Gerbang Shanhai, juga dikenal sebagai Shanhaiguan, sebuah benteng militer bersejarah utama dari Tembok Besar Tiongkok yang terletak di Qinhuangdao, Provinsi Hebei. (commons.wikimedia.org/Nyx Ning)
Pembangunan Tembok Besar Tiongkok bermula jauh sebelum Tiongkok bersatu, tepatnya pada Zaman Musim Semi dan Gugur serta Zaman Negara Perang. Awalnya, berbagai kerajaan membangun tembok masing-masing untuk menjaga batas wilayah dan menghalau serangan suku dari utara.
Titik balik besar terjadi pada masa Dinasti Qin, di mana Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan penyambungan tembok-tembok yang terpisah menjadi satu garis pertahanan utuh. Namun, proyek ambisius ini memakan biaya sangat besar dan menyebabkan jatuhnya jutaan korban jiwa dari rakyat jelata akibat kerja paksa. Penderitaan tersebut akhirnya memicu pemberontakan petani yang menggulingkan Dinasti Qin, sehingga pembangunan sempat terhenti cukup lama.
Pembangunan kembali dilanjutkan secara besar-besaran pada masa Dinasti Han untuk menghadapi bangsa Hun, hingga akhirnya mencapai puncak kemegahan di era Dinasti Ming. Pada masa Ming, tembok dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kokoh, lengkap dengan menara pengawas, pintu gerbang strategis seperti Shanhaiguan, dan jalur transportasi di atasnya. Sebagian besar bentuk tembok yang kita lihat dan kunjungi saat ini merupakan hasil karya dari periode Dinasti Ming tersebut.