Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Whiteout, Badai Salju Paling Ditakuti Para Pendaki

5 Fakta Whiteout, Badai Salju Paling Ditakuti Para Pendaki
Ilustrasi whiteout (pexels.com/Oksana Abramova)
Intinya Sih
  • Whiteout terjadi saat salju, angin, kabut, dan pantulan cahaya membuat langit serta tanah seolah menyatu dalam warna putih, sehingga objek di sekitar sulit dibedakan.
  • Jarak pandang dapat turun hingga hampir nol, menghilangkan referensi visual, menyulitkan navigasi, dan meningkatkan risiko tersesat bagi pendaki maupun kecelakaan kendaraan.
  • Di pegunungan, whiteout kerap disertai suhu rendah dan angin kencang yang mempercepat kehilangan panas tubuh, sehingga risiko hipotermia serta radang dingin meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Whiteout merupakan kondisi cuaca ekstrem yang sering dikaitkan dengan badai salju di wilayah pegunungan dan daerah bersalju. Fenomena ini terjadi ketika salju, angin, kabut, atau kombinasi beberapa unsur cuaca membuat lingkungan sekitar tampak serba putih. Dalam situasi tersebut, batas antara langit dan permukaan tanah menjadi sangat sulit dikenali.

Fenomena ini dikenal sebagai salah satu kondisi paling berbahaya karena dapat menghilangkan orientasi arah hanya dalam waktu singkat. Jarak pandang yang terbatas membuat proses navigasi menjadi jauh lebih sulit. Karena itulah whiteout sering menjadi perhatian dalam berbagai peringatan cuaca pegunungan, dan berikut lima fakta menarik tentang fenomena tersebut.

1. Whiteout merupakan bentuk ekstrem dari badai salju

Ilustrasi whiteout
Ilustrasi whiteout (pexels.com/Daniil Ustinov)

Whiteout adalah fenomena optik ekstrem di wilayah bersalju yang terjadi ketika cahaya siang hari tersebar merata akibat memantul di antara langit mendung dan permukaan salju. Kondisi tersebut menciptakan situasi di mana langit dan tanah tampak menyatu menjadi warna putih. Akibatnya, objek di sekitar menjadi sangat sulit dibedakan bahkan dalam jarak yang relatif dekat.

Kondisi ini dapat muncul ketika salju turun disertai angin kencang atau ketika salju yang sudah berada di permukaan terangkat kembali oleh hembusan angin. Di kedua situasi ini, udara dipenuhi oleh partikel salju yang beterbangan dan menutup jarak pandang. Keadaan ini membuat batas medan, jalur perjalanan, maupun objek di depan mata menjadi semakin sulit dikenali.

2. Jarak pandang dapat turun hingga hampir nol

Ilustrasi whiteout
Ilustrasi whiteout (pexels.com/shahin khalaji)

Menurut National Geographic, salah satu ciri utama whiteout adalah berkurangnya jarak pandang secara drastis. Kondisi ini berkaitan dengan badai salju yang menghasilkan salju turun atau salju yang tertiup angin dalam jumlah besar. Akibatnya, pandangan ke depan menjadi sangat terbatas dan lingkungan sekitar sulit terlihat jelas.

Kondisi whiteout dapat menyebabkan orang yang berada di luar ruangan kehilangan arah dan tersesat. Situasi tersebut tidak hanya berbahaya bagi pejalan kaki, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan kendaraan di wilayah yang terdampak badai salju. Hal tersebut muncul karena objek dan jalur di depan menjadi sulit dikenali.

3. Whiteout membuat navigasi menjadi sangat sulit

Ilustrasi whiteout
Ilustrasi whiteout (pexels.com/kwnos Iv)

Melansir panduan cuaca pegunungan Met Office, whiteout sering muncul ketika salju lebat atau kabut berpadu dengan hamparan salju yang luas. Perpaduan kondisi tersebut membuat batas antara langit, permukaan tanah, dan objek di sekitar menjadi semakin sulit dikenali. Dalam kondisi ini, referensi visual di sekitar hampir menghilang sepenuhnya.

Berkurangnya referensi visual meningkatkan risiko disorientasi arah. Penentuan rute perjalanan menjadi jauh lebih menantang karena medan yang biasanya mudah dikenali tampak seragam dan sulit dibedakan satu sama lain. Kondisi seperti inilah yang menjadikan whiteout sangat ditakuti oleh para pendaki dan penjelajah pegunungan.

4. Risiko hipotermia meningkat saat whiteout terjadi

Ilustrasi whiteout
Ilustrasi whiteout (pexels.com/Roman Apaza)

Menurut National Geographic, badai salju yang memicu whiteout sering disertai suhu yang sangat rendah. Setelah badai berlalu, udara dingin yang mengikutinya dapat meningkatkan risiko hipotermia dan radang dingin. Kedua kondisi tersebut menjadi ancaman serius di lingkungan bersuhu ekstrem.

Dilansir dari Mount Washington Observatory, cuaca musim dingin di pegunungan dapat menghadirkan suhu rendah, angin kencang, dan jarak pandang yang sangat terbatas. Kombinasi kondisi tersebut membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat. Karena itu, whiteout dapat menjadi situasi yang berbahaya bagi keselamatan manusia.

5. Whiteout sering menjadi ancaman nyata di kawasan pegunungan

Ilustrasi whiteout
Ilustrasi whiteout (pexels.com/Şevval Kaynak)

Kondisi musim dingin di pegunungan sering ditandai kabut tebal, angin kencang, serta jarak pandang yang sangat terbatas. Lingkungan seperti ini dapat menghasilkan situasi yang menyerupai atau mendukung terjadinya whiteout. Oleh sebab itu, pendaki perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.

Risiko whiteout menjadi perhatian khusus dalam prakiraan cuaca pegunungan karena dapat mempersulit pencarian jalur dan memperbesar kemungkinan tersesat. Ketika salju, kabut, dan angin bertemu dalam kondisi yang tepat, lingkungan pegunungan dapat berubah menjadi medan yang sangat sulit dinavigasi dalam waktu singkat.

Whiteout menunjukkan bahwa ancaman terbesar saat badai salju tidak selalu berasal dari tumpukan salju yang tinggi. Hilangnya kemampuan melihat lingkungan sekitar dapat membuat orientasi arah lenyap hanya dalam hitungan menit. Karena memadukan jarak pandang yang sangat rendah, kesulitan navigasi, serta risiko paparan suhu dingin, fenomena ini menjadi salah satu kondisi cuaca yang paling diwaspadai di kawasan pegunungan bersalju.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More