Jostedalsbreen Glacier atau Gletser Jostedalsbreen adalah salah satu gletser terkenal di Eropa yang berada di wilayah Norwegia. Secara umum pengertian gletser adalah bongkahan atau endapan es masif dan tebal yang terbentuk di daratan sebagai akibat dari akumulasi endapan salju yang mengeras selama berabad-abad. Didorong oleh gaya gravitasi, gletser tersebut mengalir secara lambat menuruni lereng, membentuk bentang alam, mengikis bebetauan dan bagian esnya yang kemudian mencair menjadi sumber air bagi sungai-sungai dan danau glasial yang berada di sekitarnya, karenanya gletser juga menyimpan cadangan air tawar dalam jumlah yang besar.
5 Fakta Gletser Jostedalsbreen, Wilayah Gletser Luas di Norwegia
- Jostedalsbreen di utara Sognefjord merupakan hamparan es terbesar di daratan utama Eropa, membentang sekitar 75 km, lebar hingga 35 km, dengan luas 815 km persegi.
- Gletser ini menjadi bagian Taman Nasional Jostedalsbreen seluas 1.315 km persegi, kawasan dengan transisi iklim ekstrem, keanekaragaman hayati, serta aktivitas hiking, kayak, pendakian, dan ski.
- Pergerakan esnya mengikis sekitar 400.000 ton batu per tahun, sementara pemanasan global mempercepat penyusutan; pemodelan memproyeksikan hilangnya 12% hingga 74% volume es pada 2100.
Menurut laman Britannica, Gletser Jostedalsbreen terletak di sebelah utara fjord terdalam dan terpanjang di Norwegia yakni Sognefjord. Sebagai hamparan es terbesar di daratan utama Eropa (Europe mainland) gletser ini membentang dalam pola tak beraturan sepanjang sekitar 75 km dengan lebar berkisar antara 35 km dan total luas permukaannya sekitar 815 km persegi. Sebagai pembanding luasnya, Gletser Aletsch yang merupakan gletser terbesar di Pegunungan Alpen memiliki luas sekitar 79 km persegi. Gunung Lodalskapa (2.083 mdpl) adalah puncak tertinggi yang ada di wilayah Gletser Jostedalsbreen ini.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai gletser terbesar di daratan Eropa ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Pembatas alami yang memisahkan 2 fjord ikonik Norwegia

potret panorama Sognefjord, fjord terbesar di Norwegia (unsplash.com/Mark Twisselmann) Menurut laman Go Fjords, Gletser Jostedalsbreen bertindak sebagai pembatas alami yang memisahkan dua fjord ikonik Norwegia yang juga merupakan fjord terpanjang di dunia yakni Sognefjord dan Nordfjord. Fjord sendiri adalah sebuah bentang alam dalam rupa badan air yang panjang dan dalam serta diapit oleh dinding batu masif dan curam di kedua sisinya. Sognefjord yang dijuluki sebagai "King of the fjord" adalah fjord terpanjang dan terdalam di Norwegia dengan panjang sekitar 205 km dan kedalaman maksimum sekitar 1.308
Sedangkan Nordfjord adalah fjord terpanjang keenam di Norwegia yang membentang sejauh 106 km dengan kedalaman maksimum sekitar 565 m. Sejumlah sumber informasi menuliskan di masa lalu wilayah Jostedalsbreen merupakan jalur penting untuk perjalanan dari daerah fjord yang terletak di wilayah barat Norwegia ke bagian timur Norwegia. Hewan ternak seperti sapi dan kuda bahkan digiring untuk melintasi wilayah gletser untuk dijual di pasar-pasar yang terletak di bagian timur Norwegia. Saat ini menggunakan gletser sebagai jalur perjalanan sudah tak memungkinkan karena wilayahnya lebih curam dan lebih banyak retakan es yang menjadikan jalurnya berbahaya.
2. Menjadi bagian Taman Nasional Jostedalsbreen
Gletser Jostedalsbreen bersama wilayah di sekitarnya membentuk Taman Nasional Jostedalsbreen. Menurut laman Jostedalsbreen, Taman Nasional Jostedalsbreen adalah salah satu kawasan hutan belantara utuh terbesar di Norwegia selatan. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 1.315 km persegi. Kawasan yang dilindungi ini memiliki panjang total lebih dari 60 km dan wilayah gletser menutupi sekitar setengah dari luas wilayah taman nasional tersebut. Gletser tersebut dikelilingi oleh lanskap dengan keindahan alam yang spektakuler dan menakjubkan. Fitur warna biru (blue ice) pada es Gletser Jostedalsbreen menunjukkan bahwa lapisan esnya telah terbentuk selama berabad-abad lamanya
Ekosistem Taman Nasional Jostedalsbreen menampilkan kontras iklim dan transisi yang ekstrem dari zona dataran tinggi yang membeku, zona pegunungan yang tandus hingga ekosistem lembah-lembah hijau yang subur. Sejumlah flora dan fauna eksotis menjadi kekayaan keanekaragaman hayati di Taman Nasional ini. Untuk floranya, di hutan lembahnya dapat ditemukan pohon elm, willow, alder abu-abu dan anggrek helleborine. Untuk faunanya, terdapat spesies-spesies eksotis seperti: rusa merah dan rusa kutub liar, hewan predator: lynx, wolverine dan beruang. Terdapat pula sejumlah spesies burung eksotis, seperti: elang emas, elang ekor putih, burung pelatuk punggung putih dan burung leher biru.
3. Mengikis ratusan ribu ton batu setiap tahunnya

