu memperkenalkan kawasan ini ke dunia. (commons.wikimedia.org/W. Bulach)

Meski memiliki sejarah alam yang sangat panjang, Taman Nasional Purnululu baru dikenal luas oleh dunia pada akhir abad ke-20. Selama bertahun-tahun, kawasan ini hanya diketahui oleh penduduk setempat dan segelintir pihak yang pernah menjelajahi wilayah tersebut. Nama Purnululu mulai menarik perhatian publik setelah rekaman udara kawasan ini ditampilkan dalam sebuah film dokumenter pada tahun 1982.

Popularitas Purnululu pun terus meningkat seiring bertambahnya perhatian terhadap keunikan lanskapnya. Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1987 dan memperoleh pengakuan internasional ketika masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2003. Sejak saat itu, Purnululu semakin dikenal sebagai salah satu kawasan alam paling unik di Australia.

2. Formasi batunya menyerupai sarang lebah raksasa

Kubah batu Bungle Bungle dengan pola garis hitam dan oranye yang khas. (commons.wikimedia.org/W. Bulach)

Salah satu daya tarik utama Taman Nasional Purnululu adalah formasi batu Bungle Bungle yang bentuknya menyerupai sarang lebah raksasa. Formasi ini terdiri atas deretan kubah batu pasir yang menjulang di tengah lanskap Australia Barat. Permukaannya juga memiliki pola garis-garis horizontal berwarna hitam dan oranye yang membuat tampilannya terlihat sangat khas dan mudah dikenali.

Keunikan tersebut terbentuk melalui proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun. Kombinasi pelapukan, erosi, dan pengaruh iklim secara perlahan membentuk kubah-kubah batu menjadi seperti yang terlihat saat ini. Berkat bentuk dan coraknya yang tidak biasa, lanskap Bungle Bungle menjadi ikon utama Taman Nasional Purnululu.

3. Tempat suci bagi Suku Aborigin

Purnululu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aborigin selama ribuan tahun. (commons.wikimedia.org/Maclearite)

Bagi masyarakat Aborigin, Purnululu bukan hanya sebuah taman nasional, tetapi juga tempat yang memiliki makna budaya dan spiritual yang penting. Kawasan ini telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama lebih dari 20.000 tahun. Berbagai cerita tradisional dan warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi turut memperkuat hubungan masyarakat adat dengan kawasan tersebut.

Nilai budaya Purnululu juga terlihat dari adanya seni cadas dan situs pemakaman kuno yang masih dapat ditemukan di beberapa bagian kawasan. Jejak-jejak tersebut menjadi bukti panjangnya hubungan masyarakat Aborigin dengan wilayah ini. Hingga saat ini, masyarakat adat juga masih berperan dalam menjaga dan melestarikan Purnululu melalui kerja sama dalam pengelolaan taman nasional.

4. Salah satu taman nasional paling sulit diakses di Australia

Letaknya yang terpencil membuat taman nasional ini sulit diakses. (commons.wikimedia.org/MissMegido)

Taman Nasional Purnululu berada sekitar 304 kilometer dari Kununurra dan 160 kilometer dari Halls Creek. Untuk mencapai kawasan ini, pengunjung harus melewati jalur sepanjang 53 kilometer dari jalan raya utama melalui jalan tanah yang belum beraspal. Kondisi jalannya cukup menantang karena berbatu, berpasir, bergelombang, serta memiliki beberapa penyeberangan sungai kecil.

Karena kondisi tersebut, akses ke Purnululu hanya dapat dilakukan menggunakan kendaraan 4WD (four-wheel drive) dengan spesifikasi tertentu. Perjalanan menuju kawasan ini juga memerlukan persiapan yang lebih matang dibanding banyak taman nasional lainnya di Australia. Letaknya yang terpencil dan akses yang terbatas membuat Purnululu tetap terjaga dari keramaian, sekaligus menjadikannya salah satu taman nasional yang paling sulit dijangkau di negara tersebut.

5. Menjadi rumah bagi flora dan fauna yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem

Wallaby, salah satu mamalia yang menghuni kawasan Purnululu. (commons.wikimedia.org/Lee Vilenski)

Taman Nasional Purnululu memiliki kondisi alam yang cukup keras karena berada di wilayah semi-kering dengan suhu yang bisa sangat panas. Meski begitu, kawasan ini menjadi rumah bagi sekitar 619 spesies tumbuhan. Sebagian besar wilayahnya didominasi oleh hutan terbuka dengan pohon eukaliptus serta berbagai jenis rumput yang telah beradaptasi untuk bertahan hidup di tengah cuaca panas dan musim kemarau yang panjang.

Kawasan ini juga dihuni oleh beragam satwa, mulai dari burung, reptil, mamalia, hingga katak dan kelelawar. Beberapa di antaranya adalah burung gouldian finch, wallaby, wallaroo, echidna, ular piton, goanna, serta berbagai jenis kadal. Keberadaan ratusan spesies tumbuhan dan satwa menjadikan Purnululu sebagai salah satu kawasan penting bagi keanekaragaman hayati di wilayah Kimberley, Australia Barat.

Beragam fakta tersebut menunjukkan bahwa Taman Nasional Purnululu memiliki daya tarik yang jauh melampaui keindahan alamnya. Mulai dari sejarah, budaya, hingga keanekaragaman hayatinya, kawasan ini menjadi bukti betapa unik dan beragamnya warisan alam yang dimiliki Australia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article