Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Grand Bazaar di Istanbul, Salah Satu Pasar Tertua di Dunia

5 Fakta Grand Bazaar di Istanbul, Salah Satu Pasar Tertua di Dunia
Grand Bazaar (commons.wikimedia.org/A.Savin, FAL)
  • Grand Bazaar atau Kapalıçarşı mulai dibangun pada 1460 pada era Ottoman, setelah penaklukan Konstantinopel, dengan dua bedesten sebagai fondasi pusat perdagangan.
  • Pasar ini berkembang menjadi kompleks tertutup berisi sekitar 4.000 toko dan jaringan sekitar 60 jalan, meski pernah rusak akibat kebakaran serta gempa dan berulang kali dipugar.
  • Selain perdagangan yang dahulu diatur lewat guild, Grand Bazaar menjaga budaya tawar-menawar, keramahan pedagang, kuliner, dan pernah menjadi lokasi syuting sejumlah film populer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika berbicara tentang lanskap bersejarah di Turki, Grand Bazaar di Istanbul menjadi salah satu landmark yang menarik perhatian. Pasar ini dikenal sebagai salah satu pasar tertua dan terbesar di dunia yang masih bertahan hingga kini. Keberadaannya selama berabad-abad membuat Grand Bazaar menjadi bagian penting dari wajah bersejarah Istanbul.

Dikenal oleh warga lokal dengan sebutan Kapalıçarşı yang berarti “pasar tertutup”, Grand Bazaar memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya berbeda dari pasar pada umumnya. Di balik keberadaannya yang telah melewati berbagai zaman, tersimpan sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Penasaran apa saja? Yuk, simak 5 fakta tentang Grand Bazaar berikut ini!

  1. 1. Berawal dari pusat perdagangan pada masa Ottoman

    Grand Bazaar
    Grand Bazaar (pexels.com/Tayssir Kadamany)

    Sejarah Grand Bazaar bermula pada masa Kesultanan Ottoman, tepatnya pada tahun 1460, tidak lama setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel. Pembangunannya menjadi bagian dari upaya sang sultan untuk menjadikan kota yang baru dikuasainya sebagai pusat ekonomi penting dalam Kekaisaran Ottoman. Pada awalnya, kegiatan perdagangan berpusat di dua bangunan utama yang dikenal sebagai bedesten, yaitu Cevahir Bedesten dan Sandal Bedesten.

    Cevahir Bedesten menjadi pusat awal pasar dan dibangun sebagai sumber pendapatan untuk Hagia Sophia. Bangunan ini juga digunakan untuk menyimpan berbagai barang berharga seperti perhiasan, logam mulia, dan dokumen penting. Sementara itu, Sandal Bedesten dibangun untuk mendukung aktivitas perdagangan yang semakin berkembang. Kedua bangunan inilah yang kemudian menjadi dasar awal terbentuknya Grand Bazaar.

  2. 2. Berkembang menjadi kompleks pasar yang sangat luas

    Grand Bazaar
    Grand Bazaar (pexels.com/Alan Wang)

    Seiring berjalannya waktu, Grand Bazaar mengalami perkembangan pesat hingga bertransformasi dari dua bangunan bedesten menjadi sebuah kompleks pasar yang sangat luas. Pertumbuhan ini berlangsung secara bertahap mengikuti aktivitas perdagangan yang berkembang, hingga membentuk kawasan yang terdiri dari berbagai jalan, bangunan, dan lorong yang saling terhubung.

    Kini, Grand Bazaar memiliki sekitar 4.000 toko yang tersebar di dalam kompleksnya. Seluruh area tersebut terhubung melalui jaringan yang terdiri dari sekitar 60-an jalan. Sebagian besar bangunannya hanya terdiri dari satu lantai, sementara beberapa han (bangunan penginapan) memiliki lebih dari satu lantai. Perkembangan tersebut membuat Grand Bazaar menjadi salah satu kompleks pasar tertutup terbesar di dunia.

  3. 3. Pernah mengalami kerusakan akibat gempa dan kebakaran

    Grand Bazaar
    Grand Bazaar (commons.wikimedia.org/Dosseman)

    Dalam sejarahnya, Grand Bazaar telah beberapa kali mengalami bencana, terutama kebakaran dan gempa bumi. Pada awalnya, sebagian besar toko di pasar ini terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar. Salah satunya terjadi pada tahun 1546, ketika kebakaran besar menghancurkan ribuan toko. Setelah beberapa kali mengalami kebakaran, Sultan Mustafa II pada tahun 1701 memerintahkan agar toko-toko tidak lagi menggunakan kayu dan mulai dibangun dengan batu untuk mengurangi risiko kebakaran.

    Grand Bazaar juga pernah mengalami kerusakan akibat gempa besar, termasuk pada tahun 1766 yang menyebabkan beberapa bagian bangunan runtuh. Meski begitu, berbagai upaya pemugaran terus dilakukan untuk memperbaiki dan memperkuat bangunan agar tetap kokoh. Upaya tersebut membuat Grand Bazaar mampu bertahan hingga kini.

  4. 4. Dulu pedagang dikelompokkan berdasarkan jenis kerajinan

    Grand Bazaar
    Grand Bazaar (commons.wikimedia.org/Dosseman)

    Salah satu keunikan Grand Bazaar adalah adanya pengelompokan pedagang berdasarkan jenis kerajinan atau komoditas. Pada masa lalu, kehidupan perdagangan di dalam pasar diatur melalui sistem guild (perkumpulan para pengrajin). Setiap jenis kerajinan memiliki jalan tersendiri sehingga para pedagang dengan bidang yang sama dapat beraktivitas di area yang berdekatan.

    Sistem tersebut membantu mengatur persaingan dan menjaga kualitas barang yang dijual. Aturan dalam guild tidak hanya mengatur kegiatan perdagangan, tetapi juga membentuk etika yang harus dipatuhi para pedagang. Meskipun sistem guild kemudian dihapuskan, tradisi perdagangan yang terbentuk pada masa itu tetap menjadi bagian dari sejarah Grand Bazaar.

  5. 5. Bukan sekadar tempat jual beli

    Grand Bazaar
    Grand Bazaar (pexels.com/Serkan Gönültaş)

    Lebih dari sekadar tempat jual beli, Grand Bazaar juga memiliki budaya interaksi sosial yang khas. Aktivitas tawar-menawar menjadi bagian dari kehidupan perdagangan di dalamnya, sementara pedagang kerap menawarkan teh sebagai bentuk keramahan kepada pembeli. Di dalam kompleks ini terdapat berbagai tempat makan dan kedai, termasuk restoran tradisional dan Şark Kahvesi yang menjadi tempat berkumpul bagi pedagang maupun pengunjung.

    Daya tarik Grand Bazaar juga terlihat dalam industri perfilman. Lorong dan atap bangunannya pernah digunakan sebagai lokasi syuting sejumlah film populer, seperti From Russia with Love, The International, Taken 2, dan Skyfall. Dalam film Skyfall, atap Grand Bazaar menjadi latar salah satu adegan kejar-kejaran James Bond yang sangat ikonik.

    Keberadaan Grand Bazaar selama ratusan tahun menunjukkan bahwa tempat ini bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan warisan budaya yang terus hidup dan beradaptasi. Kemampuannya bertahan melewati pergantian zaman, berbagai bencana, hingga perkembangan modern membuat Grand Bazaar tetap menjadi salah satu bagian paling ikonik dari kota Istanbul hingga kini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More