potret Gletser Briksdalsbreen yang merupakan salah satu cabang terkenal dari Gletser Jostedalsbreen (commons.wikimedia.org/Ximonic) Menurut laman Go Fjords, salah satu fakta menarik dari Gletser Jostedalsbreen ini adalah ia mengikis sekitar 400.000-an ton material batu setiap tahunnya. Sebagai perbandingan, bangunan gedung pencakar langit Empire State di New York memiliki berat sekitar 365.000 ton. Jumlah tersebut juga setara dengan muatan 40.000 truk angkut berat.
Peristiwa pengikisan batuan tersebut terjadi karena berat es yang sangat masif bergerak menuruni lereng dengan sangat lambat yang menyebabkan reaksi pengikisan masif dari bebatuan yang terperangkap di bawahnya yang bertindak seperti amplas raksasa yang mengikis dan menghancurkan bebatuan di dasarnya. Akibat peristiwa tersebut, di wilayah Gletser Jostedalsbreen ini banyak ditemukan potongan-potongan bebatuan (falling rock).
4. Sejarah kehidupan dan aktivitas di sekitar gletser

potret panorama Gletser Jostedalsbreen dilhat dari lembah (commons.wikimedia.org/Xdmag) Menurut laman Jostedalsbreen, pada masa lalu orang-orang telah tinggal dan bertani di lembah-lembah sekitar wilayah Jostedalsbreen. Di masa lalu petani secara luas menggunakan lembah di wilayah Jostedalsbreen untuk penggembalaan musim panas, memerah susu sapi dan kambing serta membuat mentega dan keju. Untuk saat ini, beberapa lembah di dekat taman nasional masih digunakan untuk penggembalaan ternak sapi, kambing dan domba dalam jumlah terbatas selama musim panas tetapi produksi susu komersial dari lokasi tersebut sebagian besar telah berhenti.
Untuk saat ini, banyak situs bekas tempat pertanian dan peternakan sapi perah di wilayah lembah Gletser Jostedalsbreen tersebut telah diubah menjadi pondok untuk para wisatawan. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Visit Jostedalsbreeni, wilayah Gletser Jostedalsbreen ini menarik banyak wisatawan penyuka aktivitas luar ruangan untuk melakukan hiking (glacier walks) di tengah alamnya yang indah. Selain hiking di hamparan es, para wisatawan juga dapat melakukan kayak di danau glasialnya, pendakian pegunungan dan aktivitas ski saat musim dingin atau winternya.
5. Menghadapi pemanasan iklim global

Gunung Lodalskåpa yang merupakan puncak tertinggi di wilayah Gletser Jostedalsbreen (commons.wikimedia.org/Håvard Berland) Salah satu fakta menyedihkan untuk Gletser Jostedalsbreen dan gletser-gletser lainnya yang masih ada di atas muka bumi ini adalah permasalahannya dalam menghadapi pemanasan global di era modern ini. Dilansir laman penelitian ilmiah European Geosciences Union, Gletser Jostedalsbreen ini menyusut dengan cepat karena kenaikan suhu akibat pemanasan global. Es merupakan salah satu unsur yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu yang menjadi lebih hangat bahkan kenaikan suhu yang sangat kecil di bawah titik beku menyebabkan es berubah dengan cepat dari padat menjadi cair.
Untuk Gletser Jostedalsbreen, dari pemodelan penelitian yang dibuat, pemodelan tersebut memproyeksikan bahwa volume lapisan esnya akan hilang sekitar 12% hingga 74% di tahun 2100 dan terpecah menjadi lapisan-lapisan es yang lebih kecil. Mulai terpengaruhnya lapisan es gletser oleh perubahan iklim telah menjadi "alarm" bagi dunia untuk segera mengambil langkah-langkah konservasi yang tepat agar kerusakan katastropik alam yang dapat berpengaruh pada kehidupan manusia di masa depan dapat diminimalisasi.
Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi wilayah gletser ikonik Jostedalsbreen di Norwegia, ini?




















