Wallaby, salah satu mamalia yang menghuni kawasan Purnululu. (commons.wikimedia.org/Lee Vilenski)
Taman Nasional Purnululu memiliki kondisi alam yang cukup keras karena berada di wilayah semi-kering dengan suhu yang bisa sangat panas. Meski begitu, kawasan ini menjadi rumah bagi sekitar 619 spesies tumbuhan. Sebagian besar wilayahnya didominasi oleh hutan terbuka dengan pohon eukaliptus serta berbagai jenis rumput yang telah beradaptasi untuk bertahan hidup di tengah cuaca panas dan musim kemarau yang panjang.
Kawasan ini juga dihuni oleh beragam satwa, mulai dari burung, reptil, mamalia, hingga katak dan kelelawar. Beberapa di antaranya adalah burung gouldian finch, wallaby, wallaroo, echidna, ular piton, goanna, serta berbagai jenis kadal. Keberadaan ratusan spesies tumbuhan dan satwa menjadikan Purnululu sebagai salah satu kawasan penting bagi keanekaragaman hayati di wilayah Kimberley, Australia Barat.
Beragam fakta tersebut menunjukkan bahwa Taman Nasional Purnululu memiliki daya tarik yang jauh melampaui keindahan alamnya. Mulai dari sejarah, budaya, hingga keanekaragaman hayatinya, kawasan ini menjadi bukti betapa unik dan beragamnya warisan alam yang dimiliki Australia.