5 Fakta Bandara Suvarnabhumi, Bandara Internasional Utama di Thailand

- Bandara Suvarnabhumi di Samut Prakan merupakan bandara internasional utama Bangkok; namanya berarti "tanah emas" dalam Sanskerta dan dipilih Raja Bhumibol Adulyadej.
- Dibuka penuh pada 28 September 2006, Suvarnabhumi mengambil alih operasional utama dari Don Mueang dan menjadi hub maskapai full-service serta penerbangan internasional.
- Bandara ini memiliki terminal tunggal seluas sekitar 563.000 meter persegi, menara kontrol 132,2 meter, serta instalasi Samudra Manthan di Aula Keberangkatan.
Bandara Suvarnabhumi adalah bandara yang terletak di Racha Thewa, Bang Phli, Samut Prakan, Thailand. Tempat ini merupakan bandara internasional utama yang melayani Bangkok sekaligus menjadi pusat transportasi udara paling sibuk di negara tersebut.
Tapi, tahukah kamu bagaimana perjalanan sejarah di balik pembangunan Bandara Suvarnabhumi sampai bisa berdiri seperti sekarang? Yuk, kita bedah sejarah dan fakta uniknya di artikel ini!
1. Suvarnabhumi diartikan sebagai "tanah emas"

Bandara Suvarnabhumi (BKK) di Bangkok, Thailand. (commons.wikimedia.org/Gleb Osokin - Russian AviaPhoto Team) Nama bandara megah ini adalah Bandara Suvarnabhumi. Nama tersebut berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu suvarṇa yang artinya emas dan bhūmi yang artinya tanah. Jadi, secara harfiah kata Suvarnabhumi dapat diartikan sebagai "tanah emas".
Nama indah ini dipilih langsung oleh Raja Bhumibol Adulyadej yang namanya juga mengandung kata bhūmi. Pilihan nama tersebut merujuk pada sebutan "kerajaan emas Buddha" dalam mitologi kuno. Wilayah impian ini diyakini terletak di sebelah timur Sungai Gangga, yang kemungkinan besar berada di kawasan Asia Tenggara.
2. Berfungsi sebagai hub utama bagi maskapai full-service

Pesawat Airbus A340-541 milik Thai Airways International yang terparkir di Bandara Suvarnabhumi Bangkok di Thailand. (commons.wikimedia.org/Mike Powell) Bandara Suvarnabhumi resmi dibuka secara terbatas untuk penerbangan domestik pada 15 September 2006. Seluruh penerbangan komersial internasional dan mayoritas rute domestik kemudian dialihkan secara penuh pada 28 September 2006. Pembukaan besar-besaran ini menandai pengambilalihan seluruh operasional penerbangan utama dari Bandara Don Mueang.
Lokasi bandara ini dulunya dikenal dengan nama Nong Nguhao. Area bangunannya membentang di Racha Thewa, Bang Phli, Samut Prakan, hingga melintasi beberapa distrik di timur Bangkok. Arsitektur gedung terminal yang megah ini dirancang langsung oleh arsitek ternama, Helmut Jahn.
Saat ini, bandara yang dioperasikan oleh Airports of Thailand ini menjadi hub utama bagi maskapai layanan penuh (full-service) serta penerbangan internasional. Tempat ini menjadi rumah bagi Thai Airways, Bangkok Airways, Thai VietJet Air, hingga K-Mile Air. Sementara itu, Bandara Don Mueang tetap menjadi bandara tersibuk kedua yang difokuskan untuk maskapai berbiaya rendah seperti Nok Air dan Thai Lion Air.
3. Memiliki salah satu terminal tunggal terluas di dunia

Aula terminal utama Bandara Suvarnabhumi, Thailand. (pexels.com/Markus Winkler) Dilansir Suvarnabhumi Airport, Bandara Suvarnabhumi memiliki salah satu bangunan terminal tunggal terluas di dunia. Terminal penumpang ini menggabungkan penerbangan domestik dan internasional dalam satu area besar seluas sekitar 563.000 meter persegi. Di dalam terminal yang sangat luas ini, terdapat tujuh ruang tunggu utama untuk melayani seluruh penumpang.
Desain atap terminal utama ini dibuat sangat unik dan menarik perhatian. Bagian atapnya menggunakan elemen struktural berbentuk gelombang yang dipasang secara kantilever. Rangkaian desain khusus ini membuat atapnya terlihat seolah-olah mengapung di atas area ruang tunggu.
4. Memiliki menara kontrol yang sangat ikonik

Menara pengontrol lalu lintas udara di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand. (unsplash.com/Alireza Akhlaghi) Selain bangunan terminalnya yang luas, Bandara Suvarnabhumi juga memiliki menara kontrol berdiri bebas yang sangat ikonik. Bangunan ini mencatatkan rekor sebagai menara kontrol pemandu lalu lintas udara setinggi 132,2 meter. Struktur megahnya ini menjadi salah satu daya tarik utama dari arsitektur keseluruhan bandara.
Menara pengontrol lalu lintas udara ini sempat memegang predikat sebagai menara kontrol tertinggi di dunia. Rekor dunia tersebut berhasil dipertahankannya selama delapan tahun, yaitu dari tahun 2006 hingga 2014. Tingginya bahkan mencapai 135 meter jika dihitung lengkap dari dasar permukaan tanah.
5. Terdapat ikon seni budaya: samudra manthan

Instalasi seni di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand yang menggambarkan adegan mitologi Hindu yang dikenal sebagai Samudra Manthan, atau "Pengadukan Samudra Susu". (commons.wikimedia.org/© 2022) Di Aula Keberangkatan Bandara Suvarnabhumi, terdapat sebuah instalasi patung berlapis emas yang sangat menarik perhatian. Karya seni megah ini dibuat khusus untuk menggambarkan kisah mitologi Hindu yang terkenal. Cerita klasik yang diangkat dalam patung ini dikenal dengan nama Samudra Manthan atau Pengadukan Samudra Susu.
Patung unik ini menampilkan deretan sosok dewa dan raksasa yang berdiri saling berhadapan. Mereka digambarkan sedang bekerja sama menarik tubuh ular raksasa bernama Vasuki yang melilit Gunung Mandara. Aksi pengadukan samudra ini dilakukan demi mendapatkan ramuan keabadian yang disebut Amrita.
Dengan sejarahnya yang kaya dan fasilitasnya yang megah, Bandara Suvarnabhumi bukan sekadar tempat transit, melainkan gerbang pembuka petualanganmu di Negeri Gajah Putih.




















