The Motherland Calls dikelilingi oleh perancah, yang menunjukkan bahwa patung tersebut sedang menjalani restorasi besar-besaran untuk melestarikan strukturnya. (commons.wikimedia.org/duma.gov.ru)
Pembangunan patung The Motherland Calls dimulai pada November 1963 menggunakan bahan beton bertulang dengan campuran semen khusus yang sangat kuat. Bagian dalam patung ini unik karena berongga dan terbagi menjadi ruangan-ruangan kecil, sementara dinding luarnya memiliki ketebalan antara 25–60 sentimeter. Para pekerja harus mengecor beton secara bertahap dan manual untuk memastikan setiap lapisannya mengeras dengan sempurna.
Salah satu tantangan terbesar muncul saat pemasangan pedang raksasa seberat 14 ton yang terbuat dari baja dan titanium. Tak lama setelah dipasang, angin kencang menyebabkan pedang tersebut bergoyang hingga menimbulkan retakan pada struktur lengan patung. Sebagai solusi sementara, tim ahli membuat lubang-lubang pada pedang untuk mengurangi tekanan angin sebelum akhirnya diputuskan bahwa pedang tersebut harus diganti dengan desain yang lebih aman.
Selama puluhan tahun berdiri, patung ini terus mendapatkan perawatan rutin untuk memperbaiki keretakan beton akibat cuaca ekstrem dan korosi pada kabel baja di dalamnya. Restorasi besar terakhir dilakukan beberapa tahun lalu guna menyambut peringatan 75 tahun kemenangan Perang Dunia II. Hal ini dilakukan untuk memastikan monumen raksasa tersebut tetap berdiri kokoh dan stabil sebagai simbol sejarah yang penting.
Patung The Motherland Calls merupakan bukti nyata sejarah perjuangan dan kehebatan teknik arsitektur pada masanya. Melalui kemegahan strukturnya, monumen ini terus menjadi pengingat penting akan besarnya pengorbanan manusia selama Perang Dunia II.